• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Susno: Negara Yang Punya Rakyat….

Ali Syarief by Ali Syarief
December 22, 2025
in Birokrasi, Feature
0
LBP: Golkar Seperti Sedang Jual Diri ke Mana-mana
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sebuah cuitan keras datang dari Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Tanpa basa-basi, ia menohok langsung pusat persoalan:

“LBP bertahan agar Bandara Morowali tetap dikelola oleh China, kalau tidak, … emang yang punya negara ini dia sendiri? Negara yang punya rakyat.”

Kalimat singkat itu meledak seperti tamparan keras di wajah kekuasaan. Bukan karena bahasanya kasar, melainkan karena ia menampar inti masalah yang selama ini dihindari: soal kedaulatan, soal rasa memiliki negara, dan soal elite yang bertindak seolah republik ini adalah milik pribadi.

Sikap Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang ngotot mempertahankan pengelolaan Bandara Morowali di tangan China bukan sekadar perkara investasi atau teknis manajemen bandara. Ini adalah soal yang jauh lebih mendasar: siapa sesungguhnya pemilik negeri ini?

Apakah Republik Indonesia adalah milik segelintir elite kekuasaan yang merasa berhak menentukan arah bangsa tanpa mendengar suara rakyat? Ataukah negara ini benar-benar milik rakyat, sebagaimana amanat konstitusi yang selama ini lantang dibacakan dalam upacara, tetapi kerap sunyi dalam praktik?

Logika Kekuasaan yang Terbalik

Bandara bukan sekadar bangunan dengan landasan pacu. Ia adalah infrastruktur strategis, pintu masuk wilayah, simpul ekonomi, sekaligus simbol kedaulatan negara. Ketika pengelolaannya dipertahankan agar tetap berada di tangan asing—dengan dalih efisiensi, investasi, atau stabilitas—yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan adalah martabat negara.

Logika yang dibangun LBP terasa terbalik. Alih-alih bertanya apakah negara sudah cukup kuat dan mampu mengelola asetnya sendiri, yang muncul justru ketakutan kehilangan kepercayaan investor asing. Seolah-olah tanpa China, Morowali akan runtuh. Seolah-olah bangsa ini tak punya insinyur, manajer, atau BUMN yang sanggup berdiri di kaki sendiri.

Ini bukan lagi soal pragmatisme ekonomi. Ini adalah mental ketergantungan yang dilembagakan.

Negara Rasa Perusahaan

Cara pandang semacam ini mencerminkan bagaimana negara diperlakukan layaknya perusahaan milik pribadi, di mana keputusan strategis ditentukan oleh segelintir direksi, bukan melalui mekanisme demokratis dan kepentingan publik. Rakyat hanya ditempatkan sebagai penonton, atau lebih buruk lagi: sebagai beban yang dianggap tak paham soal bisnis besar.

Padahal, negara bukan PT. Republik Indonesia bukan warisan keluarga, bukan pula saham mayoritas milik investor asing. Negara ini dibangun dari darah, keringat, dan nyawa rakyatnya. Maka setiap jengkal tanah, setiap pelabuhan, setiap bandara—terutama yang strategis—harus tunduk pada satu prinsip: sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Morowali dan Paradoks Kedaulatan

Morowali kerap dipamerkan sebagai etalase keberhasilan hilirisasi. Namun di balik gemerlap nikel dan angka pertumbuhan, tersimpan paradoks besar: daerah kaya sumber daya, tapi kedaulatan pengelolaan justru terlepas dari tangan bangsa sendiri.

Ketika bandara Morowali dipertahankan agar tetap dikelola China, pesan yang sampai ke publik sangat jelas: negara ini ragu pada dirinya sendiri. Lebih percaya pada asing ketimbang pada anak bangsanya.

Ironisnya, keraguan itu datang dari mereka yang paling lantang bicara soal nasionalisme di panggung-panggung resmi.

Pertanyaan yang Tak Pernah Dijawab

Yang membuat publik geram bukan semata keputusannya, melainkan sikap arogan yang menyertainya. Nada seolah-olah keputusan sudah final, rakyat tak perlu banyak tanya. Kritik dianggap gangguan. Keberatan diposisikan sebagai anti-investasi.

Di titik inilah pertanyaan sederhana namun mendasar layak diajukan:

Memang negara ini milik siapa?

Jika negara ini milik rakyat, mengapa suara rakyat selalu ditempatkan paling akhir? Mengapa kedaulatan justru dinegosiasikan dengan pihak asing, sementara publik diminta memahami, menerima, dan diam?

Penutup: Mengingatkan Kekuasaan

Kritik terhadap LBP bukan serangan personal. Ini adalah peringatan moral bahwa kekuasaan dalam republik memiliki batas. Bahwa jabatan bukan lisensi untuk menentukan nasib bangsa secara sepihak. Bahwa rakyat bukan objek, melainkan subjek utama negara.

Jika elite terus bertanya apa untungnya bagi investor, maka rakyat berhak bertanya balik: apa untungnya bagi kami?

Karena pada akhirnya, negeri ini bukan milik penguasa. Negara ini milik rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jelang Ramadhan, Bupati Aceh Utara Dorong Percepatan Hunian Sementara Korban Banjir

Next Post

Yang Membawamu Masuk Surga, Bukan Sholat dan Do’amu — Tapi Akhlak dan Amalmu

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Tragedi di Gurun Jumum: Nyawa yang Gugur di Balik Visa Nonprosedural

Yang Membawamu Masuk Surga, Bukan Sholat dan Do’amu — Tapi Akhlak dan Amalmu

ONGKANG-ONGKANG DI ATAS AWAN, MENGGELEPAR DI DASAR LUMPUR Potret Ketimpangan yang Masih Menganga di Negeri Ini

ONGKANG-ONGKANG DI ATAS AWAN, MENGGELEPAR DI DASAR LUMPUR Potret Ketimpangan yang Masih Menganga di Negeri Ini

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist