• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Tom Lembong Dituntut 7 Tahun: Di Mana Airlangga? Ke Mana Zulhas?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 4, 2025
in Crime, Feature
0
Tom Lembong Dituntut 7 Tahun: Di Mana Airlangga? Ke Mana Zulhas?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Tom Lembong dituntut tujuh tahun penjara. Ia, seorang teknokrat yang dulunya menjadi simbol dari jargon “Indonesia yang terbuka,” kini digiring ke jeruji besi karena perkara gula. Ia dinyatakan bersalah oleh jaksa karena menerbitkan izin impor tanpa koordinasi, yang kemudian dianggap merugikan negara ratusan miliar rupiah. Tetapi, dalam cerita ini, bukan hanya gula yang pahit. Keadilan pun terasa getir.

Lalu saya bertanya: mengapa hanya Tom?

Mengapa Airlangga Hartarto, yang saat itu adalah Menko Perekonomian dan memiliki kewenangan koordinatif atas semua kebijakan ekonomi, tidak tersentuh? Mengapa nama Zulhas—Zulkifli Hasan—yang saat menjabat Menteri Perdagangan juga terlibat dalam wacana impor gula dan minyak goreng, selalu luput dari dakwaan?

Saya tidak hendak membela Tom. Hukum tidak bisa dan tidak boleh melihat siapa yang tampak bersih, siapa yang berbicara dalam bahasa pasar, atau siapa yang punya gelar dari luar negeri. Tapi saya ingin mengerti mengapa sebagian orang dijerat, sementara yang lain menghilang dari ruang interogasi?

Mungkin karena Tom Lembong sendirian. Tidak punya partai. Tidak punya pasukan. Tidak punya perisai kekuasaan. Ia teknokrat tanpa panji politik. Dan seperti yang kita tahu, di republik ini, hukum seringkali tajam ke luar lingkar kekuasaan, tumpul ke dalam tubuhnya sendiri.

Airlangga adalah ketua partai. Ia masih disebut-sebut akan duduk di kursi penting di periode pemerintahan yang baru. Zulhas adalah ketua partai juga—bahkan dua kali menjadi menteri. Keduanya bagian dari jaring kekuasaan yang tak putus selama satu dekade. Sedangkan Tom? Ia hanya seorang mantan.

Saya kira, dalam teater hukum, kita terlalu sering melihat pemeran utama ditulis berdasarkan siapa yang paling mudah dikorbankan. Maka, dalam ironi itu, Tom jadi kisah yang disempurnakan: teknokrat yang diadili, agar terlihat seolah hukum itu netral. Agar publik percaya, bahwa siapa pun bisa dijerat.

Namun keadilan bukanlah panggung teater. Ia mestinya tak menyeleksi siapa yang harus disorot berdasarkan seberapa terang sinar yang dimiliki. Justru keadilan harus mengendus bau busuk di tempat paling gelap sekalipun—di lorong partai, di ruang rapat kabinet, di balik poster-poster kampanye yang menjanjikan kemajuan dan subsidi.

Mengapa tidak Zulhas? Mengapa tidak Airlangga?

Pertanyaan itu tidak akan dijawab dalam konferensi pers kejaksaan. Ia hanya bergema di kepala kita, para penonton yang letih dan bosan menyaksikan lakon yang sama berulang kali: satu dijerat, yang lain dilindungi. Satu dibuka, yang lain ditutup rapat-rapat.

Goethe pernah menulis: “There is no crime greater than for justice to be unequal.” Tak ada kejahatan yang lebih besar dibandingkan ketidaksetaraan dalam keadilan.

Kita belum tahu apakah Tom bersalah dalam arti substansial. Tapi kita tahu pasti: republik ini tak pernah sungguh-sungguh menyentuh orang-orang yang duduk di jantung kekuasaan. Di sana, kejahatan bisa dikaburkan oleh konferensi, oleh relasi, oleh basa-basi politik yang disebut “kompromi pembangunan.”

Dan mungkin, karena itulah, kita mulai takut untuk berharap.

Karena terlalu sering, cahaya tak dipilih untuk menerangi yang gelap. Ia hanya diarahkan ke siapa yang sedang sendirian di tengah panggung.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jeritan Sunyi Rizal Fadilah: Kepada Siapa Lagi Ia Mengadu?

Next Post

Dari Al-Ichsan Ke Weslas Asih – “Mengganti Nama, Menghapus Ingatan” Simbolisme Murahan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Feature

Prabowo Sedang Bunuh Diri

June 7, 2026
Radius 30: Nanik S Deyang!
Feature

Radius 30: Nanik S Deyang!

June 7, 2026
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran
Crime

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Next Post
Dari Al-Ichsan Ke Weslas Asih – “Mengganti Nama, Menghapus Ingatan” Simbolisme Murahan

Dari Al-Ichsan Ke Weslas Asih - "Mengganti Nama, Menghapus Ingatan" Simbolisme Murahan

KDM Juga Harus Mengganti Nama Provinsi dan Jalan di Kawasan Gedung Sate

KDM Juga Harus Mengganti Nama Provinsi dan Jalan di Kawasan Gedung Sate

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

June 7, 2026
Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

June 7, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Prabowo Sedang Bunuh Diri

June 7, 2026
Radius 30: Nanik S Deyang!

Radius 30: Nanik S Deyang!

June 7, 2026
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

Svara Angklung Mandiri Perkenalkan Harmoni Nusantara di Jantung Kota Tokyo

June 7, 2026
Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

Pertunjukan Angklung Svara Mandiri Meriahkan Tokyo, Dihadiri 220 Penonton dari Berbagai Daerah di Jepang

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist