• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Stabilitas di Atas Puing: Ketika Pemerintahan Baru Menghidupkan Mesin Lama yang Sudah Batuk-Batuk

Ali Syarief by Ali Syarief
November 17, 2025
in Aya Aya Wae, Economy, Feature
0
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tak ada yang lebih menarik dalam politik selain melihat pemerintah baru berlagak seperti suami muda yang menikahi janda kaya: penuh percaya diri, penuh rencana besar, tetapi diam-diam stres melihat tumpukan utang dan warisan masalah yang ikut masuk kamar. Itulah kira-kira situasi yang kini dihadapi pemerintahan Prabowo Subianto. Ia ingin berlari kencang, tetapi sandal yang diwariskan pemerintahan Jokowi sudah keburu bolong di mana-mana.

Dalam rapat kabinet pekan ini, negara kembali mengucapkan mantra-mantra klasik: stabilitas fiskal, disiplin anggaran, pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat. Tapi seperti biasa, kenyataan tidak pernah patuh pada retorika. Stabilitas yang diceritakan di podium itu seperti kue ulang tahun palsu di etalase: cantik dipandang, tapi tidak bisa dimakan.

Sementara pemerintah berkoar soal stimulus, publik justru sibuk bertanya: stimulus yang mana? Untuk siapa? Dan bagian mana yang sebenarnya stabil? Sebab pada waktu yang sama, negara ini masih harus membayar “biaya resepsi” dari pesta-pesta mahal era Jokowi:

  • Food Estate yang lebih mirip padang ilalang berbiaya triliunan,
  • Kereta Cepat yang kecepatannya kalah oleh pertumbuhan tagihan proyek,
  • IKN yang terus menelan APBN seperti lubang hitam, tanpa cahaya balik yang jelas.

Pemerintahan Prabowo tentu tak bisa memilih warisan—tak ada presiden yang boleh meminta “return policy” pada kebijakan pendahulunya. Tetapi rakyat tetap berhak mempertanyakan: kenapa pemerintah baru ini tampak begitu rajin mendandani reruntuhan itu alih-alih membersihkannya?

Versi resmi pemerintah menyebut ini “melanjutkan pembangunan”. Versi rakyat menyebut ini “jebakan Batman fiskal”. Versi lebih sinis mungkin akan berkata: “negara sedang mengecat tembok retak agar tidak kelihatan pas difoto.”


Dalam dokumen internal yang dibahas di kabinet (yang tentu tidak akan diumumkan kecuali bocor), pemerintah tampaknya paham betul bahwa ruang fiskal Indonesia kini selebar saku celana yang habis dicuci berkali-kali. Namun alih-alih mengakui kenyataan itu, pemerintah memilih berputar melalui bahasa-bahasa teknokratis yang sopan: “optimalisasi prioritas”, “sinkronisasi program”, “efisiensi lintas sektor”—padahal terjemahan kasarnya adalah: “tolong sabar, uangnya terbatas, tapi proyeknya kebanyakan.”

Di sinilah aroma satir menjadi sangat wangi. Pemerintah bicara efisiensi, tetapi proyek-proyek warisan yang tidak terbukti manfaatnya kekal dan suci, tak boleh disentuh audit. IKN, misalnya, telah naik pangkat menjadi semacam situs ziarah fiskal: semua orang wajib mengaguminya, tapi tak seorang pun boleh bertanya berapa ongkos sebenarnya. Apalagi bertanya: siapa yang menikmati hasilnya?

Sementara itu, program-program kecil yang justru menyentuh rakyat—bantuan UMKM, subsidi pangan, pemberdayaan desa—diperas untuk mencari “ruang anggaran”. Negara tampaknya berusaha menghemat dengan logika restoran mahal: memangkas gaji pelayan, tapi tetap memesan lobster.


Dalam investigasi terhadap dinamika fiskal awal pemerintahan baru ini, satu pola mencolok: pemerintah sedang terjebak antara ambisi dan realitas. Ambisi ingin tampil sebagai rezim yang kuat, cepat, tegas. Realitas menampakkan laporan warisan yang penuh catatan merah: pembengkakan proyek, kredit macet BUMN, komitmen pembiayaan yang belum dibayar, hingga utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo.

Tetapi pemerintah memilih strategi yang sudah lama dipakai birokrasi: menguatkan narasi sebelum memperbaiki keadaan. Stabilitas menjadi lelucon berkala—disebutkan tiap minggu, tapi tidak pernah benar-benar hadir di pasar, ruang makan, dan dompet rakyat.

Masalah terbesar bukan pada jargon yang diulang, tetapi pada keengganan untuk menempatkan jarinya pada sumber luka. Pemerintah Prabowo belum menunjukkan keberanian untuk berkata:
“Ini salah kebijakan sebelumnya dan kini kita harus membersihkannya.”

Padahal, itu justru kalimat yang paling ditunggu publik.

Sebab pertumbuhan ekonomi bukan hasil dari konferensi pers. Ia lahir dari keberanian mengakui kesalahan struktural, membongkar program yang membebani, dan merumuskan ulang dasar fiskal tanpa topeng warisan.


Stabilitas sejati bukanlah yang dipresentasikan di layar LCD rapat kabinet.
Ia adalah apa yang dirasakan rakyat ketika membeli beras, membayar listrik, atau menahan napas melihat tagihan bulanan.

Dan selama pemerintah baru masih sibuk menambal dengan cat politis apa yang sebenarnya retak sejak lama, maka stabilitas hanya akan menjadi satu lagi warisan yang tidak pernah selesai—pindah tangan dari satu presiden ke presiden berikutnya, seperti meja tua yang disembunyikan setiap kali tamu datang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Swasembada atau Ketahanan? Menembus Titik Rawan Pangan Indonesia

Next Post

Diplomasi Kopi Pahit: Lawatan Prabowo ke Australia dan Bayang-Bayang Ketergantungan Baru

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Diplomasi Kopi Pahit: Lawatan Prabowo ke Australia dan Bayang-Bayang Ketergantungan Baru

Diplomasi Kopi Pahit: Lawatan Prabowo ke Australia dan Bayang-Bayang Ketergantungan Baru

Helwa Bachmid Bongkar Pernikahan Sirinya dengan Habib Bahar bin Smith — Setahun Disembunyikan, Ditelantarkan Saat Hamil, dan Tak Dinafkahi

Helwa Bachmid Bongkar Pernikahan Sirinya dengan Habib Bahar bin Smith — Setahun Disembunyikan, Ditelantarkan Saat Hamil, dan Tak Dinafkahi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist