• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

TNI PEJUANG DEMOKRASI

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
October 18, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Di tengah redupnya cahaya demokrasi Indonesia, ada satu lembaga yang justru menyalakan kembali api harapan: Tentara Nasional Indonesia. Ironisnya, di saat sebagian besar institusi sipil kehilangan arah dan keberanian, para prajurit yang dahulu sering dituduh otoriter justru tampil membela nilai-nilai demokrasi. Mereka berdiri di garis depan menolak kesewenang-wenangan, membela konstitusi, dan mengingatkan bangsa ini bahwa loyalitas tertinggi seorang prajurit bukan kepada penguasa, melainkan kepada negara dan rakyat.

Dalam satu dekade terakhir, Indonesia menyaksikanp kemunduran demokrasi yang nyata. Pemerintahan yang lahir dari pemilihan langsung justru memperlihatkan wajah otoritarianisme baru: pelemahan lembaga pengawas, kooptasi partai politik, pembungkaman kritik, dan dinasti politik yang mencederai akal sehat republik. Demokrasi yang dahulu diperjuangkan dengan darah dan air mata kini menjadi panggung retorika tanpa jiwa.

Namun sejarah membuktikan: setiap kali republik ini terancam, selalu muncul kekuatan moral yang bangkit menegakkan kebenaran. Dalam masa-masa terakhir pemerintahan Jokowi, ketika suara rakyat kerap diabaikan dan hukum dijadikan alat kekuasaan, sejumlah tokoh TNI justru berdiri di depan publik—menolak tirani, membela rakyat, dan mengingatkan bahwa republik ini tak boleh dikorbankan demi ambisi siapa pun.

Para Prajurit yang Menolak Bungkam

Nama-nama seperti Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI yang berulang kali menyerukan kewaspadaan terhadap gejala otoritarianisme sipil; Mayjen (Purn) Soenarko, yang menegaskan bahwa tentara sejati tidak tunduk pada penguasa tetapi pada nurani; Letjen (Purn) Yayat Sudrajat, yang tanpa takut tampil membela hak rakyat; serta Brigjen (Purn) Poernomo, yang mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kekuasaan dan etika—semuanya adalah saksi hidup bahwa patriotisme tidak berhenti di masa pensiun.

Tak bisa dilupakan pula Mayjen Kunto Arief Wibowo, perwira aktif yang didemosi karena memperjuangkan pemilu yang jujur dan adil. Tindakannya adalah bentuk keberanian moral di tengah kultur birokratis yang kaku. Darah keberanian itu tampaknya mengalir dari ayahnya, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI yang terkenal dengan kesederhanaannya, tetapi tak segan memimpin para jenderal untuk menuntut demokrasi yang sejati. Try Sutrisno tidak hanya mengajarkan disiplin, tetapi juga integritas—sesuatu yang makin langka di kalangan elite sipil.

Selain mereka, ada pula nama-nama seperti Letjen (Alm.) Syarwan Hamid, Mayjen (Purn) Robby Win Kadir, Kol (Purn) Sugeng Waras,, yang aktif dalam forum-forum kebangsaan. Mereka hadir di tengah protes mahasiswa, buruh, dan emak-emak bukan untuk menunggangi, melainkan menopang moralitas perjuangan rakyat.

Forum Para Pejuang Konstitusi

Menjelang akhir kekuasaan Jokowi, berbagai forum yang dipimpin oleh para purnawirawan TNI menyerukan pemakzulan terhadap Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka—simbol matinya etika publik dan ambruknya marwah konstitusi. Langkah itu bukan perlawanan terhadap negara, melainkan pengabdian kepada cita-cita republik. Mereka mempertaruhkan nama, kehormatan, bahkan rasa aman demi membela kebenaran.

Mereka tahu: bila militer diam saat rakyat ditindas, maka sumpah prajurit kehilangan maknanya.

Kini, dengan terpilihnya Jenderal (Purn) Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, sejarah membuka peluang baru. Dunia boleh curiga, tetapi bangsa ini punya kesempatan membuktikan bahwa militer bisa menjadi pelindung demokrasi—bukan ancamannya. Prabowo memikul beban sejarah untuk membalikkan narasi lama: bahwa kekuatan berseragam identik dengan otoritarianisme. Ia dapat menunjukkan bahwa disiplin militer dan semangat demokrasi bukan dua hal yang saling meniadakan, melainkan bisa saling memperkuat.

