• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Syahganda : “Prabowo Sang Revolusioner: Habis Gelap, Terbitlah Terang”

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
February 19, 2025
in Feature, Politik
0
Renungan Kemedekaan: Rapuhnya Moralitas Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

(Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle)

Media Inggris BBC-Indonesia membahas soal “Prabowo sebut ‘ndasmu’ terhadap pengkritiknya”, kemarin. Berbagai analisa pakar dimasukkan dalam tulisan tersebut, seperti Prabowo anti kritik, bicara kekanan-kanakan, ngomong “ndasmu” tidaklah lucu, dll. Tulisan ini terkait kritikan orang atas MBG (makan bergizi gratis), kabinet gemuk dan cawe-cawe Jokowi.

Pada saat bersamaan mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) turun kejalan diberbagai kota meneriakkan yel-yel “Lawan Prabowo!”. Mereka menuntut adili Jokowi, batalkan Inpres efisiensi anggaran, transparansi pembangunan dan MBG, dan tolak dwifungsi TNI. Aksi sebesar ini memberi pertanyaan, “ada apa rezim se usia jagung sudah di demo?”

Ada 3 hal yang perlu kita dalami melalui fenomena kritik terhadap Prabowo tersebut. Kenapa terlalu cepat gerakan anti Prabowo?Pertama, basis analisis yang salah. Kedua, adanya kelompok kontra revolusioner dan ketiga, perlunya “barisan ideologis Prabowo”.

Sebagian intelektual menganalisis secara salah. Basis analisis yang salah terjadi ketika Prabowo melakukan pemujian pada Jokowi (terikan Hidup Jokowi!), ucapan “Ndasmu” dan rencana penempatan Jokowi pada Danantara (badan aset raksasa) dianggap sebagai substansi. Padahal analisis berbasis material menunjukkan bahwa semua kebijakan Prabowo selama ini kontra 180° terhadap Jokowi.

Kaum cendikiawan strukturalis sejak lama melihat fenomena berbasis fakta material. Artinya ada fenomena ekonomi di dalamnya. Ada pilihan pemihakan. Dalam kasus Prabowo, apapun yang jadi kebijakannya selama ini jelas dan terang benderang mematahkan dominasi oligarki alias konglomerat rakus, yang selama ini berkuasa.

Pada tahun 2018, misalnya, ketika saya di minta Anies Baswedan menggalang kekuatan anti Reklamasi Pantai Utara Jakarta, gerakan ini gagal. Itu setelah saya menggalang alumni ITB, UI dan IPB mengadvokasi buruknya reklamasi Pantai Utara Jakarta itu. Karena Jokowi dan rezimnya mendukung reklamasi, kekuatan Anies tidak mampu berbuat banyak.

Di era Prabowo Subianto, belum seratus hari umur kekuasaan dia, 30 km panjang pantai Utara Tangerang yang mau dirampok oligarki hancur berantakan. Prabowo mengerahkan berbagai unsur kementeriannya mencabut izin pagar laut. Bahkan, terkahir memerintah tentara mengambil kembali pantai yang mau dirampok itu.

Kebijakan Prabowo lainnya terlalu banyak untuk disaksikan sebagai perang struktural. Baik mengalokasikan uang pada puluhan juta anak-anak miskin untuk makan gratis, pengambilalihan kebun sawit ilegal jutaan hektar, pembubaran Judi Online, memvonis berat koruptor, dll serta terkahir akan mencekik leher pengusaha jahat yang sering menipu petani.

Dalam pendekatan analisis berbasis material, kaum strukturalis mampu menjelaskan bahwa kebijakan Prabowo ini bukan saja berpihak pada rakyat miskin, tapi lebih jauh lagi menyatakan perang pada kaum oligarki. Sebaliknya kaum humanis dan cengeng, selalu berlindung pada isu-isu kebebasan yang manipulatif.

