• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Berbeda Cara Pandang: Dari Jenderal ke Mayor, Apa yang Terjadi dengan Sekretaris Kabinet?

Ali Syarief by Ali Syarief
March 16, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Berbeda Cara Pandang: Dari Jenderal ke Mayor, Apa yang Terjadi dengan Sekretaris Kabinet?
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Pada era Orde Baru, posisi Sekretaris Kabinet (Seskab) bukan sekadar jabatan administratif, melainkan peran strategis yang dipegang oleh tokoh militer berpangkat tinggi. Sosok seperti Murdiono, seorang jenderal berbintang, dipilih untuk mengemban tugas ini. Namun, di era Prabowo, muncul perbedaan mencolok: jabatan Seskab dipegang oleh figur berpangkat mayor. Sebuah pertanyaan pun mengemuka: Mengapa standar kepemimpinan ini berubah drastis? Apa yang salah dengan cara pandang pemerintahan saat ini?

Perubahan Standar Kepemimpinan

Pada masa Orde Baru, pemerintah memiliki kecenderungan untuk menempatkan figur dengan pengalaman panjang, terutama dari kalangan militer berpangkat tinggi, dalam posisi strategis. Jenderal Murdiono, misalnya, dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Soeharto dan memahami kompleksitas politik serta administrasi pemerintahan. Dalam sistem yang sangat terpusat, seorang Seskab memiliki peran besar dalam menjaga kesinambungan kebijakan dan mengelola komunikasi lintas sektor.

Sebaliknya, di era Prabowo, penurunan tingkat kepangkatan dalam jabatan Seskab menunjukkan perubahan cara pandang dalam pengelolaan birokrasi negara. Jika dahulu kepemimpinan dipandang sebagai hasil dari jenjang pengalaman yang panjang, kini tampaknya lebih ditekankan pada loyalitas dan kepentingan pragmatis.

Tantangan yang Lebih Berat

Ironisnya, jika dibandingkan dengan masa Orde Baru, tantangan pemerintahan saat ini jauh lebih kompleks. Globalisasi, disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, serta tekanan ekonomi global menuntut profesionalisme yang lebih tinggi dalam pemerintahan. Beban tugas seorang Seskab saat ini bukan sekadar mengelola administrasi, tetapi juga memahami dinamika internasional, menjaga keseimbangan politik dalam negeri, serta memastikan efektivitas implementasi kebijakan di tengah ketidakpastian.

Namun, alih-alih menyesuaikan standar kepemimpinan dengan meningkatnya tantangan tersebut, pemerintahan justru tampak menurunkan ekspektasi. Jabatan strategis seperti Seskab lebih sering dipandang sebagai posisi politis ketimbang sebagai fungsi teknokratik yang memerlukan pengalaman dan kompetensi tinggi.

Politik Loyalitas vs Kompetensi

Fenomena ini mencerminkan pergeseran nilai dalam pemerintahan. Loyalitas sering kali menjadi faktor utama dalam pemilihan pejabat dibandingkan dengan rekam jejak dan kapabilitasnya. Hal ini berisiko melemahkan efektivitas pemerintahan karena keputusan-keputusan strategis justru dibuat oleh mereka yang kurang memiliki pengalaman mendalam di bidangnya.

Sementara itu, pendekatan yang lebih profesional dan meritokratis dalam birokrasi justru semakin tergerus oleh praktik politik transaksional. Ini bukan hanya terjadi dalam kasus Seskab, tetapi juga dalam berbagai posisi pemerintahan lainnya.

Apa yang Salah?

Menurunnya standar dalam pemilihan pejabat strategis menandakan adanya masalah sistemik dalam tata kelola pemerintahan. Keputusan yang lebih berorientasi pada loyalitas dan pragmatisme politik berpotensi menghambat kinerja pemerintah dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Jika pola ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin efektivitas kebijakan negara akan semakin menurun, berujung pada ketidakmampuan negara dalam menghadapi krisis di masa depan.

Untuk itu, penting bagi pemerintahan untuk kembali meninjau standar rekrutmen pejabat negara, memastikan bahwa setiap posisi strategis diisi oleh individu dengan kapasitas dan pengalaman yang memadai. Loyalitas memang penting, tetapi kompetensi dan pengalaman tetap harus menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang pantas mengemban amanah besar bagi negara.

Kesimpulan

Pergantian cara pandang dalam pemilihan Seskab dari era Orde Baru ke era Prabowo mencerminkan pergeseran nilai dalam kepemimpinan nasional. Jika dahulu pengalaman dan kompetensi menjadi tolok ukur utama, kini loyalitas dan pragmatisme politik tampaknya lebih diutamakan. Padahal, tantangan yang dihadapi negara saat ini jauh lebih berat dibandingkan dengan masa lalu. Jika tren ini dibiarkan berlanjut, bukan tidak mungkin tata kelola pemerintahan akan semakin lemah, dan pada akhirnya, rakyat yang akan menanggung dampaknya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tak Pernah Menemui Lagi Intelektual Seperti Alm. Letnan Jenderal Kartakusumah: Mengapa Jenderal Didikan Belanda dan Jepang Cerdas-Cerdas?

Next Post

Penjara Sosial Jokowi: Hukuman yang Menyiksa Dirinya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Penjara Sosial Jokowi: Hukuman yang Menyiksa Dirinya

Penjara Sosial Jokowi: Hukuman yang Menyiksa Dirinya

Contoh Pola Perilaku Buruk ,Terkait Program Efisiensi Anggaran, DPR dan Pemerintah Bahas RUU TNI di Hotel Mewah

Contoh Pola Perilaku Buruk ,Terkait Program Efisiensi Anggaran, DPR dan Pemerintah Bahas RUU TNI di Hotel Mewah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist