• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Tahi Kucing Rasa Cokelat: KPK Teriak Minta Tolong Karena “Mabuk Cinta” pada Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 3, 2025
in Crime, Feature
0
Tahi Kucing Rasa Cokelat: KPK Teriak Minta Tolong Karena “Mabuk Cinta” pada Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis

  • Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB)
  • Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya semakin menunjukkan loyalitasnya kepada Presiden Jokowi, hingga membuat publik yang kritis terhadap sepak terjang pemerintah dan para koruptor merasa resah. Fungsi, tugas, wewenang, dan kewajiban KPK terlihat berubah arah, terutama ketika Jokowi disebut dalam laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) sebagai figur kedua paling korup dari lima finalis kepala negara di antara 195 pemimpin dunia.

Dalam kondisi seolah-olah darurat, KPK malah meminta masyarakat memberikan bukti atas tuduhan tersebut, alih-alih melaksanakan tugas utamanya. Sikap ini mengundang tanya, apakah KPK begitu cinta kepada Jokowi sehingga “takut kehilangan” hingga terkesan enggan bekerja?

KPK: Fungsi dan Kewenangan yang Diabaikan

Berdasarkan Pasal 6(c) Undang-Undang KPK, lembaga ini memiliki tugas melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi. Artinya, KPK memiliki kewajiban untuk aktif mencari bukti, bukan meminta masyarakat menggantikan perannya.

Namun, KPK tampaknya memahami bahwa masyarakat akan kesulitan memenuhi permintaan ini. Selain terkendala biaya perjalanan ke Amsterdam untuk mengakses dokumen OCCRP, kecil kemungkinan keluarga Jokowi, seperti Gibran, Kaesang, atau Bobby Nasution, akan memfasilitasi investigasi yang berpotensi merugikan mereka.

Lalu, apakah wajar jika KPK meminta masyarakat melaporkan bukti terkait korupsi Jokowi? Jawabannya, tentu saja tidak. Fungsi masyarakat dalam pemberantasan korupsi, sebagaimana diatur dalam Pasal 41 UU KPK, bersifat optional (boleh dilakukan). Masyarakat dapat membantu mencari, memperoleh, dan memberikan informasi, namun ini bukan kewajiban. Sebaliknya, tugas KPK bersifat mandatory (keharusan) sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 6(c).

Implikasi Hukum dan Sosial

Jika KPK menyerahkan tugas investigasi kepada masyarakat, risiko lahirnya tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) menjadi nyata. Apalagi, sanksi hukum terhadap koruptor di Indonesia kerap melanggar prinsip kepastian hukum (rechtmatigheid) dan asas keadilan (gerechtigheid). Banyak kasus korupsi justru berakhir dengan impunitas atau menguap begitu saja.

Dalam konteks ini, keberadaan KPK bisa kehilangan makna. Apakah fasilitas dan gaji besar yang diterima para komisioner sebanding dengan minimnya kinerja mereka? Ataukah gedung KPK lebih baik diratakan saja karena dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya?

Cinta Buta KPK pada Jokowi

Sikap KPK yang seolah membela Jokowi tanpa batas membuat publik mengibaratkan lembaga ini sebagai “pecinta buta.” Bahkan, “tahi kucing pun rasa cokelat” demi membela sang pemimpin. Ketika cinta ini begitu dalam, KPK tampaknya rela menutup mata terhadap informasi ilmiah dari OCCRP dan lebih tega meminta masyarakat untuk membuktikan tudingan korupsi tersebut.

Akhirnya, muncul pertanyaan besar: apakah KPK masih pantas disebut sebagai lembaga pemberantasan korupsi, atau sudah menjadi perisai pelindung bagi kekuasaan yang mereka cintai? Jika KPK benar-benar mencintai keadilan, mereka seharusnya bekerja sesuai tugasnya—menyelidiki laporan OCCRP tanpa harus “membodohi” rakyat yang telah mempercayakan uang mereka untuk mendanai lembaga ini.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketegangan Jelang Trump Kembali Ke White House

Next Post

Pakar Hukum Tata Negara Dr Ismail Hasani: Percuma DPR Akali Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Pakar Hukum Tata Negara Dr Ismail Hasani: Percuma DPR Akali Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

Pakar Hukum Tata Negara Dr Ismail Hasani: Percuma DPR Akali Putusan MK Hapus Ambang Batas Pencalonan Presiden

Terjadi Penembakan di Rest Area Tol Merak di Km 45

Pemilik Rental Tewas Ditembak Saat Kejar Mobil Sewaan yang Hilang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...