• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

TUMBAL JOKOWI DAN INTELEKTUAL (AGAMA) PENIPU

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
March 21, 2024
in Feature, Pendidikan, Politik
0
TUMBAL JOKOWI DAN INTELEKTUAL (AGAMA) PENIPU
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

ntungAdil ka’talino bacuramin ka’saruga basengat ka’jubata” adalah falsafah Dayak yang diucapkan Presiden Widodo saat kunjungannya ke Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Jumat, 3 November 2023.

Arti bebasnya adalah, Adil ka’talino, harus bersikap adil pada sesama manusia. Bacuramin ka’saruga, memiliki makna harus bercermin, berpandangan hidup seperti perkataan baik di surga. Basengat ka’jubata, kehidupan manusia bergantung pada Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti sejak awal, Widodo adalah orang yang mudah mengucapkan sesuatu yang tertulis, terlepas ia memahami atau tidak.

Masyarakat mulai melirik Widodo dengan alasan bahwa, ia polos, jujur, merakyat, bahkan ia rela silaturahmi ke habitat tikus (masuk gorong-gorong), dibarengi dengan miskinnya pengetahuan kosatakata kerap kali menunjukkan kepolosan Widodo.

Anggapan kepolosan dari seluruh tampilan tersebut  bahkan dianggap sesuatu yang diterima untuk seseorang dalam kapasitas sebagai presiden, kekeliruan terbesar awal dalam memberikan tempat kepada Jokowi.

Masyarakat yang polos memaklumi, mengingat presiden sebelumnya terlihat lembut, santun, tak lebih sekedar pencari lapak berkedok seorang pemimpin demokratis, agamis, nasionalis (SBY). Harapan adanya perbaikan pelayan terhadap rakyat, penegakan hukum yang baik, keadilan hukum dan ekonomi lebih baik dari Presiden sebelumnya.

Dalam Filsafat abad pertengahan, Mutakallimun dan Sufi tidak segan-segan dalam perdebatan, sama seperti Filsuf, mereka mengambil posisi masing-masing, tergantung pada postulat epistemik (penguasaan ilmu) dan selera filosofisnya (Ibrahim Kalin, 2010 – Mula Sadra on existence).

Pengetahuan adalah cara terbaik sebagai penyatuan dalam realisasi. Baik dan buruknya suatu pengetahuan, dapat terlihat dalam realisasinya (apakah pengetahuan tersebut menyatu dalam realisasi).

Maka, sikap seseorang yang memiliki pengetahuan dengan benar akan terlihat dari sikap menerima, sebaliknya melakukan penolakan terhadap realitas.

Tahun-tahun terakhir, penindasaan, ketidakadilan, bahkan hilangnya nyawa seolah-olah menjadi hal lumrah di Negara Agamis Indonesia.

Widodo, seolah-olah seperti pembawa malapetaka bagi rakyat, setipa kunjungannya kedaerah-daerah akan membawa cerita lain dari apa yang seharusnya.

Setiap kedatangannya, akan menghasilkan airmata, seperti: konflik agraria, penganiayaan oleh aparat terhadap rakyat, hingga berujung penangkapan, bahkan tewas seperti yang terjadi atas Marhan Harahap, di Labuhan Batu.

Jokowidodo telah memberikan perlakuab khusus kepada Investor, bahkan kekhususan tersebut melebihi kebiasaan penjajah Belanda. Baca : https://fusilatnews.com/hgu-seratus-tahun-jokowi-melebihi-penjajah-belanda/

Konflik Agraria yang ditimbulkan telah mencapai kurang lebih 2939 konflik, dengan luas lahan konflik kurang lebih 6.309.261jt Ha (setengah wiliyah daratan Kalimantan Timur), warga mendapatkan ketidakadilan baik di presekusi dan kriminalisasi atas konflik tersebut kurang lebih 2.363 orang, warga dianiyaya sebanyak 905 orang, Warga ditembak dan tertembak sebanyak 78 orang dan tewas 72 orang.

Penganiayaan dan nyawa melayang era Widodo ini terlihat hal biasa dan lumrah. KM 50 contohnya, secara doktrinal pidana disebut sebagai pembantaian “moord anslag” (siap memperdebatkan landasan teoritis).

Lalu, Kejahatan Kanjuhruan yang menyebabkan 100 orang lebih tewas (tidak menggunakan istilah tragedi, sebab kejadian itu nyata dan terlihat sebab akibat nya).

Papua contoh lain, hingga memakan banyak korban nyawa, selain dari korban jiwa (trauma, intimidasi mengakibatkan jiwa menjadi korban)

Ada banyak penganiayaan dan nyawa melayang dan semua itu dianggap biasa, terlupakan, dibiarkan dan seolah-olah Jokowi dalam kunjungannya kesetiap daerah akan hanya menawarkan tanah rakyat bagi investor, dan sekaligus mencari korban sebagai tumbal yang diminta oleh dukun-dukun sesat Widodo.

Intelektulitas ilmu hukum, Inteltulitas Agama dan tokoh-tokoh agama juga tak mampu berbicara apapun, diam seribu bahasa. Bahkan lebih buruk lagi, mereka mencarikan dalil-dalil agar masyarakat diam, dan mencarikan dalil pembenaran kekacauan tersebut.

Ucapan-ucapan Widodo seperti kutipan dari tanah dayak tersebut, hanya di gunakan sebagai alat merayu dengan niat memuluskan Investasi.

Jokowi tak menyelesaikan hak-hak adat dengan benar, dia melakukan pembiaran atas kesewenangan yang terjadi.

Tak ada cara yang adilan dan manusiawi yang diberikan kepada rakyat yang berbeda, melainkan intimidasi atas nama hukum dan negara. Kelakukan tersebut tidak dari surga melainkan neraka dan bertolak belakang dengan falsafah dayak tersebut.

 

 

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

WHO Catat Lebih Dari 400 Serangan Israel terhadap Fasilitas Kesehatan di Gaza

Next Post

MK Putuskan Hapus Pasal Sebar Hoax untuk Membuat Onar

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Jika MK Kabulkan Gugatan Usia Capres/ Cawapres,  MK  Perkuat Politik Dinasti

MK Putuskan Hapus Pasal Sebar Hoax untuk Membuat Onar

Pokok-Pokok Gugatan Paslon 1 ke MK

Pokok-Pokok Gugatan Paslon 1 ke MK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist