Laporan itu ditolak Bareskrim. Karena harus ada klarifikasi dari Presiden Jokowi langsung sebagai pihak yang dirugikan.
Jakarta -Fusilatnews – Awalnya sejumlah organisasi relawan Jokowi yaitu Barikade 98, Foreder, Sekber Jokowi Nusantara, ABJ, JPKP, SOLMET, Relawan Indonesia Bersatu, Barisan Pembaharuan, AKAR, Indonesia Hari Ini (IHI), SEKNAS, dan Bara JP, mendatangi Bareskrim pukul 15.30 WIB untuk membuat laporan polisi pada Senin kemarin, ( 31/7)
Esok harinya Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menolak laporan yang dibuat oleh sejumlah organisasi relawan Jokowi yang melaporkan Rokcy Gerung dan Refli Harun karena diduga menghina Presiden Jokowi.
Menurut Sekretaris Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Relly Reagen, laporan itu ditolak Bareskrim. Karena harus ada klarifikasi dari Presiden Jokowi langsung sebagai pihak yang dirugikan.
“Dan mereka merasa tidak mungkin memanggil Presiden,” kata Relly, Senin, (31/7)
Tetapi Relly menegaskan pihaknya telah berkonsultasi dengan pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu atau SPKT Bareskrim. Setelah 9 jam berkonsultasi, SPKT Bareskrim menolak laporan dan mengalihkannya ke pengaduan masyarakat.
Relly mengatakan pengaduan masyarakat ini masih ada kemungkinan naik menjadi laporan polisi apabila penyidik telah menyambangi Presiden Jokowi dan mengklarifikasi pengaduan relawan.
“Bukti videonya udah kami serahkan, kami sertakan yaitu kanal YouTube Refly Harun,” kata dia.
Dianggap menghina
Mereka, para sukarelawan Jokowi marah karena Rocky dianggap telah mengumpat Presiden Jokowi dengan kata kasar.
“Hari ini kita melihat video Rocky Gerung dan ini adalah pernyataan yang bisa dikategorikan penghinaan terhadap Presiden,” ujar Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani.
Menurut Benny, tidak boleh ada seorang pun yang patut menghina Presiden. Sebab, mayoritas masyarakat Indonesia telah memilihnya sebagai sosok pemimpin negara.
“Presiden kita ini hasil dari proses demokrasi, yang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia,” kata dia.
Selain dugaan penghinaan presiden, relawan Jokowi juga melaporkan Rocky Gerung soal dugaan provokasi. Rocky dituduh telah mengajak masyarakat untuk menggelar aksi layaknya 1998.
“Bahkan memprovokasi rakyat untuk tanggal 10 turun melakukan aksi sebagaimana yang terjadi di 98,” kata Benny
Upaya pelaporan ini berdasarkan rekaman video viral yang memperlihatkan Rocky Gerung menghina Presiden Jokowi.
Dalam rekaman itu, Rocky Gerung menyebut Jokowi hanya memikirkan kepentingan sendiri di penghujung masa jabatannya sebagai Presiden. Rocky juga melontarkan kata kasar.
“Kalau gak jadi presiden nanti dia akan jadi rakyat biasa, tapi ambisi Jokowi akan mempertahankan legasinya. Dia pergi ke Cina untuk tawarkan IKN, dia mondar mandir dari satu koalisi ke koalisi lain untuk mencari kejelasan dirinya,” kata Rocky.
“Dia cuma pikirkan nasibnya sendiri, gak memikirkan nasib kita,” lanjut Rocky dalam video tersebut.

