Jika Prabowo memilih jalan ini, maka pemerintahannya dapat menjadi tonggak bagi rekonsiliasi sipil-militer yang sehat: bukan subordinasi, melainkan kemitraan moral dalam menjaga republik. Di tengah kerapuhan partai politik dan keroposnya lembaga hukum, TNI dapat menjadi jangkar moral—bukan untuk memerintah, tetapi untuk memastikan negara tetap berpegang pada kebenaran.

Pelajaran dari Dunia

Sejarah dunia menunjukkan bahwa militer bukan selalu musuh demokrasi. Dalam beberapa peristiwa besar, justru merekalah yang memulihkannya.

Di Portugal, Revolusi Anyelir 1974 dipimpin oleh perwira muda yang menggulingkan rezim otoriter dan menyerahkan kekuasaan kepada rakyat. Mereka menolak menjadi alat tirani dan mengakhiri perang kolonial dengan damai. Portugal kini menjadi salah satu demokrasi paling stabil di Eropa.

Indonesia sendiri pernah menempuh jalan serupa pada Reformasi 1998. Sejumlah perwira menolak menembaki mahasiswa dan memilih berpihak pada rakyat. Dari keputusan moral itulah demokrasi lahir kembali.

Hal serupa terjadi di Tunisia tahun 2011, ketika Jenderal Rachid Ammar menolak perintah presiden untuk menembaki demonstran. Militer menolak berkuasa, menyerahkan mandat kepada sipil, dan negeri itu menjadi satu-satunya negara Arab yang berhasil menegakkan demokrasi pasca Arab Spring.

Ketiga contoh itu memperlihatkan satu hal: demokrasi bisa lahir kembali bila militer mendahulukan nurani di atas perintah.

Dikotomi yang Tidak Lagi Relevan

Kini sudah tak relevan lagi menilai keberpihakan terhadap demokrasi berdasarkan dikotomi “sipil versus militer”. Yang relevan adalah keberanian untuk berpihak pada kebenaran. Dalam konteks ini, banyak tokoh militer telah menunjukkan bahwa moralitas tidak mengenal seragam. Mereka menunjukkan bahwa demokrasi dapat dijaga oleh siapa pun yang berani berkata “tidak” kepada kekuasaan yang melanggar batas.

Dalam teori politik, demokrasi hanya bisa hidup jika memiliki mekanisme koreksi diri. Ketika lembaga-lembaga sipil gagal menjalankan fungsi itu, koreksi sering datang dari luar struktur—dari suara nurani. Dan di antara suara nurani itu, kini terdengar gema langkah para prajurit yang menolak tunduk pada ketidakadilan.

Penutup: Tentara yang Menjaga Hati Rakyat

TNI lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan seharusnya kembali kepada rakyat. Di tengah kebisingan politik dan korupsi moral, TNI bisa menjadi benteng terakhir nilai-nilai republik. Para prajurit yang dahulu berjuang dengan senjata kini berjuang dengan suara—menegakkan kebenaran dan keadilan.

Mereka tidak perlu merebut kekuasaan untuk menjadi pahlawan. Cukup dengan berdiri di sisi rakyat ketika kebenaran diinjak-injak, mereka telah melanjutkan tradisi panjang para pejuang bangsa—dari Jenderal Sudirman hingga Try Sutrisno, dari Gatot Nurmantyo hingga Kunto Arief Wibowo.
Karena pada akhirnya, demokrasi tidak akan diselamatkan oleh prosedur, tetapi oleh orang-orang yang berani menjaga hati nurani bangsa.===

Cimahi, 18 Oktober 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akhlak Universal: Pertemuan Nilai Suci dari Semua Agama

Next Post

Jelang Munas Peradi RBA, Pendiri Ingatkan Luhut Pangaribuan Netral

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Jelang Munas Peradi RBA, Pendiri Ingatkan Luhut Pangaribuan Netral

Jelang Munas Peradi RBA, Pendiri Ingatkan Luhut Pangaribuan Netral

PK Gugur, Desakan Publik Menguat: Jaksa Agung Diminta Segera Terbitkan DPO Silfester Matutina

Prabowo Tak Sepatutnya Bertemu Jokowi Sebelum Ijazahnya Terbukti Asli di Pengadilan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...