• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

TRILOGI TEODEMOKRASI

fusilat by fusilat
June 26, 2026
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Part 2
Ketika Demokrasi Kehilangan Tuhan

Bagian I:
Mengapa Pancasila Menempatkan Ketuhanan pada Sila Pertama

By Paman BED

“Demokrasi memilih pemimpin. Moral menentukan bagaimana pemimpin menggunakan kekuasaan.”

Pada bagian pertama trilogi ini, kita sampai pada sebuah kesimpulan sederhana.

Demokrasi bukanlah musuh.

Korupsi bukan pula anak kandung demokrasi.

Demokrasi hanyalah sebuah cara.

Yang menentukan hasil akhirnya adalah manusia yang menjalankannya.

Karena itulah pertanyaan yang sesungguhnya bukan lagi, bagaimana memilih pemimpin, melainkan apa yang membimbing pemimpin setelah ia terpilih.

Barangkali, jawaban atas pertanyaan itu telah lama disiapkan oleh para pendiri bangsa.

Menariknya, mereka tidak menempatkan demokrasi pada sila pertama.

Mereka juga tidak menempatkan keadilan sosial pada sila pertama.

Apalagi kesejahteraan ekonomi.

Mereka justru meletakkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai fondasi.

Urutan itu tentu bukan kebetulan.

Ia adalah sebuah pesan filosofis.

Seolah para pendiri bangsa ingin mengatakan bahwa sebelum manusia mengatur negara, manusia terlebih dahulu harus mampu mengatur dirinya sendiri.

Sebelum seseorang memimpin orang lain, ia harus lebih dahulu dipimpin oleh hati nuraninya.

Sebab kekuasaan selalu memiliki dua wajah.

Di tangan orang yang berintegritas, kekuasaan menjadi amanah.

Di tangan orang yang kehilangan moral, kekuasaan berubah menjadi godaan.

Sejarah dunia telah berulang kali memperlihatkan kenyataan itu.

Tidak sedikit pemimpin yang jatuh bukan karena kurang cerdas.

Bukan pula karena kurang berpendidikan.

Mereka jatuh karena kehilangan batas.

Dan batas terakhir manusia sesungguhnya bukanlah kamera pengawas.

Bukan auditor.

Bukan aparat penegak hukum.

Melainkan hati nurani.

Di sinilah sila pertama Pancasila menjadi menarik untuk direnungkan.

Ketuhanan Yang Maha Esa bukan sekadar pengakuan bahwa bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan.

Lebih dari itu, sila pertama mengandung pesan bahwa kehidupan berbangsa tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab moral.

Negara memang membuat hukum.

Tetapi hukum hanya dapat menjangkau perbuatan.

Hati nurani menjangkau niat.

Pengadilan dapat menghukum orang yang terbukti bersalah.

Tetapi hati nurani sering kali telah mengadili seseorang jauh sebelum perkara itu masuk ke ruang sidang.

Mungkin karena itulah hampir semua agama mengajarkan nilai yang serupa.

Kejujuran.

Amanah.

Keadilan.

Larangan mencuri.

Larangan berdusta.

Larangan menerima suap.

Perintah menolong sesama.

Perintah menjaga martabat manusia.

Nama agamanya boleh berbeda.

Cara beribadahnya boleh berbeda.

Tetapi nilai moral universalnya hampir selalu bertemu.

Di sinilah letak kekuatan Indonesia.

Negara ini bukan negara agama.

Tetapi juga bukan negara yang memisahkan kehidupan publik dari nilai Ketuhanan.

Pancasila memilih jalan yang berbeda.

Negara menghormati seluruh agama yang diakui.

Namun pada saat yang sama, negara juga berharap agar nilai-nilai luhur yang diajarkan agama menjadi sumber etika dalam kehidupan bersama.

Karena itu, ketika saya menggunakan istilah Teodemokrasi, yang dimaksud bukanlah teokrasi.

Teodemokrasi bukanlah gagasan untuk memberikan kekuasaan kepada pemuka agama.

Bukan pula menjadikan satu agama sebagai dasar negara.

Dan sama sekali bukan mengurangi kedaulatan rakyat.

Sebaliknya.

Teodemokrasi tetap menerima demokrasi sebagai mekanisme politik.

Rakyat tetap memilih pemimpinnya.

Konstitusi tetap menjadi hukum tertinggi.

Hak-hak warga negara tetap dilindungi.

Namun proses memperoleh, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan kekuasaan harus dipagari oleh nilai-nilai moral universal yang diajarkan agama.

Kejujuran.

Amanah.

Keadilan.

Anti korupsi.

Anti suap.

Menghormati martabat manusia.

Dengan demikian, agama tidak dijadikan alat untuk merebut kekuasaan.

Justru kekuasaanlah yang harus tunduk kepada etika yang diajarkan agama.

Di sinilah perbedaan mendasarnya.

Agama bukan instrumen politik.

Melainkan kompas moral politik.

Namun setiap gagasan tentu memiliki tantangan.

Teodemokrasi pun demikian.

Pertanyaan yang segera muncul adalah:

Bagaimana memastikan nilai Ketuhanan tidak berubah menjadi alat untuk mendiskriminasi pemeluk agama lain?

Bagaimana mencegah politisi menggunakan simbol agama hanya untuk mencari suara?

Bagaimana memastikan bahwa yang menjadi pedoman adalah nilai moral universal, bukan tafsir sempit yang memecah belah masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak boleh dihindari.

Justru harus dijawab dengan jujur.

Karena sebuah gagasan hanya akan menjadi kuat apabila ia mampu mengakui tantangannya sendiri.

(Bersambung pada Part 2 – Bagian II)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

TRILOGI TEODEMOKRASI

Next Post

TRILOGI TEODEMOKRASI

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

June 26, 2026
Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa
Feature

Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

June 26, 2026
Feature

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026
Next Post

TRILOGI TEODEMOKRASI

Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

June 26, 2026
Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

June 26, 2026

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026

TRILOGI TEODEMOKRASI

June 26, 2026

Teodemokrasi Tawaran Politik Peredam Budaya Korupsi

June 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REPUBLIK MADESU (Masa Depan Suram)

June 26, 2026
Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

Dalam Perkara Roy Suryo dan dr. Tifa, Jaksa yang Wajib Membuktikan, Bukan Terdakwa

June 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...