Jakarta-Fusilatnews — Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) didorong menjadi teladan dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang akuntabel dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat. Dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, potensi ZIS diperkirakan mencapai sekitar Rp1.200 triliun per tahun, yang dinilai dapat menjadi alternatif andalan penguatan ekonomi umat di luar ketergantungan pada sumber daya alam.
Hal itu disampaikan Presidium Nasional KAHMI, Dr Ahmad Doli Kurnia Tanjung, dalam sambutannya pada Seminar bertajuk “ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) untuk Kemandirian Ekonomi Umat, Wujudkan Adil Sejahtera Berkelanjutan” yang diselenggarakan Lazis KAHMI, Jumat (13/12/2025) sore, di KAHMI Center, Jalan Turi 1, Kebayoran Baru, Jakarta.
“Potensi ZIS sangat besar, namun pengelolaannya belum dilakukan secara sungguh-sungguh. UPZ KAHMI diharapkan menyiapkan konsep akuntabilitas teladan, membangun peradaban dengan sistem yang mudah, murah, menyadarkan, dan menyenangkan,” ujar Doli. Ia menambahkan, ke depan perlu dibangun kesadaran bahwa kewajiban zakat dapat menjadi solusi strategis, meski realitasnya sebagian muzakki masih menyalurkan zakat ke lembaga lain.
Seminar tersebut menghadirkan Wakil Menteri Agama RI Dr Romo HRM Syafii sebagai keynote speaker, serta panelis dari unsur KAHMI, yakni Dr Sodik Mudjahid (Ketua Dewan Pembina Lazis Darul Hikam Bandung), Prof Andi Faisal, dan Dr Ali Kolatlena (anggota DPR RI). Kegiatan dipimpin oleh Ketua Lazis KAHMI, Zulkifli.
Sebelumnya, acara dibuka oleh H. Moksen Idris, Pengawas Lazis KAHMI, di hadapan sekitar 50 peserta dari Komunitas Ojol Mengaji yang dipimpin Firmansyah, sebagai penerima distribusi bantuan KAHMI. Dalam sambutannya, Moksen menekankan makna mendalam ZIS sebagai amal kebajikan yang tidak patut ditunda.
“Makna ZIS itu luar biasa. Ibarat insan menjelang ajal yang memohon kesempatan berzakat, sementara ajal tidak bisa dimajukan atau diundur. Maka, bila ada kebajikan meski sedikit, jangan ditunda,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial, Lazis KAHMI juga menjadwalkan aksi donor darah pada 20 Desember 2025 di Kantor PMI Jakarta Utara, yang dikoordinasikan oleh Rizal Kobar.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, KAHMI berharap Lazis KAHMI mampu meningkatkan kepercayaan publik (trust) dan menjadi contoh pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, serta berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi umat.


























