Jakarta, Fusilatnews.–Direktur SMRC Syaeful Mujani, yang getol membuat survey-survey tekininya, dan Ganjar Pranowo adalah Capres 24 yang kerapakali menduduki tempat teratas, kali ini menyampaikan prediksinya, nasib PDIP sekalipun mengusung Capres Ganjar Pranowo dan Cawapresnya Puan Maharani.
Dijelaskan, dalam survei tertutup empat pasangan tentang siapa yang dipilih sebagai presiden dan wapres, pasangan dari PDIP hanya menempati urutan ketiga. Pasangan itu yakni Ganjar dengan Puan Maharani
Selanjutnya diungkapkan bahwa PDI Perjuangan diprediksi bakal tersingkir apabila nekat mengusung calon presiden dan calon wakil presiden seorang diri tanpa koalisi dengan partai lain pada Pilpres 2024.
Bahkan berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), PDIP tidak akan mampu masuk ke putaran kedua Pilpres sekalipun mengusung kadernya Ganjar Pranowo sebagai capres. Sebagaimana diketahui, Ganjar kerap menempati nomor wahid dalam beberapa hasil lembaga survei perihal elektabilitas calon presiden.
Diketahui bahwa PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden tanpa berkoalisi. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu telah memenuhi presidential threshold 20 persen.
Saiful Mujani menjelaskan, untuk mengetahui seberapa besar peluang menang PDIP apabila tanpa koalisi, maka dilakukan simulasi Pilpres. Dalam simulasi itu, terdapat empat pasangan. Pertama, pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar. Kedua, pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketiga, duet PDIP Ganjar Pranowo-Puan Maharani. Dan keempat, pasangan Airlangga Hartarto-Erick Thohir.
“Dalam simulasi empat pasangan di atas, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2022 menemukan pasangan Ganjar-Puan berada di urutan ketiga dengan perolehan suara 21,6 persen. Suara pasangan ini berada di bawah Prabowo-Muhaimin 29,7 persen dan Anies-AHY 28,8 persen. Sementara pasangan Airlangga-Erick 4,9 persen dan yang belum menjawab 15 persen,” papar Saiful dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/2/2023).
Pendiri SMRC ini menjelaskan bahwa umumnya Ganjar cukup kompetitif jika dipasangkan dengan calon selain Puan. Tapi, ketika dipasangkan dengan Puan, posisi Ganjar di bawah dua nama yang selama ini kompetitif dengannya, yaitu Prabowo dan Anies. Selisih antara pasangan Prabowo-Muhaimin dan Anies-AHY dengan Ganjar-Puan itu cukup signifikan.
Karena itu, Saiful menyatakan bahwa kalau ini yang terjadi, maka yang masuk ke putaran kedua adalah Anies dan Prabowo. Pasangan PDIP kalah diputaran pertama.
Saiful melanjutkan bahwa kalau PDIP tidak berkoalisi dengan partai lain dan tidak mengajak tokoh lain, PDIP akan tersingkir, walaupun Ganjar diposisikan sebagai calon presiden.
.
