Selanjutnya, soal adanya kaum kontra revolusioner. Dalam sejarah perjuangan struktural, seperti yang dilakukan Prabowo, tentu banyak pihak yang terganggu kepentingannya. Ketika Prabowo mengkonsolidasikan aset negara republik ini, melalui Danantara, maka negara mampu menguasai dan mendominasi pasar keuangan ke depan. Dengan memutar Rp. 200-300 T uang hasil efisiensi, Prabowo dapat mengkapitalisasi Danantara sekitar Rp 1200-1500 T. Uang ini dapat digunakan membangun proyek-proyek besar tanpa tergantung pada swasta dan asing.

Makan bergizi gratis dan Danantara adalah sebuah pelaksanaan “Ideological State Apparatuses”, di mana Prabowo perlu mencengkram semua rencananya ditangan negara, setidaknya secara mayoritas. Jika ini berhasil, maka kekuatan dan kekuasaan oligarki rakus yang selama ini berkembang pesat, akan tunduk pada negara.

Oligarki rakus tentu marah pada Prabowo. Sebagimana pandangan Professor Jeffrey Winter, ekonom ahli Oligarki Amerika, oligarki mempunyai “Defence industry” untuk mempertahankan diri. Mereka mempunyai kekuatan lawyer, intelektual, jaringan massa, jaringan preman, tokoh agama, kampus, dll yang akan membela mereka. Dengan kekuatan ini mereka pasti akan perang terhadap Prabowo.

Oligarki rakus ini adalah salah satu kelompok kontra revolusioner. Mereka tidak mau berubah. Mereka terus menerus ingin mengendalikan republik. Namun, disamping kaum oligarki, banyak lagi kelompok – kelompok kepentingan yang akan membenci Prabowo Subianto. Baik dari kalangan luar rezim, maupun dari dalam. Untuk kekuatan dari dalam ini, tentu terjadi karena Prabowo ternyata tidak sesuai harapan mereka semula maupun karena mereka kehilangan zona nyaman untuk korupsi.

Hal terakhir yang jadi persoalan adalah belum adanya “barisan ideologis” Prabowo. Kebijakan Prabowo selama ini belum mampu diterjemahkan kepada masyarakat secara tepat.

Barisan ideologis diperlukan untuk memperkuat penerimaan pikiran dan mimpi Prabowo dikalangan cendikiawan, mahasiswa dan kelas menengah lainnya. Althusser misalnya membagi dua, antara Reppresive State Apparatuses dan Ideological State Apparatuses. Prabowo harus memperkuat kedua unsur state itu agar mampu menjadi barisan ideologis.

Mahasiswa misalnya, perlu diajak dialog berbasis ilmu dan fakta. Sebagaimana kata filsup Rocky Gerung ketika di daulat mahasiswa demo untuk berbicara di Samarinda dua hari lalu, Rocky mengatakan mengkritiklah mahasiswa dengan berbasis sains. Artinya, barisan ideologis Prabowo menjelaskan secara keilmuan di kampus-kampus, bagaimana revolusionernya berbagai kebijakan Prabowo dan kenapa beberapa hal soal Jokowi dapat dijelaskan.

Fenomena demonstrasi mahasiswa ini menjadi renungan bagi kita semua. Mahasiswa dalam gerakannya adalah gerakan moral. Namun, kaum kontra revolusioner bisa saja mencari peluang dari gerakan mahasiswa tersebut untuk menjatuhkan Prabowo. Untuk itu kaum revolusioner harus bersekutu dengan Prabowo Subianto dan Prabowo Subianto harus bersekutu dengan kekuatan rakyat.

Jika ini terjadi dengan baik, maka “Indonesia Gelap” akan segera bersinar kembali. Bersama Prabowo akan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemendag dan KKP Saling Lempar Tanggung Jawab Dalam Kisruh Izin Impor Ikan

Next Post

KENDALA PENYERAPAN GABAH DI MUSIM HUJAN

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
REBUTAN GABAH

KENDALA PENYERAPAN GABAH DI MUSIM HUJAN

Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Pemerintahan Prabowo Diawali dengan Start yang Buruk

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist