Faktanya hasil survei mereka terbukti bodong karena hasil real count KPUD DKI menunjukkan hasil sebaliknya. Anies menang dan Ahok kalah telak dalam pilgub DKI 2017 lalu.
Jakarta – Fusilatnews – Hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) terbaru mengklaim elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengalahkan pasangan capres-cawapres Ganjar – Mahfud dan pasangan Anies – Imin yang selalu ditempatkan pada urutan buncit oleh SMRC.
“Anies-Muhaimin mendapatkan suara 23,5 persen, Ganjar-Mahfud 33,1 persen, Prabowo-Gibran 36 persen, dan belum jawab 7,4 persen,” kata pendiri SMRC Saiful Mujani dalam siaran di kanal YouTube SMRC TV, Kamis (26/10).
Simulasi itu sedikit berbeda dari simulasi tiga calon presiden tanpa calon wakil presiden. Jika tanpa Gibran, elektabilitas Prabowo diklaim 37 persen.
Elektabilitas Ganjar tanpa Mahfud klaimnya sebesar 35,2 persen. elektabilitas Anies tanpa Muhaimin diklaim 22,7 persen. Responden yang tidak menjawab juga lebih rendah, yaitu 5,1 persen..
“Sampai pada survei awal Oktober ini, tiga nama bakal calon wakil presiden tersebut belum punya kontribusi pada pasangannya masing-masing,” ujarnya.
Survei dilakukan sepanjang 2-8 Oktober 2023 dengan klaim ambang batas kesalahan atau margin of error +/-2,5 persen.
Survei simulasi Pilpres juga telah dilakukan LSI Denny JA pada 4-12 September 2023. Survei itu juga menempatkan Prabowo-Gibran di posisi pertama dengan elektabilitas 39,3 persen.
Posisi kedua diduduki Ganjar-Mahfud dengan 36,9 persen. Lalu Anies-Muhaimin memiliki elektabilitas 15 persen.
Survei Poltracking Indonesia pada 3-9 September 2023 mengungkap hasil berbeda. Ganjar-Mahfud berada di urutan pertama dengan elektabilitas 31,6 persen.
Prabowo-Gibran memiliki elektabilitas 30,7 persen. Sementara itu, Anies-Muhaimin memiliki elektabilitas 18,4 persen. Poltracking merekam 19,3 persen responden tidak menjawab survei.
Perlu diketahui berdasar bukti empiris lembaga – lembaga survei yang disebutkam diatas semuanya punya reputasi yang kurang baik dan akurasinya sangat diragukan.
Sebagai contoh dalam pilkada di DKI 2017 lalu, 3 lembaga survei ini dalam serangkaian aktifitas survei mereka, semua memprediksi kemenangan Ahok dan Anies akan dikalahkan. secara telak

























