Jakarta-Fusilatnews – Salah satu pendiri Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) Sugeng Teguh Santoso mengingatkan agar jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi RBA di bawah Ketua Umum Luhut MP Pangaribuan bersikap netral dalam Musyawarah Nasional (Munas) Peradi RBA yang akan datang. Munas yang sedianya digelar pada 24-25 April 2026 akan memilih Ketua Umum baru pengganti Luhut.
“Saya mendapat informasi DPN tidak netral. Misalnya, dalam acara-acara yang digelar ada kecenderungan untuk menampilkan sosok tertentu,” kata Sugeng Teguh Santoso saat dihubungi, Sabtu (18/10/2025).
Sedikitnya ada empat bakal calon yang akan memperebutkan kursi Ketua Umum Peradi RBA. Mereka adalah Ahmad Fikri Assegaf, B Halomoan Sianturi, Imam Hidayat dan Saor Siagian.
Ditanya soal siapa dari keempat bakal calon tersebut yang disinyalir mendapat dukungan dari Luhut Pangaribuan, Sugeng menjawab diplomatis. “Saya kasih inisialnya saja ya, AFA,” kata STS, panggilan akrab Sugeng Teguh Santoso.
Jika jajaran DPN, apalagi Ketua Umum Luhut Pangaribuan memberikan dukungan kepada bakal calon tertentu, STS mengingatkan Peradi RBA bisa pecah. “Peradi RBA bisa terbelah,” cetus STS yang juga Ketua Indonesia Police Watch (IPW) itu.
Ia lalu kilas balik, di mana Peradi RBA juga lahir akibat perpecahan yang dipicu ketidaknetralan Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan yang mendukung calon tertentu, yakni Fauzi Assegaf dalam Munas Peradi tahun 2015 lalu.
“Gegara sikap Otto Hasibuan yang tidak netral, mendukung salah satu calon, Munas pun jadi ricuh. Akhirnya pimpinan sidang saya ambil alih. Lalu lahirlah Peradi RBA yang berdiri hingga saat ini. Jika jajaran DPN Peradi RBA tidak netral, atau mendukung calon tertentu, bisa jadi Peradi RBA ini juga akan pecah,” tegasnya.
Ia kemudian menyarankan agar suksesi di tubuh Peradi RBA berlangsung demokratis, tidak ada intervensi, dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua bakal calon. “Peradi sebagai rumah bersama advokat justru harus menberikan contoh soal demokratisasi. Biarkan proses yang berjalan berlangsung normatif dan natural serta demokratis, jangan ada intervensi dan manuver akrobatik yang membahayakan keutuhan organisasi Peradi RBA,” pintanya.




















