Namun cara kampanye paslon nomor dua ini masih tak percaya diri, Hal ini ditunjukkan dengan cara kampanye dan tindakan lainnya yang semakin brutal demi mencapai kemenamgan
Jakarta – Fusilatnews – Ditengah elektabilitas yang dilaporkan oleh sejumlah lembaga survei, Pasangan calon nomor urut dua Prabowo Subianto dan Gibran Rakabining Raka yang diklaim semakin melaju mengalahkan dua pasangan kontestan lainnya dalam pemilihan Presiden 2024 bulan depan.
Namun cara kampanye paslon nomor dua ini masih tak percaya diri, Hal ini ditunjukkan dengan cara kampanye dan tindakan lainnya yang semakin brutal demi mencapai kemenamgan
Kali ini mereka berkampanye dengan cara yang tak etis dan dilarang yaitu mengedarkan paket beras SPHP Bulog berstiker paslon nomor 2 Prabowo – Gibran. Ketika ditunjukkan foto beras SPHP berstiker paslon nomor 2 menempel di kemasan beras SPHP di media sosial X atau Twitter.
Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming saat diperlihatkan Foto yang diunggah oleh akun X atas nama Jhon Sitorus dengan akun @Miduk1jug
Pada akun Miduk1jug juga menulis pesan terkait pelanggaran pelamggaran seperti :
“Melanggar konstitusi sudah, melanggar aturan debat sudah, melanggar netralitas aparat sudah, melanggar integritas sebagai pejabat sudah. Sekarang pakai beras Bulog untuk kampanye juga ya, kabinet Jokowi sedang mengabdi untuk Prabobro-Gibran. Labrak terus selagi masih berkuasa,” tulis akun teterseb, Kamis (25/1/2024) malam.
Menanggapi kabar tersebut, Gibran malah balik bertanya kepada awak media. Namun, ia mengatakan akan mencoba mencari tahu terkait beras Bulog yang ditempeli stiker tersebut.
“Tempatnya di mana? Ntar saya cari ya, coba ya,” kata Gibran, Kamis (25/1/2024).
Disinggung apakah ada instruksi terkait bagi-bagi beras, Gibran mengatakan tidak ada. Ia mengatakan bagi-bagi beras tidak diperbolehkan.
“Gak (ada instruksi), kan gak boleh bagi beras. Nanti saya tidak lanjuti ya,” katanya.
Gibran menegaskan jika ia diberi tahu lokasinya ia akan mendatangi tempat tersebut. “Kasih tau saya lokasinya mana nanti saya samperin (datangi-Red),” katanya.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bereaksi dengan adanya beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diduga ditempeli stiker salah satu pasangan calon (paslon) presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) 2024.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait adanya temuan beras SPHP dengan stiker paslon nomor urut 02.
“Kita investigasi dulu ya. Kami harus cari tahu dulu apakah itu benar, apakah itu hanya sekedar tempelan stiker, atau scam. Kita kan harus cari tahu di mana kejadiannya, seberapa banyak, dan lain sebagainya,” kata Ketut di IICC Botani Square, Bogor, Rabu (24/1/2024).
“Ini harus kita investigasi, karena itu kan di foto hanya satu karung tuh, jangan-jangan hanya sekedar ditempel saja, orang beli satu belum tentu mereka borong, hanya untuk menjatuhkan salah satu paslon. Itu kan kita harus lihat,” tambahnya.
Namun secara prinsipnya, jelas Ketut, aturan distribusi beras SPHP sudah jelas, yang mana beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) dan langsung dijual kepada masyarakat.
“Beras SPHP itu harus dijual oleh pedagang langsung ke konsumen, dan tidak ada tempelan stiker paslon,” jelas Ketut.


























