• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Tak Pernah Menemui Lagi Intelektual Seperti Alm. Letnan Jenderal Kartakusumah: Mengapa Jenderal Didikan Belanda dan Jepang Cerdas-Cerdas?

Ali Syarief by Ali Syarief
March 16, 2025
in Birokrasi, Feature, Sejarah, Tokoh
0
Tak Pernah Menemui Lagi Intelektual Seperti Alm. Letnan Jenderal Kartakusumah: Mengapa Jenderal Didikan Belanda dan Jepang Cerdas-Cerdas?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Sepanjang hidup saya, tak pernah lagi saya bertemu dengan seorang intelektual militer seperti almarhum Letnan Jenderal Kartakusumah. Ia adalah sosok jenderal yang bukan sekadar ahli strategi perang, tetapi juga seorang pemikir, negarawan, dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa. Ia adalah salah satu dari generasi perwira yang lahir dari didikan Belanda dan Jepang, yang tampaknya melahirkan banyak jenderal dengan kecerdasan luar biasa.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik: mengapa para jenderal yang ditempa oleh sistem pendidikan militer kolonial Belanda dan pendudukan Jepang begitu cerdas, kompeten, dan berwawasan luas? Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan hal ini.

1. Pendidikan Militer yang Ketat dan Berstandar Tinggi

Pendidikan militer Belanda di Hindia Timur dan pendidikan perwira Jepang di masa pendudukan sangat menekankan disiplin, strategi, dan intelektualitas. Akademi Militer Kerajaan Belanda (Koninklijke Militaire Academie/KMA) serta akademi militer Jepang menanamkan pemahaman mendalam tentang taktik perang, kepemimpinan, dan analisis situasi. Para perwira didikan Belanda seperti Jenderal Nasution dan Jenderal Simatupang menjadi pemikir militer yang cemerlang, sementara mereka yang ditempa Jepang, seperti Jenderal Sudirman, menunjukkan ketahanan dan kepemimpinan yang luar biasa.

2. Sistem Seleksi yang Ketat

Pada masa kolonial dan pendudukan Jepang, tidak sembarang orang bisa menjadi perwira. Hanya individu yang memiliki kecerdasan, ketahanan mental, dan karakter yang kuat yang bisa masuk ke dalam sistem ini. Proses seleksi yang ketat memastikan hanya mereka yang terbaik yang dapat naik ke posisi kepemimpinan militer. Hal ini berbeda dengan kondisi pasca-kemerdekaan, di mana banyak jenderal lahir dari sistem politik dan patronase, bukan dari seleksi akademik dan keunggulan profesional.

3. Tradisi Pendidikan yang Berorientasi pada Keunggulan

Belanda memiliki tradisi panjang dalam pendidikan militer berbasis keunggulan intelektual dan profesionalisme. Mereka mengajarkan ilmu perang modern, strategi pertahanan, dan bahkan administrasi pemerintahan. Jepang, di sisi lain, menanamkan nilai-nilai ketahanan, loyalitas, dan keberanian ekstrem. Hasilnya adalah generasi perwira yang tidak hanya memahami cara bertempur tetapi juga cara berpikir sebagai negarawan.

4. Konteks Sejarah yang Menempa Kecerdasan Mereka

Para jenderal didikan Belanda dan Jepang hidup dalam masa penuh pergolakan. Mereka menyaksikan bagaimana kekuatan kolonial bertahan dan runtuh, bagaimana strategi perang berubah, dan bagaimana ideologi berkembang. Kondisi ini memaksa mereka untuk selalu berpikir kritis dan adaptif. Letnan Jenderal Kartakusumah, misalnya, tidak hanya seorang pemimpin di medan perang tetapi juga seorang intelektual yang memahami geopolitik, sejarah, dan ekonomi.

5. Perpaduan Antara Ilmu dan Pengalaman

Jenderal-jenderal dari era ini tidak hanya berteori tetapi juga mengalami langsung realitas perang dan politik. Mereka belajar dari pertempuran nyata, dari perlawanan terhadap kolonialisme, hingga menghadapi tantangan awal kemerdekaan Indonesia. Kombinasi antara pendidikan formal dan pengalaman praktis membuat mereka menjadi pemimpin yang tangguh, berpengetahuan luas, dan berwawasan jauh ke depan.

Refleksi untuk Generasi Sekarang

Sayangnya, setelah era ini, sulit menemukan sosok intelektual militer yang memiliki kedalaman pemikiran seperti para jenderal didikan Belanda dan Jepang. Sistem pendidikan militer yang ada sekarang lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika politik, yang sering kali mengorbankan kualitas kepemimpinan. Militer modern Indonesia perlu merevitalisasi kembali sistem pendidikan yang mengutamakan meritokrasi, disiplin akademik, dan pengalaman lapangan yang mendalam.

Dalam kenangan saya, Letnan Jenderal Kartakusumah tetap menjadi sosok yang sulit tergantikan. Ia adalah simbol dari generasi emas perwira yang tidak hanya mahir dalam strategi perang tetapi juga memahami esensi kepemimpinan dan kecerdasan intelektual. Mungkin sudah waktunya kita merenungkan kembali bagaimana cara kita mencetak pemimpin militer yang benar-benar cerdas, berintegritas, dan berwawasan luas seperti mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gerakan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Next Post

Berbeda Cara Pandang: Dari Jenderal ke Mayor, Apa yang Terjadi dengan Sekretaris Kabinet?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Next Post
Berbeda Cara Pandang: Dari Jenderal ke Mayor, Apa yang Terjadi dengan Sekretaris Kabinet?

Berbeda Cara Pandang: Dari Jenderal ke Mayor, Apa yang Terjadi dengan Sekretaris Kabinet?

Penjara Sosial Jokowi: Hukuman yang Menyiksa Dirinya

Penjara Sosial Jokowi: Hukuman yang Menyiksa Dirinya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist