Kebijakan TNI dalam membebaskan pilot Susi Air yang disandera oleh gerombolan Kriminal Bersenjata/ OPM dengan pendekatan persuasif dàn negosiasi.
Jakarta – Fusilatnews – TNI lebih mengutamakan pendekatan negosiasi dalam upaya pembebasan pilot SusiAir berkebangsaan Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens yang disandera sejak 7 Februari bulan lalu disandera kelompok kriminal bersenjata di Papua.
Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Krisdiyanto kepada wardulan menjelaskan upaya TNI membebaskan sandera mengikuti dan tunduk pada kebijakan pemerintah
“Kita mengikuti kebijakan pemerintah bahwa kita bernegosiasi dulu agar sandera ini selamat tanpa ada cedera apa pun,” kata Laksaman Muda Krisdiyanto di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (15/3)
Menurutnya, upaya negosiasi dipilih untuk mengedepankan keselamatan sandera, meskipun langkah itu membutuhkan waktu yang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan tindakan mengeksekusi para separatis yang menyandera.
Memang kalau negosiasi tidak akan sebentar, pasti butuh waktu yang panjang dan kita semua harus sabar karena ini menyangkut nyawa manusia yang harus kita selamatkan, meskipun hanya satu orang,” jelasnya.
Krisdiyanto menambahkan hingga kini Satgas TNI masih melakukan operasi bersama Polri dalam misi penyelamatan kapten Pilot Philip Mehrtens.
Satuan TNI telah mengetahui beberapa titik yang dicurigai sebagai tempat keberadaan para separatis di Papua melalui sarana yang dimiliki, baik pesawat udara maupun tim inteligen.
“Dengan medan Papua yang sedemikian berat, ada risiko jika kita langsung mendekat ke situ. Kan kelompok mereka mengancam, kalau TNI maju, sandera akan dibunuh, nah itu yang akan kita hindari. Apalagi pemerintah daerah sudah berupaya akan bernegosiasi dengan pihak tersebut,” jelasnya
Krisdiyanto menjelaskan bahwa TNI juga tidak mengambil tawaran dari pihak Pemerintah Selandia Baru dalam misi penyelamatan Mehrtens.
“Kemarin Pemerintah Selandia Baru menghadap Panglima. Duta besarnya sudah menawarkan untuk membantu, namun Panglima menyatakan bahwa satuan TNI masih cukup untuk bisa menangani masalah penyanderaan ini,” jelas Krisdiyanto.
Krisdiyanto menjelaskan bahwa TNI juga tidak mengambil tawaran dari pihak Pemerintah Selandia Baru dalam misi penyelamatan Mehrtens.
“Kemarin Pemerintah Selandia Baru menghadap Panglima. Duta besarnya sudah menawarkan untuk membantu, namun Panglima menyatakan bahwa satuan TNI masih cukup untuk bisa menangani masalah penyanderaan ini,” jelas Krisdiyanto.
Sejak 7 Februari 2023 sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, pesawat yang dikemudikannya dibakar dan belasan penumpangnya melarikan diri sedangkan Pilot SusiAir PhilipMark Mehrtens disandera oleh teroris KKB /OPM pimpinan Egianus Kogoya
Sebulan sejak penyanderaan, Mehrtens menyatakan melalui rekaman video bahwa dirinya akan dibebaskan jika Indonesia memberikan kemerdekaan kepada bangsa Papua Barat. Egianus Kogoya juga meminta PBB untuk memediasi Indonesia dan Papua agar memerdekakan warga Papua.
























