• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tim Bayangan Mas Menteri Makin Ngawur Pendidikan di Negeri Ini

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
September 30, 2022
in Feature, News
0
Tim Bayangan Mas Menteri Makin Ngawur Pendidikan di Negeri Ini

ki hajar dewantara. Ist

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Ir Prihandoyo Kuswanto | Ketua Pusat Studi Jajan Rumah Pancasila

Setelah Satgasus Merah Putih terbongkar dengan segala keanehan nya karena terjadi polisi didalam polisi. Sekarang Kemendikbud-Ristek.
Membuat hal yang hampir sama Tim Bayangan dengan anggota 400 orang. Pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah tim bayangan itu ada di struktur organisasi Kemendikbud -Ristek ?
Apakah memang struktur organisasi dirjen -dirjen itu tidak mampu membuat kebijakan sehingga perlu Tim Bayangan ?
Tentu Tim ini bukan ASN terus gajih dan Anggaran 400 orang ini dari mana ?

“Dalam Kemendikbudristek kami, tidak memperlakukan mereka sebagai vendor, walaupun secara kontraktual sudah jelas mereka vendor. Seluruh tim kita adalah tim permanen yang merupakan suatu vendor yang dirumahkan di bawah anak perusahaan Telkom. Di situlah mereka, dan memang mereka itu secara teknis adalah vendor,” kata Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X di DPR RI, Senin (26/9).

Kalau mendengar penjelasan mas menteri ini tim bayangan ini adalah vendor arti nya penyedia jasa dan barang pada Kemendikbud .
Bukan nya penyedia jasa dan barang itu ada aturan kepres nya ?
Kepres Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Kemudian ada Peraturan Presiden Perpres nomor 12 Tahun 2021 tanggal 2 Pebruari 221.

Kalau Tim Bayangan itu adalah vendor tentu perekrutan nya ada prosedur lelang yang harus dilalui yang aneh kata Mas Mentri ini secara Philisophy konsep gotong royong . Rupa nya Mas Mentri asal saja menempelkan gotong royong pada tim bayangan nya ,apakah dengan melebel kata gotong royong bisa menabrak segala aturan yang ada ?
Ini model nepotisme KKN yang berselubung pada Jargon Tim bayangan .

Kekacauan pendidikan di Indonesia salah dari awal nya salah menem pa tekan orang dan salah konsep apalagi secara Philisophy dianggap nya pendidikan itu me la hirkan robot robot seperti Gojek yang bisa di gerakan melalui aplikasi .
Sehingga kebijakan pendidikan menjaukan nilai nilai keagamaan .
Dan kita bisa rasakan pendidikan tidak lagi membangun karakter kebangsaan ,tidak lagi mencetak manusia yang adil dan beradab .
Harus nya philoshophy pendidikan itu membangun Manusia Yang Adil dan beradab .
Manusia itu bisa adil kalau dia memahami nilai nilai agama nilai nilai Ke Tuhanan ,nilai nilai ke Ilmuan ,dengan memahami nilai nilai tersebut maka manusia itu akan mampu membangun peradaban .

Ki Hadjar Dewantara
Haryati dalam buku Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengatakan, pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dimaksudkan agar peserta didik kelak sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Konsep tersebut diejawantahkan dalam sejumlah pandangannya mengenai dasar-dasar pendidikan. Di antaranya kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, kemanusiaan, kekeluargaan, budi pekerti, dan keseimbangan.
Suwardi Suryaningrat – nama lahir Ki Hadjar Dewantara, diakui karena pemikiran-pemikiran cemerlang terkait pendidikan nasional.
Slogan yang dikemukakan olehnya sering terdengar di telinga masyarakat Indonesia seperti “Tut Wuri Handayani”.

Akan tetapi, harus dipahami pula bahwa tujuan dari pendidikan yang dimaksud oleh Ki Hadjar Dewantara adalah satu proses yang tidak diam. Terdapat tiga asas yang dikenalkan Ki Hadjar Dewantara, yaitu kontiniu, konvergen, dan konsentris.

Pengembangan kesinambungan, lanjut Widyawati, adalah mencari sesuatu yang baru di luar Indonesia.

“Contohnya Ki Hadjar mencari dan mempelajari pemikir pendidikan dunia seperti Montessori, Froebel, dan Tagore. Semua pemikiran itu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan kita,” ujarnya dalam diskusi daring bertajuk “Rekonstruksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara untuk Pendidikan Nasional” dikutip Minggu (17/4/2022)

Kita bisa merasakan sekarang pendidikan kita justru tidak jelas arah nya karena dianggap nya teknologi segala gala nya.
Padahal tanpa sadar era internet ini kita sedang di giring dalam keinginan global yang pada akhir nya kita akan menjadi robot robot yang tidak bisa hidup tanpa internet .
Kita tudakakan bisa merdeka lagi sebab semua nya menjadi satu sistem satu kendali yang tidak lagi bangsa ini yang mengendalikan .

Apakah kita sadar ?
Mas menteri rupa nya bagian yang mempersiapkan robot robot yang suatu saat robot tersebut bisa di kendalikan ,oleh sebab itu tidak butuh Dr Prof untuk ngurus pendidikan ,sebab tidak butuh membangun karakter kebangsaan kita .

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ironi Menaikkan Daya Listrik Bersubsidi

Next Post

Sumber Rezeki Dari Panti Pijat? |Ustadz Dr. Aam Amirudin M.Si

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Memahami Cara Meraih Lailatul Qadr – Hikmah Ramadhan 1443 H

Sumber Rezeki Dari Panti Pijat? |Ustadz Dr. Aam Amirudin M.Si

Penerima Nobel Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Ini Respon Vatikan

Penerima Nobel Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Ini Respon Vatikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist