S&P Global merilis laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mengalami penurunan tipis menjadi 51,2 pada Februari 2023 dari posisi Januari 2023 sebesar 51,3.
Jakarta – Fusilatnews – Ditengah turunnya indeks sektor manufaktur menunjukkan tren perbaikan sejak 18 bulan terakhir. Sedihnya tingkat kepercayaan diri bisnis mengalami penurunan ke posisi terendah dalam 33 bulan terakhir.
Laporan S&P Global mencatat, sektor manufaktur Indonesia masih menjaga laju pertumbuhan pada tingkat rendah tapi stabil pada pertengahan kuartal pertama tahun ini. Kenaikan produksi didukung oleh kenaikan permintaan baru dan penyelesaian penumpukan pekerjaan di bulan Februari. Di satu sisi, perusahaan industri juga tengah menaikkan aktivitas pembelian namun tetap hati-hati.
Economic Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan mengatakan, PMI Manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa kondisi sektor manufaktur terus membaik pada laju stabil dan berkelanjutan.
“Permintaan domestik dilaporkan menguat, mendukung pertumbuhan manufaktur output karena permintaan asing masih dalam pemulihan,” kata Pan dalam laporan, Rabu (1/3/2023).
meskipun indeks mengalami penurunan tipis, masih terdapat aspek positif lain yang berasal dari laporan terkini yang menjadi indikasi bahwa hambatan rantai pasokan terus berkurang. Waktu pengiriman dari pemasok lebih pendek untuk pertama kali dalam setahun, sementara inflasi biaya input juga menurun.
“Keduanya menggambarkan tekanan dari sisi pasokan berkurang. Ini juga membantu menjaga inflasi harga jual barang relatif ringan pada Februari dan memberikan ruang gerak bagi bank sentral untuk bermanuver,” kata dia.
Secara keseluruhan, sentimen industri bertahan positif di seluruh sektor manufaktur. Akan tetapi, yang menjadi catatan terjadi pernurunan kepercayaan diri bisnis ke posisi terendah dalam kurun waktu hampir tiga tahun sangat mengkhawatirkan.
“Ini merupakan kunci agar kondisi lebih baik, termasuk permintaan asing, untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri perusahaan,” katanya.
Purchasing Managers’ Index (PMI) adalah indeks arah tren ekonomi yang berlaku di sektor manufaktur dan jasa. Ini terdiri dari indeks difusi yang merangkum apakah kondisi pasar, seperti yang dilihat oleh manajer pembelian, berkembang, tetap sama, atau menyusut. Tujuan PMI adalah untuk memberikan informasi tentang kondisi bisnis saat ini dan masa depan kepada pengambil keputusan perusahaan, analis, dan investor
PMI disusun dan dirilis setiap bulan oleh Institute for Supply Management (ISM). PMI didasarkan pada survei bulanan yang dikirim ke eksekutif senior di lebih dari 400 perusahaan di 19 industri primer, yang ditimbang berdasarkan kontribusinya terhadap PDB.
PMI didasarkan pada lima bidang survei utama: pesanan baru, tingkat inventaris, produksi, pengiriman pemasok, dan pekerjaan. ISM menimbang masing-masing area survei ini secara merata. Survei mencakup pertanyaan tentang kondisi bisnis dan perubahan apa pun, apakah itu membaik, tidak berubah, atau memburuk.
Headline PMI adalah angka dari 0 hingga 100. PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pembacaan PMI di bawah 50 menunjukkan kontraksi, dan pembacaan pada 50 menunjukkan tidak ada perubahan. Semakin jauh dari 50 semakin besar tingkat perubahannya. PMI dihitung sebagai:
PMI = (P1 * 1) + (P2 * 0,5) + (P3 * 0)
Di mana:
P1 = persentase jawaban yang melaporkan peningkatan
P2 = persentase jawaban yang melaporkan tidak ada perubahan
P3 = persentase jawaban yang melaporkan kemunduran



















