• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Melawan Kedzaliman: Ketika Satu Nurani Lebih Kuat dari Seribu Massa

Ali Syarief by Ali Syarief
December 14, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Melawan Kedzaliman: Ketika Satu Nurani Lebih Kuat dari Seribu Massa
Share on FacebookShare on Twitter

 

Sejarah kekuasaan selalu berusaha meyakinkan manusia bahwa perubahan hanya sah bila datang dari jumlah. Dari suara terbanyak, dari barisan terpanjang, dari dukungan paling riuh. Namun sejarah moral umat manusia justru mencatat sebaliknya: kedzaliman kerap runtuh bukan karena banyaknya orang yang melawan, melainkan karena sedikit—bahkan satu—manusia yang menolak tunduk.

Kebenaran tidak pernah menunggu legitimasi statistik.

Perspektif Islam: Kebenaran Tidak Bergantung Jumlah

Al-Qur’an secara tegas mengingatkan bahwa mayoritas tidak selalu berada di pihak yang benar:

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Al-An’am: 116)

Dalam Islam, ukuran kebenaran bukan kuantitas, melainkan istiqamah terhadap keadilan. Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya sendirian—tanpa partai, tanpa pasukan, tanpa dukungan elite Quraisy. Selama bertahun-tahun, yang membersamainya hanya segelintir manusia yang berani melawan tatanan jahiliyah yang mapan.

Bahkan Rasulullah SAW menegaskan:

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadis ini tidak menyebut massa, demonstrasi besar, atau kekuatan fisik. Yang ditekankan adalah keberanian moral individu—satu suara jujur di hadapan kekuasaan yang bengkok.

Imam Al-Ghazali menyebut bahwa diam terhadap kezaliman adalah bentuk kezaliman lain yang lebih halus: zulm as-sukut. Maka dalam etika Islam, satu suara yang benar lebih mulia daripada seribu suara yang aman.

Perspektif Filsafat: Ketika Nurani Menjadi Benteng Terakhir

Dalam filsafat moral, Socrates adalah contoh klasik. Ia menolak menarik ajarannya meski tahu konsekuensinya adalah kematian. Dalam Apology, ia berkata:

“Lebih baik aku mati karena kebenaran, daripada hidup dengan kebohongan.”

Socrates memahami sesuatu yang kerap dilupakan negara modern: legitimasi hukum tidak selalu identik dengan keadilan moral. Negara bisa sah secara prosedural, tetapi tetap zalim secara etis.

Hannah Arendt, dalam analisisnya tentang totalitarianisme, memperingatkan bahaya terbesar bukanlah monster kekuasaan, melainkan kepatuhan massal orang-orang biasa. Ia menyebutnya the banality of evil—kejahatan menjadi normal karena terlalu banyak orang memilih patuh dan terlalu sedikit yang berani berkata tidak.

Di sinilah filsafat bertemu dengan iman: keberanian moral selalu bersifat personal sebelum menjadi kolektif.

Perspektif Politik Modern: Minoritas Bermoral Menggerakkan Sejarah

Politik modern kerap memuja angka: elektabilitas, survei, suara mayoritas. Namun perubahan politik paling fundamental sering justru dimulai dari minoritas bermoral.

John Rawls menyebut civil disobedience sebagai tindakan publik, sadar, dan non-kekerasan untuk melawan hukum yang tidak adil. Rosa Parks hanya satu orang, tetapi tindakannya membuka kebobrokan sistem rasis Amerika.

Vaclav Havel, dalam esainya The Power of the Powerless, menulis:

“Kekuatan sejati manusia terletak pada kemampuannya untuk hidup dalam kebenaran.”

Havel menunjukkan bahwa rezim otoriter tidak runtuh oleh oposisi besar yang keras, tetapi oleh orang-orang kecil yang menolak berpartisipasi dalam kebohongan kolektif.

Nelson Mandela pun memulai perlawanan dari posisi yang sangat minoritas—bahkan terisolasi di penjara. Namun keteguhan moralnya menggerakkan tekanan internasional dan kesadaran nasional. Kekuasaan akhirnya kalah bukan oleh senjata, melainkan oleh konsistensi etis.

Penutup: Ketika Diam Menjadi Kejahatan

Dalam Islam, filsafat, dan politik modern, satu benang merah tampak jelas:
kedzaliman selalu hidup dari keheningan mayoritas dan mati oleh keberanian minoritas.

Maka pertanyaan sesungguhnya bukanlah “berapa banyak yang melawan”, tetapi:
siapa yang masih bersedia berkata benar ketika kebenaran menjadi berbahaya?

Sejarah mengajarkan, perubahan besar sering dimulai dari satu manusia yang dianggap remeh, sendirian, bahkan kalah. Namun justru dari posisi itulah, kekuasaan paling zalim mulai retak.

Sebab pada akhirnya, kebenaran tidak pernah membutuhkan izin—ia hanya membutuhkan keberanian.


J

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa yang Diprioritaskan Tuhan?

Next Post

TANTANGAN KAHMI TELADAN KELOLA ZIS

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Next Post
TANTANGAN KAHMI TELADAN KELOLA ZIS

TANTANGAN KAHMI TELADAN KELOLA ZIS

Di Balik Banjir Bandang Sumatera: Jejak Panjang Izin Sawit Zulkifli Hasan

Politik Pundak Beras dan Kamera: Ketika Kepedulian Menjadi Pencitraan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...