• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Soeharto Bukan Musuh PKI

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 11, 2025
in Feature, Sejarah
0
Soeharto Bukan Musuh PKI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Pada mulanya Soeharto bukanlah musuh Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun kemudian memusuhi PKI. Bahkan membabat habis PKI sampai ke akar-akarnya.

Jakarta, 11 Maret 1966. Atau hari ini 59 tahun lalu. Soeharto menerima sepucuk “surat cinta” dari Soekarno. Isinya: perintah untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam rangka memulihkan keamanan dan kewibawaan pemerintah, pasca-peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G3S/PKI.

Mengapa disebut surat cinta? Sebab, tak mungkin surat yang kemudian lebih populer dengan sebutan Supersemar itu diberikan kepada Soeharto tanpa kecintaan sang Prokalamor RI kepada Pangkostrad itu.

Sayangnya, air susu dibalas air tuba. Supersemar yang sakti itu juga digunakan Pak Harto untuk melucuti kekuasaan Bung Karno.

Dua hari setelah menerima surat itu, Bung Karno ditangkap di Istana Bogor untuk diasingkan di Wisma Yaso, kini Museum Satria Mandala di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan. Di sini, Bung Karno dilarang membaca koran dan mendengarkan suara radio. Ia terisolasi.

G30S PKI itu sendiri dipicu oleh persaingan antar-faksi di tubuh TNI Angkatan Darat (AD) yang berebut pengaruh dan kuasa. Ada faksi yang menamakan diri Dewan Jenderal hendak mengudeta Bung Karno.

G30S/PKI itu menewaskan sejumlah perwira TNI AD dan seorang anggota Polri, yakni Jenderal TNI Ahmad Yani, Letjen TNI Raden Suprapto, Letjen TNI MT Haryono, Letjen TNI S Parman, Mayjen TNI DI Panjaitan, Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, Brigjen Katamso, Letkol Sugiyono dan Karel Satsuit Tubun.

Sementara Soeharto bukanlah target. Jenderal AH Nasution dan Brigjen Ahmad Soekendro yang menjadi target PKI pun selamat.

Banyak yang mempertanyakan mengapa Soeharto tidak menjadi target. Padahal, status dia sebagai Pangkostrad yang langsung mengendalikan pasukan, sehingga posisinya lebih penting dari Ahmad Yani yang seorang Kepala Staf TNI AD. Dengan kata lain, Soeharto bukanlah musuh PKI.

Soeharto sendiri mengaku tidak menjadi target penculikan dan pembunuhan PKI karena saat itu posisinya sedang berada di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, untuk menunggui putra bungsunya, Tommy Soeharto yang tersiram kuah soup.

Sebaliknya, Abdul Latief. Dalam kesaksiannya di Mahkamah Militer, salah satu pentolan G30S/PKI itu menjelaskan alasan Soeharto tak masuk target. Sebab, Soeharto dianggap sebagai loyalis Bung Karno.

Dikutip dari sebuah sumber, Latief juga mengklaim melapor ke Soeharto yang pada saat itu menjabat Pangkostrad. Latief menyatakan Soeharto tidak ada reaksi apa pun ketika mendengar informasi mengenai rencana kudeta. Bahkan pada malam sebelum G30S, Soeharto tidak memperhatikan Latief saat ia mencoba menyampaikan rencana untuk menggagalkan kudeta tersebut.

Hal itu menunjukkan Soeharto mungkin merasa tidak perlu segera mengambil tindakan atau meremehkan ancaman yang ada.

Atau bisa jadi semua peristiwa yang terjadi sudah ia kondisikan bahkan skenariokan sedemikian rupa, sehingga PKI masuk perangkap kudeta gagal. Selanjutnya ia gebuk. Selanjutnya lagi, Bung Karno ia lucuti.

Teori Keterlibatan Soeharto

Setelah kudeta gagal itu, Soeharto yang sudah memegang Supersemar langsung melakukan penumpasan terhadap orang-orang yang dianggap PKI. Termasuk anak keturunannya yang tak boleh menjadi pegawai. Soeharto pun benar-benar menjadi musuh PKI. Bahkan hingga akhir hayatnya pada 2008.

Namun, selama itu pula Soeharto tak benar-benar bisa melepaskan dirinya dari persepsi publik bahwa ia bukan musuh PKI. Bahkan ada yang menyebut Soeharto kawan pentolan-pentolan PKI.

Soeharto juga belum benar-benar bisa membersihkan diri bahwa dirinya terlibat G3S/PKI bahkan diduga menjadi dalang dari kudeta gagal itu, dengan menjebak PKI ke dalam suatu perangkap.

Dikutip dari Kompas.com, 27 September 2024, Soeharto bahkan diduga menjadi salah satu dalang G30S/PKI.

Saat itu Soeharto memiliki pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) dan menjabat Panglima Kostrad (Pangkostrad).

Jabatan itu membuat Soeharto dipandang sebagai jenderal penting yang terlewatkan oleh para pelaku G30S/PKI. Dianggap sebagai jenderal penting karena Soeharto memiliki pasukan yang sebenarnya sangat bisa menggagalkan kudeta.

Sejarawan WF Wertheim menilai, Soeharto mempunyai kemungkinan besar berada di pihak yang berkomplot karena kurang puas terhadap kepemimpinan TNI AD yang tidak mampu menjawab tantangan PKI. Sebab itu, Soeharto menggunakan G30S/PKI sebagai sarana yang melibatkan PKI untuk memberikan dalih bagi TNI AD bertindak terhadap partai itu.

Dalam teori ini, kemungkinan Kepala Biro Chusus (BC) PKI (badan intelijen PKI) Sjam Kamaruzaman adalah pembantu Soeharto yang disusupkan ke PKI, bukan anggota PKI yang bertugas di TNI AD.

Teori ini juga didukung oleh kesaksian Kolonel Abdul Latief, salah satu tokoh kunci peristiwa G30S/PKI. Latief mengungkapkan, ia memberi tahu Soeharto soal rencana penculikan sejumlah jenderal, tetapi Soeharto tidak melakukan apa-apa.

Dengan demikian, dalam sekali gerakan G30S/PKI, Soeharto bisa menghancurkan pimpinan TNI AD yang mengecewakannya dan sekaligus PKI yang merupakan musuh TNI AD. Sekali tepuk dapat lalat dan nyamuk.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beberapa Perusahaan Berbasis Aplikasi Ojol, Umumkan THR untuk Mitra Pengemudi

Next Post

MUNGKINKAH 2025 SURPLUS BERAS 5 JUTA TON?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
Harga Beras Melesat Kayak Roket, Tembus Rp 25 Ribu Per Kg di Kota – Kota Tertentu

MUNGKINKAH 2025 SURPLUS BERAS 5 JUTA TON?

Surga, Neraka, dan Malu: Sebuah Tinjauan dari Perspektif Logika

Surga, Neraka, dan Malu: Sebuah Tinjauan dari Perspektif Logika

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...