• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Standar Nasional Kesehatan Versi Warga Miskin

Ali Syarief by Ali Syarief
June 13, 2025
in Feature, Health
0
Standar Nasional Kesehatan Versi Warga Miskin
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bang Madun hanya tertawa kecil. Tawa yang lebih mirip batuk kering akibat terlalu lama menghirup debu jalanan dan asap kendaraan yang tak pernah benar-benar beristirahat di kawasan utara Jakarta. Di balik dinding seng yang berkarat, ia duduk bersandar di kasur tipis yang sudah tak jelas warnanya, sambil memegangi pinggang yang katanya “sedikit kaku.”

“Bukan sakit,” katanya. “Cuma kurang enak badan.”

Di kampung ini, “sakit” adalah sebuah kata sakral. Tak sembarang orang bisa memakainya. Di antara deret rumah petak berukuran 3×3 meter, dengan atap bocor dan dinding rembes, sakit bukanlah kondisi medis—ia adalah nasib.

Ilustrasi konkret datang dari warung kopi di ujung gang. Seorang pria tua, mengenakan kaus bertuliskan “Kebersihan Sebagian dari Iman” yang sudah lusuh, berjalan terpincang sambil membawa ember air cucian baju. Ketika ditanya kenapa kakinya bengkak, ia hanya menjawab ringan:
“Paling asam urat. Tapi kagak papa, masih bisa ngangkat galon.”

Seseorang baru berhak disebut sakit bila ia sudah tidak bisa berdiri. Bila tangan tak mampu lagi mengangkat sendok, apalagi mencari nafkah. Bila tubuh terkapar, hanya bisa menatap langit-langit seng sambil menghitung sisa napas. Sakit kepala, nyeri sendi, mual, hingga demam? Ah, itu hanya bagian dari hidup. Sehari-hari. Tak layak dibesar-besarkan.

“Kalau masih bisa jalan ke warung, ya belum sakit,” ujar Mpok Narti, tetangga Bang Madun yang biasa jualan gorengan dari jam lima pagi. Ia mengaku hanya sekali ke puskesmas dalam sepuluh tahun terakhir—itu pun karena dipaksa tetangga, setelah jatuh pingsan di dapur.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hanya sekitar 30 persen warga di kelompok pendapatan terendah yang memiliki akses reguler ke fasilitas kesehatan. Sisanya lebih percaya pada ramuan warung, gosokan minyak kayu putih, dan… doa.

Di sisi lain, pemerintah mengklaim sistem kesehatan nasional terus membaik. “Kita mencatat peningkatan kualitas layanan dan penurunan beban penyakit,” ujar seorang pejabat Kementerian Kesehatan dalam siaran pers awal tahun ini. Ia mengutip penurunan jumlah kunjungan ke rumah sakit sebagai indikator keberhasilan.

Tapi Bang Madun punya tafsir sendiri.

“Iya, soalnya kami makin takut ke rumah sakit. Takut tagihannya, bukan dokternya.”

Di sinilah standar baru kesehatan nasional tanpa disadari sedang disusun. Di tengah kebijakan-kebijakan besar yang membanggakan istilah “transformasi kesehatan nasional”, warga seperti Bang Madun dan Mpok Narti justru menjadi pionir definisi baru: kesehatan adalah kemampuan untuk tetap hidup, meski seluruh badan memberi sinyal sebaliknya.

Ironisnya, tak ada penghargaan untuk standar ketahanan luar biasa ini. Tak ada penelitian mendalam dari kampus-kampus besar yang biasanya sibuk menghitung indeks kesehatan masyarakat dari balik ruang ber-AC. Tak ada konferensi pers yang mengutip data mereka—mereka yang diam-diam mendefinisikan ulang arti sehat dan sakit dengan tubuh mereka sendiri.

Kalau sakit adalah kemewahan, maka sehat adalah ilusi yang dipaksakan.

“Kami nggak bisa sakit, Bang. Mahal,” kata Bang Madun sambil tertawa lagi. Tawa yang kali ini terdengar lebih pahit dari kopi sachet yang ia seduh dengan air bekas cucian beras.


Di negeri yang katanya tumbuh ekonomi digital dan fasilitas kesehatan makin maju, sebagian warganya masih harus bernegosiasi dengan rasa ngilu dan meriang sebagai bagian dari rutinitas. Mereka belum benar-benar dianggap bagian dari narasi kemajuan. Tapi mungkin, di suatu tempat, ada menteri yang bangga karena tingkat kunjungan ke rumah sakit menurun drastis. Barangkali ia lupa bahwa sebagian warga sudah menyerah bahkan sebelum masuk ruang tunggu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PUTUSAN TANPA SIDANG, KONSTITUSI TANPA RAKYAT

Next Post

Jokowi Ketum PSI? Kok Bisa?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak
Feature

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa
Feature

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat
Feature

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Next Post
Tanggapan Jokowi Atas Gagalnya Kaesang Nyawagub di Pilgub Jateng

Jokowi Ketum PSI? Kok Bisa?

Transjakarta Lakukan Penyesuaian 54 Rute Selama Jakarta International Marathon 2025

Transjakarta Lakukan Penyesuaian 54 Rute Selama Jakarta International Marathon 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026
Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

Tip Agar Tidak Cepat Menjadi Tua: Jangan Berhenti Bergerak

May 17, 2026
Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

Jangan Ikuti Usul Menag RI: Lakukan Kurban Seperti Biasa

May 17, 2026
SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

SuperSense di Indonesia: Ketika Kita Mempercayai Sesuatu yang Tak Terlihat

May 17, 2026
Politik Medsos, “Gemoy,” dan Jebakan Rot Brain

Prabowo & Keledai

May 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

Konsumsi Beras di Jepang Turun 6 Persen, Sentuh Titik Terendah dalam Tujuh Tahun

May 17, 2026
BREAKING NEWS  Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

BREAKING NEWS Rupiah Tembus Rp17.600, Jatuh Terpuruk Paling Rendah, The Economist Soroti Risiko Ekonomi di Era Prabowo

May 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist