• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Transaksi-transaksi Mencurigakan yang Antiklimaks

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 5, 2023
in Feature
0
KSP: Panglima Itu Jabatan Politik!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

Jakarta – Heboh transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun di Kementerian Keuangan baru reda, kini muncul transaksi mencurigakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, transaksi-transaksi mencurigakan itu berakhir antiklimaks. Seperti onani!

Dikutip dari Tempo.co, Senin (3/7/2023), mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan mengatakan ada seorang pegawai komisi antirasuah di bidang penindakan yang memiliki nilai transaksi mencurigakan. Dia menyebut berdasarkan laporan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) nilai transaksi si pegawai itu mencapai Rp300 miliar lebih, bahkan hingga Rp1 triliun.

Nyanyian sumbang Novel itu kemudian dijawab Juru Bicara KPK Ali Fikri bahwa penyidik yang dimaksud Novel itu sudah tak bekerja lagi di KPK dan kini menjabat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres). Informasinya, pegawai tersebut bernama AKBP Tri Suhartanto yang kini menjabat Kapolres Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Ali mengatakan mantan pegawai yang disebut oleh Novel itu memang pernah bekerja di KPK sejak akhir 2018 hingga Februari 2023. Selama bertugas di KPK, lembaganya telah melakukan pemeriksaan terkait temuan transaksi tersebut dan sudah dikonfirmasi ke yang bersangkutan, dan hasilnya tidak benar ada kaitan dengan tugasnya selama di KPK. 

Ali mengatakan si penyidik menyatakan transaksi itu hanyalah uang yang berputar di rekening pribadinya. Menurut dia, yang bersangkutan memiliki bisnis pribadi sejak 2004, jauh sebelum bergabung dengan KPK. Bahkan sejak 2018 rekening dimaksud sudah ditutup.

Antiklimaks

Apa yang disampaikan Ali Fikri itu diamini Tri Suhartanto. Dus, serial satu babak yang diputar Novel Baswedan pun berakhir antiklimaks, sebagaimana serial-serial sebelumnya seperti pelanggaran etik Ketua KPK Firli Bahuri dan gratifikasi Lili Pintauli Siregar semasa menjabat Wakil Ketua KPK. Tak akan ada tindak lanjutnya.

Kini, masih tersisa serial lain di KPK, yakni pungutan liar Rp4 miliar dan pelecehan seksual yang melibatkan petugas rumah tahanan KPK, serta perselingkuhan antarsesama pegawai KPK.

Serial lainnya lagi adalah dugaan pembocoran dokumen laporan hasil penyelidikan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diduga melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri. Atas kasus ini, Dewan Pengawas (Dewas) KPK sudah mengambil keputusan, yakni tak akan membawanya ke sidang etik dengan dalih tidak ditemukan cukup bukti.

Sebaliknya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, yang pernah “disingkirkan” Firli dari jabatannya sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, menyatakan sudah menaikkan kasus dugaan pembocoran laporan hasil penyelidikan di Kementerian ESDM ini ke tahap penyidikan. Artinya, sudah ditemukan unsur pidananya. Artinya pula, pengumuman nama tersangka hanya soal waktu saja.

Akankah kasus dugaan pembocoran dokumen hasil penyelidikan yang diduga melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri ini berakhir antiklimaks pula? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Ternyata, transaksi mencurigakan Rp349 triliun di Kemenkeu juga antiklimaks. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md, dan juga DPR RI yang sempat menggebu-gebu dan hendak membentuk Panitia Khusus (Pansus) pun kini loyo sudah.

Diberitakan, nilai transaksi janggal Rp349 triliun tersebut diperoleh dari 300 surat laporan PPATK pada periode 2009-2023. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim beberapa laporan tersebut sudah ditindaklanjuti.

Dari jumlah itu, ada beberapa kelompok transaksi yang coba diurai Sri Mulyani. Pertama, transaksi Rp189 triliun yang terkait tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kedua, transaksi Rp253 triliun yang tidak terkait pegawai Kemenkeu.

Ketiga, transaksi debit/kredit terkait pegawai Kemenkeu yang nilainya Rp22 triliun, di mana Rp3,3 triliun di antaranya merupakan transaksi pegawai Kemenkeu, dan Rp18,7 triliun lainnya merupakan akumulasi transaksi debit/kredit terkait operasional korporasi dan orang pribadi, yang tidak ada kaitan dengan pegawai Kemenkeu.

Sri Mulyani menjelaskan, terdapat nilai transaksi janggal Rp3,3 triliun oleh 348 pegawai Kemenkeu. Dari 348 pegawai yang terlibat, Sri Mulyani telah menjatuhkan hukuman disiplin terhadap 164 pegawai, yakni 37 pegawai diberhentikan, 20 pegawai dibebaskan dari jabatan, 64 pegawai diturunkan pangkatnya, dan 43 pegawai mendapatkan teguran hingga penundaan kenaikan pangkat.

Kemudian 184 pegawai terdiri dari 13 pegawai telah divonis pengadilan, 41 pegawai telah dilakukan proses audit investigasi/klarifikasi. Kemudian 12 pegawai terlibat dalam “clearance” untuk promosi atau mutasi jabatan.

Ada pula 13 pegawai yang terlibat telah pensiun atau mengundurkan diri, serta 79 pegawai yang belum ditemukan indikasi pelanggaran, namun digunakan sebagai data profil pegawai, dan 26 pegawai terhitung dobel (data ganda) oleh PPATK.

Transaksi janggal Rp349 triliun di Kemenkeu ini mencuat setelah terkuaknya harta tak wajar pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo Rp46 miliar dan transaksi di rekening dia dan keluarganya mencapai Rp500 miliar. Rafael kemudian ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Kasus Rafael ini terbongkar setelah anaknya, Mario Dandy Satrio menganiaya David Ozora. Setelah itu, terbongkarlah kasus korupsi dan TPPU Kepala Bea Cukai Makassar, Sulawesi Selatan, Andhi Pramono.

Ini baru dua instansi, yakni KPK dan Kemenkeu. Belum instansi-instansi lainnya yang tak kalah memprihatinkan seperti DPR RI, Polri dan Kejaksaan RI.

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri Basuki Akan Ganti Rumput JIS Karena Diklaim Tak Sesuai Standar FIFA

Next Post

Nota Keberatan Johnny G Plate Seret Presiden Jokowi Dalam Pusaran Kasus Dugaan Korupsi BTS

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam
Birokrasi

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026
Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Next Post
1,3 miliar Data Bocor, Pemerintah : Masyarakat Harus Jaga NIK Masing-masing

Nota Keberatan Johnny G Plate Seret Presiden Jokowi Dalam Pusaran Kasus Dugaan Korupsi BTS

Breaking News: 2 Perusahaan Farmasi Akan Dipidana Terkait Gagal Ginjal Akut

BPOM Rilis Obat Berbahaya Baru Merusak Ginjal

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist