• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

ONGKANG-ONGKANG DI ATAS AWAN, MENGGELEPAR DI DASAR LUMPUR Potret Ketimpangan yang Masih Menganga di Negeri Ini

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 22, 2025
in Economy, Feature
0
ONGKANG-ONGKANG DI ATAS AWAN, MENGGELEPAR DI DASAR LUMPUR Potret Ketimpangan yang Masih Menganga di Negeri Ini
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Cobalah kita cermati dengan jujur dan kepala dingin, apa sesungguhnya makna dari ungkapan: “si kaya ongkang-ongkang kaki di atas awan, sementara si miskin menggelepar di dasar lumpur”?

Ungkapan ini bukan sekadar metafora puitik. Ia adalah potret telanjang tentang realitas ketimpangan ekonomi yang terjadi di hadapan mata kita. Sebuah gambaran ekstrem tentang jurang yang memisahkan mereka yang hidup dalam limpahan kemewahan dengan mereka yang bahkan untuk sekadar bertahan hidup harus berjibaku setiap hari.

Si kaya yang ongkang-ongkang di atas awan melambangkan kelompok masyarakat yang hidup nyaman, aman, dan serba berkecukupan. Mereka seolah melayang jauh dari realitas getir kehidupan: tanpa kecemasan soal biaya pendidikan, kesehatan, atau hari esok. Sebaliknya, si miskin yang menggelepar di dasar lumpur adalah mereka yang terjebak dalam kemiskinan struktural—berjuang tanpa pegangan, sulit bergerak, dan nyaris mustahil keluar dari pusaran kesulitan.

Ungkapan ini menegaskan satu hal: ketimpangan ekonomi menciptakan perbedaan kualitas hidup yang sangat tajam, bahkan nyaris tidak manusiawi. Yang satu hidup dengan segala kemudahan, yang lain dipaksa bertarung dengan keterbatasan yang seolah diwariskan dari generasi ke generasi.

Kondisi ketimpangan di Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rasio gini Indonesia pada Maret 2025 sebesar 0,375, menurun dibandingkan September 2024 yang berada di angka 0,381. Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan pengeluaran penduduk secara nasional memang mengalami perbaikan.

Namun, di balik angka nasional tersebut, terdapat fakta lain yang tidak bisa diabaikan. Sejumlah provinsi justru mencatat rasio gini di atas angka nasional, antara lain:

  • DKI Jakarta: 0,441

  • DI Yogyakarta: 0,426

  • Jawa Barat: 0,416

  • Papua Selatan: 0,412

  • Papua: 0,404

  • Gorontalo: 0,392

  • Kepulauan Riau: 0,382

Ketimpangan juga masih terasa kuat antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada Maret 2025, rasio gini di perkotaan tercatat 0,395, sementara di perdesaan 0,299. Meski ada tren perbaikan, kesenjangan akses terhadap layanan dasar—pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—masih menjadi persoalan mendasar.

Akar persoalan ketimpangan di Indonesia setidaknya bersumber pada beberapa hal utama. Pertama, distribusi kekayaan yang tidak merata, di mana sebagian kecil penduduk menguasai sebagian besar aset nasional. Kedua, ketimpangan kesempatan pendidikan, terutama dalam akses terhadap pendidikan berkualitas. Ketiga, kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya mampu menjangkau kelompok paling rentan secara adil. Keempat, ketidaksetaraan akses terhadap modal, teknologi, dan sumber daya ekonomi lainnya.

Dalam praktiknya, ketimpangan ekonomi melahirkan berbagai dampak serius. Akses masyarakat miskin terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan pekerjaan layak menjadi sangat terbatas. Ketimpangan juga berpotensi meningkatkan tingkat kriminalitas serta menciptakan kesenjangan sosial yang memicu konflik dan disharmoni di tengah masyarakat.

Pemerintah sejatinya telah mengambil sejumlah langkah untuk mempersempit jurang ketimpangan tersebut. Di antaranya melalui penerapan pajak progresif, berbagai program bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan Kartu Sembako, serta peningkatan akses pendidikan dan pelatihan melalui PIP dan Kartu Prakerja. Pembangunan infrastruktur dasar, penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk daerah tertinggal, serta dukungan terhadap UMKM melalui KUR dan pelatihan kewirausahaan juga terus digulirkan.

Namun demikian, harus diakui bahwa upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya menutup jurang yang terlanjur menganga. Tantangan ke depan bukan sekadar menurunkan angka statistik, melainkan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif, adil, dan berkelanjutan—tidak hanya mengangkat yang sudah di atas awan, tetapi juga menarik mereka yang terperosok di dasar lumpur.

Semoga tulisan ini menjadi bahan perenungan kita bersama.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yang Membawamu Masuk Surga, Bukan Sholat dan Do’amu — Tapi Akhlak dan Amalmu

Next Post

Mengapa Kita Memilih Tetap Percaya Prabowo?

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Cara Prabowo Menjatuhkan Grace Natalie: Aib di Tengah Panggung Politik

Mengapa Kita Memilih Tetap Percaya Prabowo?

Empat Kritik dan Pesan untuk Kesuksesan Diplomasi Indonesia

Empat Kritik dan Pesan untuk Kesuksesan Diplomasi Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...