• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

SWASEMBADA PANGAN: ANTARA JANJI POLITIK DAN REALITAS SAWAH KERING

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 27, 2025
in Economy, Feature
0
Ketahanan Pangan Jawa Barat: Istimewa atau Sekadar Slogan?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Sebagaimana ramai diberitakan di berbagai media, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa swasembada pangan bukan hal yang sulit dicapai dan optimistis hal itu akan terwujud dalam waktu dekat. Dengan penuh keyakinan ia menegaskan, “Swasembada itu mudah, seperti mengutarakan telapak tangan — bukan membaliknya.”

Amran menyoroti bahwa tanda-tanda swasembada pangan Indonesia sudah mulai tampak, khususnya pada beras. Lembaga internasional sekelas Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) bahkan memprediksi produksi beras Indonesia akan meningkat signifikan pada 2025. Sebuah pengakuan yang patut diapresiasi, sebab menunjukkan hasil nyata dari kerja keras petani dan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras nasional.

Namun perlu diingat, pangan bukan hanya beras. Ada kedelai, daging sapi, bawang putih, dan berbagai komoditas strategis lain yang hingga kini masih harus diimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal, pemerintah sudah lama berikhtiar mencapai swasembada di sektor-sektor tersebut.

Pertanyaan kritis pun muncul: benarkah mencapai swasembada kedelai atau daging sapi semudah membalik telapak tangan? Rasanya tidak. Sepuluh tahun lalu pemerintah pernah menggembar-gemborkan jargon Swasembada PAJALE (Padi, Jagung, Kedelai). Faktanya, hingga kini kita belum juga mencapai swasembada kedelai.

Untuk beras, kita patut memberi acungan jempol. Peningkatan produksi dan produktivitas membuat cadangan beras pemerintah menguat, dan impor bisa dihentikan mulai 2025. Dalam konteks ini, proklamasi swasembada beras memang pantas dikumandangkan.

Namun istilah “swasembada pangan” sendiri adalah lagu lama. Menariknya, meski lagu itu sudah sering diputar, nadanya masih merdu didengar. Dalam kampanye Pilpres 2024 lalu, pasangan Prabowo–Gibran memasukkan program swasembada pangan, energi, dan air ke dalam 17 program prioritas mereka.

Kini, setelah setahun memimpin, tak salah bila publik mulai menagih janji itu. Namun perlu dicatat: dalam konteks kekinian, program swasembada pangan lebih tepat disebut sebagai bahasa politik ketimbang bahasa pembangunan. Bahasa politik sarat nilai idealisme, sementara bahasa pembangunan berpijak pada realitas di lapangan. Akibatnya, wacana swasembada pangan sering berada di wilayah “abu-abu” antara mimpi dan kenyataan.

Pangan, khususnya beras, adalah nadi kehidupan bangsa. Awal 2024 menjadi bukti pahit ketika Indonesia mengalami “darurat beras”: produksi menurun, harga melonjak, dan rencana impor membengkak. Situasi ini menggambarkan betapa rapuhnya ketahanan pangan kita, bahkan hanya karena sedikit gangguan iklim atau kebijakan.

Undang-Undang Pangan menegaskan pentingnya mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Namun ketiganya hanya dapat dicapai jika swasembada benar-benar terwujud. Pertanyaannya: kapan?

Jika swasembada pangan dimaknai sebagai kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara mandiri, maka tugas yang diemban Prabowo–Gibran sungguh berat. Dalam kurun lima tahun, target itu tampaknya mustahil tercapai, apalagi di tengah kondisi ekonomi, iklim, dan tata kelola pertanian yang masih banyak masalah.

Secara sederhana, swasembada pangan adalah hasil penjumlahan dari swasembada beras, jagung, kedelai, daging sapi, gula, dan bawang putih. Sayangnya, sebagian besar komoditas itu masih jauh dari kata “swasembada.”

Iklim ekstrem akibat El Nino dan La Nina menambah kesulitan. Meski pemerintah berupaya keras meningkatkan produksi, bila cuaca tidak bersahabat, semua rencana bisa berantakan. Pengalaman pahit beberapa waktu lalu seharusnya menjadi pelajaran berharga. Kebutuhan beras meningkat tajam, baik untuk cadangan pemerintah maupun program bantuan sosial. Di sinilah pentingnya perencanaan pangan yang utuh, holistik, dan komprehensif.

Swasembada beras kini menjadi harga mati jika bangsa ini ingin memiliki ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan yang berkualitas. Namun semua itu tak cukup hanya dengan kemauan politik — perlu tindakan politik yang nyata.

Pemerintah tidak boleh setengah hati. Sepuluh penyebab turunnya produksi harus segera dibenahi. Pupuk harus tersedia tepat waktu, benih unggul tahan iklim ekstrem harus disiapkan, jaringan irigasi harus diperbaiki, dan alat mesin pertanian perlu diremajakan. Penyuluh pertanian lapangan pun harus ditambah sesuai kebutuhan.

Yang juga tak kalah penting: hentikan praktik kotor di tubuh Kementerian Pertanian. Kasus korupsi, pemerasan, gratifikasi, dan pencucian uang yang menyeret pejabat tinggi Kementan menjadi tamparan keras bagi moral bangsa. Kejahatan seperti ini bukan hanya mencoreng wajah birokrasi, tapi juga menghambat cita-cita mulia swasembada pangan.

Swasembada pangan memang lagu lama, tapi jika ingin tetap merdu didengar, ia harus dimainkan dengan irama kejujuran, disiplin, dan kerja nyata — bukan dengan nada palsu politik dan korupsi. Karena pada akhirnya, urusan pangan bukan sekadar angka di tabel produksi, melainkan urusan hidup dan mati sebuah bangsa.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menembus Pasar Jepang

Next Post

Ketika Purbaya Bicara Soal Hukum dan Moral Negara.

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Purbaya Vs Luhut

Ketika Purbaya Bicara Soal Hukum dan Moral Negara.

Rokok Padam di Jepang, Menyala di Indonesia

Rokok Padam di Jepang, Menyala di Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...