• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Surplus Beras: Antara Prestasi dan Ilusi Ketahanan Pangan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 12, 2025
in Economy, Feature
0
Bapanas Berencana Impor Beras 1 Juta Ton dari Negara Mana coba?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastroatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Surplus beras secara umum diartikan sebagai kondisi ketika produksi beras nasional melebihi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Artinya, jumlah beras yang diproduksi lebih banyak daripada yang dibutuhkan masyarakat. Peningkatan produksi yang signifikan akan melahirkan surplus.

Surplus beras membawa dampak positif seperti meningkatnya cadangan nasional, potensi penurunan harga, serta peluang ekspor. Beras tak hanya menjadi kebutuhan domestik, tapi juga bisa menjadi komoditas strategis yang menguntungkan di pasar global.

Sebaliknya, defisit beras terjadi saat produksi tidak mencukupi kebutuhan konsumsi. Akibatnya, stok nasional menipis, harga beras naik, dan pemerintah terpaksa melakukan impor. Inilah realitas klasik dalam dinamika ketahanan pangan nasional yang rentan oleh banyak faktor, terutama iklim dan kebijakan.

Fenomena surplus dan defisit beras bukanlah hal baru. Banyak negara mengalaminya, sebagaimana halnya fluktuasi antara ekspor dan impor beras. Maka tak heran, ketika Indonesia berhasil meningkatkan produksi secara signifikan, negara-negara lain pun tertarik untuk mengimpor beras dari kita.

Mengawali masa jabatannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ambisi besar: mewujudkan swasembada pangan. Program ini masuk sebagai prioritas utama pemerintahannya. Optimisme pun dibangun bahwa Indonesia akan sanggup mewujudkannya.

Dan tampaknya, keberuntungan berpihak. Di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, panen raya padi menghasilkan lonjakan produksi nasional yang terukur dan signifikan. Proyeksi menyebut angka produksi bisa mencapai 34,6 juta ton beras—rekor baru dalam sejarah pertanian kita.

Dengan pencapaian itu, cadangan beras pemerintah diperkirakan menembus angka 4 juta ton. Beberapa pejabat bahkan menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami surplus beras antara 4 hingga 5 juta ton. Ini menjadi capaian yang layak dibanggakan. Sebuah prestasi besar yang jarang dicapai pemerintahan sebelumnya.

Tak kalah mengejutkan adalah pernyataan berani pemerintah: mulai tahun ini, Indonesia akan menghentikan impor beras. Sebuah langkah besar, mengingat selama ini impor selalu menjadi “penolong darurat” di saat produksi nasional kolaps.

Namun, pertanyaannya: Apakah surplus ini akan langgeng? Apakah ini benar-benar hasil dari strategi matang dan sistem pertanian yang kokoh? Atau sekadar efek dari keberuntungan musiman?

Pertanyaan-pertanyaan ini krusial. Pasalnya, keberhasilan panen kali ini mungkin ditopang oleh faktor eksternal seperti iklim dan cuaca yang bersahabat. Bisa juga karena keberpihakan pemerintah saat ini terhadap sektor pertanian begitu besar.

Tapi bagaimana bila musim berikutnya disergap El Niño atau La Niña? Bagaimana jika pemerintahan berikutnya tak lagi menaruh perhatian pada sektor pertanian? Bagaimana jika elite-elite birokrasi kehilangan komitmennya terhadap pembangunan pertanian yang tangguh?

Kita pernah punya pengalaman pahit. Baru dua tahun lalu, Indonesia didera El Niño yang membuat stok beras terguncang. Tahun 2024 kita terpaksa mengimpor 4,5 juta ton beras. Pemerintah waktu itu seperti kebingungan, tak siap menghadapi ancaman krisis pangan.

Jangan sampai prestasi hari ini menjadi euforia sesaat. Surplus beras harus dijaga dan dipertahankan melalui kebijakan jangka panjang, inovasi teknologi pertanian, dan perlindungan petani. Jangan biarkan kita kembali tergelincir menjadi importir beras karena ketidaksiapan dan pengabaian.

Mari jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran. Jangan sampai kebakaran jenggot lagi saat badai datang. Kita harus memastikan bahwa surplus hari ini bukan fatamorgana, tapi benar-benar awal dari kemandirian pangan sejati.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Rungkad Entek-Entekan”: Analogi Hidup Jokowi di Ujung Kekuasaan

Next Post

Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering

Mengkultuskan Jokowi sebagai Nabi: Membakar Dupa di Atas Jerami Kering

Why do you bring people to death here?” Peringatan Keras untuk Tata Kelola Haji Indonesia 2025 –

Why do you bring people to death here?” Peringatan Keras untuk Tata Kelola Haji Indonesia 2025 -

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...