• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Kita Memilih Tetap Percaya Prabowo?

fusilat by fusilat
December 22, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Cara Prabowo Menjatuhkan Grace Natalie: Aib di Tengah Panggung Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Daniel Mohammad Rosyid – Rosyid College of Arts

Gelombang delegitimasi terhadap Presiden Prabowo Subianto mencuat seiring penanganan bencana hidro-meteorologis yang bersifat sekaligus antropogenik. Pemerintahan Prabowo kerap dijadikan sasaran tunggal kritik, seolah-olah seluruh malapetaka lingkungan yang terjadi adalah produk kebijakannya semata. Cara pandang ini menyesatkan, karena mengaburkan akar persoalan yang jauh lebih dalam: maladministrasi publik dalam pengelolaan perkebunan dan pertambangan yang telah berlangsung lama dan meluas sejak diberlakukannya UUD hasil perubahan 10 Agustus 2002.

Maladministrasi publik tersebut berbuah malapetaka lingkungan. Pengawasan negara nyaris lumpuh. DPR, DPD, organisasi kemasyarakatan, dan kampus gagal menjalankan peran korektifnya. Legislatif ibarat “sakit gigi”, sementara para ulama dan profesor dibungkam—atau lebih tepatnya memilih menjadi setan bisu. Ironisnya, ketika dampak kerusakan lingkungan menampakkan wujudnya, kita justru diarahkan untuk menyalahkan Prabowo. Sikap inilah yang kini ditiupkan oleh para perusak lingkungan yang ingin mencuci tangan dari dosa-dosa struktural mereka.

Pilihan kami kepada Prabowo sejak Pilpres langsung 2014 didasarkan pada pembacaan terhadap pola hidup dan konsistensi sikap politiknya, sejauh yang dapat kami ketahui. Bagi kami, Jokowi sedang nglakoni lakon Petruk Dadi Ratu. Berbeda dengan Prabowo yang mendirikan dan membesarkan Gerindra sebagai kendaraan politiknya sendiri, Jokowi melesat out of nowhere: dari Wali Kota Solo, lalu Gubernur DKI Jakarta—dua jabatan yang tidak pernah diselesaikannya—hingga menjadi Presiden selama sepuluh tahun. Lompatan ini bukan sekadar kisah sukses personal, melainkan sebuah maladministrasi publik berjamaah yang dimungkinkan oleh UUD hasil perubahan 10/8/2002, ketika partai politik memonopoli politik secara radikal.

Karena itu, menyalahkan Jokowi seorang diri atas kerusakan bangsa ini bukan saja keliru dan tidak bertanggung jawab, tetapi juga menyesatkan. Masalah utamanya adalah sistem. Kita kerap bereaksi secara reaktif terhadap apa yang disajikan media massa tanpa pendalaman, terjebak dalam logika post-truth. Isu-isu sensasional—seperti polemik ijazah Jokowi—mendominasi ruang publik dan membuat kita lupa pada problem sistemik yang terus dibiarkan: kegagalan gerakan reformasi, kegagalan UUD perubahan 2002, dan kegagalan memastikan bonus demografi benar-benar menjadi berkah demografi pada 2045.

Kami mencurigai hiruk-pikuk media ini sebagai operasi bendera palsu kaum sekuler radikal, agar bangsa ini lupa pada norma-norma dasar kehidupan bernegara: Pancasila, serta strategi untuk mewujudkan amanah para ulama pendiri bangsa, yaitu UUD 18 Agustus 1945. Norma-norma tersebut dikubur di bawah kaki kaum sekuler kiri dan liberal radikal, dengan memanfaatkan para nasionalis sebagai useful idiots. Bahkan, umat Islam dituduh masih menyimpan agenda mengganti UUD 1945 dengan syariah dan khilafah, sementara agenda membangun politik Islam secara konstitusional justru dihapuskan dari ruang publik.

Dalam pandangan kami, Jokowisme adalah pencapaian paling ikonik kaum sekuler radikal melalui UUD hasil perubahan besar-besaran dan ugal-ugalan itu. Ironisnya, para die hard pendukung Jokowi sendiri—seperti Gunawan Mohamad, Ikrar Nusa Bakti, dan banyak profesor—kini menyesalkan matinya demokrasi di tangan Jokowi. Mimpi demokrasi kaum reformis justru melahirkan korporatokrasi dan duitokrasi, di mana uang menjadi oksigen politik Republik ini. Inilah jagat politik yang diwariskan Jokowi kepada Prabowo.

Karena itu, penting bagi kita menepis delegitimasi terhadap Prabowo sebagai presiden, agar ia tetap memiliki keberanian politik untuk kembali menggunakan UUD 18 Agustus 1945 sebagai strategi pokok mengatasi Paradoks Indonesia: negara yang kaya, tetapi rakyatnya miskin. Saya menambahkan satu paradoks lain: negara dengan mayoritas umat Islam, tetapi terus ditakut-takuti dengan tuduhan bahwa Islam anti-Pancasila.

Politik pada hakikatnya adalah power game. Sikap tokoh-tokoh Muslim dalam permainan kekuasaan ini akan memengaruhi sikap politik Prabowo dan bahkan perilaku oligarki penikmat korporatokrasi. Umat Islam perlu menampilkan diri sebagai mitra konstruktif bagi pemerintahan Prabowo. Umat Islam tidak boleh lagi membiarkan politik dimonopoli oleh partai-partai politik. Politik Islam adalah sah dan layak diperjuangkan secara konstitusional, agar Republik ini tidak terus dibajak oleh bandit, badut, dan bandar politik yang membegal cita-cita kemerdekaan: merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Bersikap pasif—atau lebih buruk lagi, mengolok-olok Prabowo—hanya akan memperkuat posisi oligarki yang terus berusaha melumat Republik ini.

Surabaya, Ahad, 21 Desember 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ONGKANG-ONGKANG DI ATAS AWAN, MENGGELEPAR DI DASAR LUMPUR Potret Ketimpangan yang Masih Menganga di Negeri Ini

Next Post

Empat Kritik dan Pesan untuk Kesuksesan Diplomasi Indonesia

fusilat

fusilat

Related Posts

DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung
News

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan
Feature

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Next Post
Empat Kritik dan Pesan untuk Kesuksesan Diplomasi Indonesia

Empat Kritik dan Pesan untuk Kesuksesan Diplomasi Indonesia

Biarkan Pers dan TNI Masuk ke Daerah Bencana: Jangan Bungkam Pers, Demi Verifikasi Kebenaran

Biarkan Pers dan TNI Masuk ke Daerah Bencana: Jangan Bungkam Pers, Demi Verifikasi Kebenaran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist