Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 02, memberikan tanggapannya terhadap sindiran yang dilontarkan oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Respons tersebut disampaikan Gibran dalam sebuah pernyataan kepada wartawan di Masjid Besar Zayed Solo pada Sabtu malam.
“Ikut Pak Hasto lah. Terima kasih untuk masukannya,” kata Gibran saat dimintai tanggapan terkait sindiran yang dibuat oleh Hasto terhadap majunya Gibran sebagai calon wakil presiden, yang disamakan dengan sopir truk yang mengalami kecelakaan di Gerbang Tol Halim. Hasto menilai bahwa keduanya sama-sama belum cukup dewasa dalam menghadapi masalah.
Gibran juga mengucapkan terima kasih kepada Hasto terkait pernyataan yang menyebut PDIP melakukan kesalahan saat mengusung Gibran dalam Pilkada Solo 2020. “Terima kasih Pak Hasto. Ya mohon maaf Pak Hasto,” ujar Gibran.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebelumnya mengibaratkan Gibran Rakabuming Raka sebagai sopir truk yang mengalami kecelakaan di Gerbang Tol Halim. Dalam sebuah diskusi daring yang disiarkan pada Sabtu, Hasto mengatakan bahwa keduanya memiliki kesamaan dalam hal ketidakmatangan dalam menghadapi masalah.
Hasto menjelaskan bahwa supremasi hukum terancam karena pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden yang menentang batas usia calon presiden dan wakil presiden. Dia memberikan contoh tentang kasus sopir truk berusia 17 tahun yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Halim, yang menurutnya belum cukup dewasa dalam menghadapi masalah di jalan raya.
Hasto menyoroti pentingnya kedewasaan dalam mengemban jabatan tertentu, baik dalam hal pengelolaan negara maupun dalam aspek pendidikan dan moral. Menurutnya, ketidaktepatan dalam menghadapi masalah kompleks dapat menciptakan kerusakan, terutama dalam konteks kepemimpinan nasional.
























