• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Syarikat Islam yang Dilupakan

fusilat by fusilat
May 6, 2026
in Feature, Sejarah
0
Syarikat Islam yang Dilupakan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Barna Soemantri

Di dalam buku-buku sejarah Indonesia, nama-nama besar sering diulang: Budi Utomo, Indische Partij, hingga Partai Nasional Indonesia. Namun ada satu organisasi yang justru pernah menjadi gerakan rakyat terbesar di Hindia Belanda, tetapi perlahan tersisih dari ingatan publik: Syarikat Islam.

Padahal, jauh sebelum republik ini lahir, organisasi itu telah menanamkan kesadaran tentang ekonomi pribumi, solidaritas umat, pendidikan rakyat, hingga perlawanan terhadap kolonialisme. Ia bukan sekadar organisasi dagang. Ia adalah denyut awal kebangkitan massa bumiputra.

Sejarah mencatat, embrio gerakan ini lahir pada 16 Oktober 1905 di Laweyan, Solo, atas prakarsa Haji Samanhoedi, seorang saudagar batik. Ketika itu, pedagang pribumi berada dalam tekanan ekonomi kolonial. Pasar dikuasai jaringan perdagangan asing, sementara rakyat bumiputra hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Dari situ berdirilah Sarekat Dagang Islam (SDI). Tujuan awalnya sederhana tetapi penting: melindungi pedagang Muslim pribumi, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun solidaritas sesama saudagar. Namun gerakan itu berkembang cepat. Ia tidak lagi hanya berbicara soal perdagangan, tetapi juga harga diri bangsa yang lama diinjak kolonialisme.

Pada 1906, nama organisasi itu berubah menjadi Syarikat Islam (SI). Perubahan nama itu menandai perluasan gerakan. Bila sebelumnya terbatas pada pedagang, maka SI mulai membuka diri menjadi organisasi massa rakyat. Di tengah penduduk Nusantara yang mayoritas Muslim, SI tumbuh menjadi kekuatan sosial-politik yang luar biasa besar.

Dalam waktu singkat, cabang-cabang SI bermunculan di berbagai kota. Dari Solo, Surabaya, Semarang, hingga Batavia. Organisasi ini menjadi ruang berkumpul rakyat kecil: pedagang pasar, guru agama, buruh, santri, hingga petani.

Kolonial Belanda mulai gelisah.

Pemerintah Hindia Belanda melihat SI bukan lagi organisasi ekonomi biasa. Mereka mencurigainya sebagai ancaman politik yang dapat mengguncang kekuasaan kolonial. Aktivitas SI dimata-matai. Rapat-rapat dibubarkan. Tokoh-tokohnya diawasi. Bahkan dalam banyak kesempatan, gerakan SI dicap ilegal dan berbahaya.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Hindia Belanda, lahir organisasi rakyat dengan basis massa sangat besar dan memiliki kesadaran politik yang mulai tumbuh. SI berhasil menyatukan identitas agama dengan semangat kebangsaan.

Di tangan tokoh-tokoh seperti H.O.S. Tjokroaminoto, SI berubah menjadi sekolah politik bagi kaum bumiputra. Dari rumah Tjokroaminoto di Surabaya, banyak tokoh besar Indonesia lahir. Di sana pernah tinggal nama-nama yang kemudian menentukan arah republik: Soekarno, Musso, hingga Semaun.

Tjokroaminoto sendiri pernah berkata, “Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator.” Kalimat itu bukan sekadar petuah, melainkan gambaran bagaimana SI membangun tradisi intelektual dan pergerakan.

Namun sejarah bangsa ini kemudian bergerak ke arah lain. Setelah kemerdekaan, narasi tentang SI perlahan meredup. Organisasi yang dahulu menjadi kekuatan massa terbesar justru tidak mendapatkan tempat dominan dalam historiografi nasional. Nama SI kalah populer dibanding organisasi-organisasi lain yang lahir belakangan.

Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, banyak fondasi nasionalisme Indonesia justru tumbuh dari rahim SI. Kesadaran tentang keadilan ekonomi, perlawanan terhadap kapitalisme kolonial, pendidikan rakyat, hingga konsep persatuan umat dan bangsa pernah menjadi inti perjuangannya.

Hari ini, ketika ketimpangan ekonomi kembali melebar dan rakyat kecil semakin terdesak oleh kekuatan modal besar, gagasan lama Syarikat Islam terasa menemukan relevansinya kembali.

Memasuki usia 121 tahun, Syarikat Islam masih tetap eksis. Organisasi ini terus bergerak bersama berbagai elemen masyarakat Islam untuk mengisi kemerdekaan, terutama dalam bidang ekonomi umat.

Pada Kongres Nasional ke-41 di Solo tahun 2021, SI kembali menegaskan orientasi perjuangannya: membangun kehidupan ekonomi rakyat yang berkeadilan. Sebuah gagasan yang sebenarnya telah menjadi napas organisasi itu sejak lahir lebih dari satu abad lalu.

Rencananya, pada November 2026 mendatang, SI akan menggelar Kongres ke-42. Agenda utamanya tetap sama: memperjuangkan ekonomi umat, kemandirian rakyat, dan keadilan sosial.

Di tengah hiruk-pikuk politik elektoral yang sering kehilangan arah ideologis, keberadaan SI seolah mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati dalam upacara. Kemerdekaan harus diisi dengan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Mungkin itulah sebabnya Syarikat Islam layak dikenang kembali. Bukan semata karena usianya yang tua, melainkan karena organisasi ini pernah menjadi suara kaum bumiputra yang ingin berdiri sejajar di tanahnya sendiri.

Dan sejarah bangsa yang melupakan akar pergerakannya sendiri, pada akhirnya hanya akan menjadi bangsa yang mudah kehilangan arah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Red Herring di Istana: Alih-alih Klarifikasi, Drama Dhani-Maia Justru Mengemuka

Next Post

Pantau Hasil Panen Padi di Luwu Timur, Pemerintah Desa Lambara Harapan Berharap Harga Gabah Tetap Konsisten

fusilat

fusilat

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Pantau Hasil Panen Padi di Luwu Timur, Pemerintah Desa Lambara Harapan Berharap Harga Gabah Tetap Konsisten

Pantau Hasil Panen Padi di Luwu Timur, Pemerintah Desa Lambara Harapan Berharap Harga Gabah Tetap Konsisten

Bangsa Ini Baru Sekali Melahirkan Generasi Emas: Para Founding Fathers yang Melampaui Zamannya

Bangsa Ini Baru Sekali Melahirkan Generasi Emas: Para Founding Fathers yang Melampaui Zamannya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

Svara Mandiri Tampil di Jepang, Bawakan Angklung dalam Ajang Promosi Budaya Indonesia-Jepang

May 15, 2026
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

May 15, 2026

DENDA DAMAI KORUPTOR DAN INGATAN REFORMASI YANG MEMUDAR

May 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...