Jakarta, Fusilatnews. Sejak awal RI mis manajemen, sehingga Depkeu yang dipimpin Sri Mulyani telah menjadi bagian inti pusat kekuasaan yang melakukan KKN dan money Londry, telah menjadi kesalahan yang sempurna. Rakyat tak percaya pada Regime Jokowi yang ditandai dengan berbagai ragam kebohongan; Ijazah asli, Esemka, impor tentara RRC, Pilpres curang.
Alasannya Jokowi dengan Konsep kebijakan Kesra mempercepat pembangunan IKN basis Obor (One Belt One Road) RRC, padahal waras melengkapi kebutuhan infra struktur butuh 20 tahun.
Mempercepat pembangunan Kreta cepat Jakarta Bandung, bila selesai akan berpotensi bangkrut dan menderitakan penduduk pribumi kebanjiran tanpa jaminan Asuransi, penumpang pribumi sepi karna impoten bayar Karcis Tol.
Bila digugat ke DPR, persoalan wacana 3 priode akan berakhir dengan consensus. KKN di BUMN yang merugi seharusnya bayar pajak, malah disuntik dana dengan merangkul semua parpol ke neraka.
Namun pribumi masih punya jalan alternatif yang berlobang. Itulah kenapa Jokowi impoten resufle karna tersandera aib KKN.
Bila rakyat masih bisa toleran dengan Regime Poo an tuy Jokowi, andalkan Pemilu Demokrasi 2 priode tanpa darah, karna nyaris semua parpol dan ormas pendukung rezem Olygarkhe ini sudah terima fasilitas KKN kecuali yang kurang beruntung.
Demikian ungkap DR Hilmi bersama Panelis Daeng Wahidin (Presiden PPMI), Anthony Budiono, Muslim Arbi dengan Modrator Shri Lalu bertema “Kinerja Kabinet Jeblok ; Janji Jokowi merufle hanya Modus : Takut kepada Siapa ? ” pada Diskusi mingguan ke 12 diselenggarakan Forjis Pimpinan Nurlapong di Cafe Bintang, jalan Percetakan Negara 4 / 1 Johar Baru, Jakarta pusat, 13 Maret 2023 sore disaksikan antara lain oleh Isac (UI Watch), Jali Pitung, Fivi, Yayan Gitar, Ita Hadibuan, Narti Buruh, Aya, Toha KB PII.* Mahdi






















