Tim kecil yang sedang menggodok terbentuknya koalisi perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai kandidat presiden, memutuskan untuk tidak bersikap reaktif terhadap berbagai issue yang menerpa
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa tim kecil yang sedang merumuskan terbentuknya Koalisi Perubahan solid dan memutuskan untuk tidak reaktif menanggapi berbagai isu yang menerpa.
“Politik tidak dilakukan dalam ruang hampa. Ada aksi-reaksi. Tapi kami tidak mau reaktif, dan memilih proaktif,” ujar Herzaky Senin (20/2).
Menurut Herzaki akan ada progres signifikan yang dicapai pekan ini. Tetapi Herzaky tak menjelaskan progres seperti apa ?.
“Tunggu saja minggu-minggu ini. Akan ada beberapa agenda yang kemungkinan bisa diikuti oleh publik,” kata Herzaki
Menurut Herzaky, pembentukan Sekretariat Perubahan (Sekper), dan penandatanganan nota kerja sama hanya tinggal menunggu momentum yang pas. Namun, tim kecil bakal Koalisi Perubahan enggan terburu-buru, sembari mengamati pergerakan koalisi partai politik (parpol) lain.
“Sehingga ketika satu pilihan langkah sudah kami ambil, apapun respon publik, respon koalisi lain, respon pendukung status quo, sebisa mungkin sebagian besar sudah masuk dalam kalkulasi yang kami prediksi sebelumnya,” kata Herzaki menambahkan.
Partai Demokrat berharap deklarasi Koalisi Perubahan digelar sebelum Ramadan atau sebelum pekan keempat Maret 2023.
Koalisi Perubahan ini beranggotakan partai Demokrat, NasDem, dan PKS, keiga partai politik tersebut sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai kandidat presiden.
“Kita sudah tiga partai, Demokrat, PKS, dan NasDem. Kita tinggal menunggu deklarasi berbarengan, kita berharap sebelum puasa atau minimal sebelum DCS (daftar calon sementara),” kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Jumat (17/2)

























