• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

TPUA Laporkan Ke Bareskrim – Jokowi Laporkan Ke Polda Metro jaya

Ijazah, Kekuasaan, dan Pertarungan di Meja Polisi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 30, 2025
in Crime, Feature, Law
0
TPUA Laporkan Ke Bareskrim – Jokowi Laporkan Ke Polda Metro jaya
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di meja penyidik kepolisian, dua laporan hukum kini saling berhadapan, membawa aroma politik yang kuat. Keduanya menyangkut satu hal yang sama: keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo. Tapi posisi para pihak bertolak belakang. Satu laporan datang dari masyarakat, melalui Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), yang melaporkan dugaan pemalsuan ijazah Presiden ke Bareskrim Polri. Satu lagi justru berasal dari Presiden sendiri, melalui kuasa hukumnya, yang melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya karena dianggap menyebarkan fitnah dan melakukan penghasutan terkait isu yang sama.

Dua laporan ini mencerminkan lebih dari sekadar sengketa administratif. Ia adalah refleksi dari relasi kuasa dalam demokrasi yang sedang retak: ketika warga mempertanyakan keabsahan seorang Presiden, dan Presiden meresponsnya dengan pelaporan balik ke kepolisian.

Laporan TPUA pada dasarnya meminta klarifikasi negara atas dokumen publik Presiden. Bukan hal aneh dalam negara demokrasi bila seorang warga bertanya: benarkah Presiden kita lulusan Universitas Gadjah Mada? Apakah ijazah itu otentik? Pertanyaan ini muncul setelah berbagai perbedaan versi dokumen tersebar luas di ruang digital, lengkap dengan analisis dan testimoni. Namun, alih-alih dijawab dengan transparansi, Presiden justru balik melaporkan para pengkritiknya.

Kuasa hukum Presiden melaporkan sejumlah nama ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan penyebaran hoaks. Ini bukan sekadar upaya membela diri; ini pernyataan sikap kekuasaan. Bahwa mempertanyakan sesuatu yang melekat pada presiden bisa dianggap tindak pidana. Bahwa di era sekarang, mengkritik bisa berujung kriminalisasi.

Laporan TPUA ke Bareskrim hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Statusnya masih “dipelajari”. Belum ada tanda-tanda serius akan dibuka penyidikan. Sementara laporan Presiden di Polda Metro Jaya segera ditindaklanjuti: para terlapor dipanggil, diperiksa, dan menjadi target opini publik bahwa mereka menyebarkan kebohongan.

Di sinilah keprihatinan itu muncul. Kepolisian seolah tak mampu membebaskan diri dari tekanan kekuasaan. Laporan masyarakat seperti tak punya daya, sementara laporan pejabat tinggi negara segera melaju di jalur cepat. Di negara hukum, semestinya semua laporan diproses secara seimbang, tanpa melihat siapa yang melapor atau siapa yang dilaporkan.

Ironisnya, ijazah adalah dokumen paling sederhana yang mestinya bisa diverifikasi dengan mudah. Jika memang tidak ada yang salah, mengapa negara begitu sensitif dan reaktif? Mengapa rakyat yang bertanya justru harus berhadapan dengan pasal-pasal karet?

Dua laporan itu kini menjadi semacam cermin retak: menunjukkan bagaimana hukum dipakai bukan untuk menjernihkan persoalan, tetapi untuk membungkam kritik. Seolah negara hendak berkata: mempertanyakan pemimpin adalah dosa besar.

Demokrasi sehat menuntut pemimpinnya terbuka pada kritik, bukan bersikap represif terhadap pertanyaan. Dan hukum, bila ia masih ingin dipercaya, harus bekerja ke atas dan ke bawah dengan keberanian yang setara. Jika tidak, sejarah akan mencatat bahwa di masa ini, rakyat hanya boleh diam atau dilaporkan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seluruh Aset Keluarga Eks Pegawai MA Zarof Ricar Disita Kejagung

Next Post

Jokowi Ngamuk Bak Banteng Ketaton

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum
Crime

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Bangsa Ini Tersesat karena Ulah – “Ijazah Palsu”

Jokowi Ngamuk Bak Banteng Ketaton

Laporan KePolda Metro – Teatrikal Pembalikan Dari Tertuduh Menjadi Penyerang

Laporan KePolda Metro - Teatrikal Pembalikan Dari Tertuduh Menjadi Penyerang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist