• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Usai Libur Panjang Lebaran, IHSG Anjlok 9,19 Persen Menjadi 5.912

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
April 8, 2025
in Economy
0
Usai Libur Panjang Lebaran, IHSG Anjlok 9,19 Persen Menjadi 5.912
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews – Memasuki kembali setelah menikmati cuti bersama lebaran 2025 selama sepekan lebih para investor dan spekulator dihadapkan pada penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 9,19 persen pada Selasa (8/4) atau perdagangan perdana setelah libur panjang Lebaran

Berdasarkan RTI Business, IHSG turun drastis sebesar 598,55 poin atau 9,19 persen ke level 5.912.

IHSG dibuka langsung melemah di level 5.914 dan bergerak pada rentang tertinggi di 5.914 dan terendah di 5.912 sepanjang pagi ini.

Volume transaksi pagi ini mencapai 1,591 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp1,926 triliun dari 64.620 kali frekuensi perdagangan.

Dengan penurunan tajam ini, kapitalisasi pasar IHSG menyusut menjadi Rp10.218 triliun.

Pelemahan IHSG ini menjadi penurunan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan memperpanjang tren negatif yang terjadi sejak akhir Maret 2025.

Buntut pelemahan, BEI melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.00 waktu Jakarta. Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:30:00 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Meski sempat anjlog IHSG hingga 9,19 persen ke level 5.912,06 sebelum akhirnya Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan selama 30 menit sesuai regulasi.

Tekanan ini menjadi salah satu yang terdalam sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menyebut koreksi tajam IHSG mencerminkan kepanikan pasar yang luar biasa, terlebih terjadi usai libur panjang Lebaran.

Bahkan, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut terkoreksi dalam hingga 11,31 persen ke level 651,46.

“Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi korban utama, seperti BBCA yang turun 12,94 persen, BBRI minus 14,57 persen, TLKM minus 14,94 persen, BBNI anjlok 13,21 persen, dan ASII yang relatif lebih tangguh dengan penurunan 3,46 persen,” ujar Hendra Selasa (8/4).

Ia menjelaskan salah satu pemicu utama kejatuhan IHSG adalah pengumuman kebijakan tarif dagang baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kebijakan tersebut menaikkan tarif hingga 32 persen terhadap sejumlah produk dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Meskipun secara proporsi ekspor ke AS hanya sekitar 9,9 persen dari total ekspor Indonesia, pasar meresponsnya secara berlebihan karena sentimen ini menyiratkan ketegangan dagang global yang kembali meningkat, kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia, serta gangguan rantai pasok,” jelas Hendra

Tak hanya faktor global, ketiadaan reaksi cepat dari pemerintah Indonesia sebelum pasar dibuka juga memperburuk kondisi.

Menurut Hendra, ketidakpastian ini membuat pelaku pasar kehilangan kepercayaan, ditambah tekanan teknikal seperti margin call dan forced sell, khususnya pada saham-saham unggulan yang selama ini menopang indeks.

Sementara itu, pengamat pasar modal Ibrahim Assuaibi menambahkan gejolak global yang sedang berlangsung memang menjadi salah satu pemicu besar merosotnya IHSG.

Ia menyoroti sejumlah faktor eksternal mulai dari perang dagang, ketegangan geopolitik, hingga kebijakan suku bunga tinggi di AS

“IHSG dalam pembukaan pasar mengalami penurunan hampir 9 persen. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah perang dagang di mana Amerika memperlakukan perang dagang via impor tambahan ke semua negara termasuk Indonesia 32 persen,” ungkap Ibrahim.

Tak berhenti di situ, rilis data tenaga kerja di AS yang jauh di atas ekspektasi juga memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi. Menurut Ibrahim, hal ini menambah tekanan terhadap pasar finansial global, termasuk Indonesia.

Selain perang dagang dan kebijakan The Fed, Ibrahim juga menyoroti eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa. Perang Israel di Jalur Gaza, memanasnya hubungan negara-negara Arab dengan AS, serta serangan Rusia ke Ukraina semakin memperburuk sentimen global.

“Ini yang sebenarnya membuat kondisi global terus mengalami penurunan sehingga saham-saham berbasis teknologi berguguran. Jadi sangat wajarlah kalau seandainya Indeks Harga Saham Gabungan ini turun tajam,” tegas Ibrahim.

Menurutnya, dengan kondisi global yang tidak menentu dan situasi domestik yang juga belum kondusif, potensi suspensi perdagangan oleh BEI memang sudah sesuai prediksi.

Ibrahim menyebut BEI berpeluang melakukan suspensi jika IHSG turun lebih dari 8 persen dalam satu sesi perdagangan.

Namun di balik tekanan ini, Hendra menilai masih ada peluang positif bagi Indonesia. Ia berpendapat turunnya harga minyak dunia hingga 21 persen sebagai dampak perang dagang justru bisa menguntungkan Indonesia sebagai negara importir migas, dengan potensi penghematan hingga US$4 miliar.

Selain itu, ia menyebut yield US Treasury yang menurun mendorong arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pelemahan dolar AS juga memberi ruang stabilisasi bagi nilai tukar rupiah. Hendra menambahkan Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan momen ini untuk memperluas pasar ekspor ke kawasan lain seperti India, ASEAN, Eropa, dan Afrika.

Secara teknikal, Hendra melihat level support IHSG berada di area 5.800 dan resistance di level 6.000. Setelah trading halt, kata dia, biasanya kepanikan mulai mereda dan potensi technical rebound bisa terjadi.

Lebih lanjut, Hendra menilai pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan siang ini terkait sikap Indonesia terhadap kebijakan tarif Trump akan menjadi katalis penting bagi arah pasar selanjutnya.

“Secara keseluruhan, penurunan IHSG hari ini lebih disebabkan oleh sentimen eksternal dan reaksi emosional pasar, bukan karena kerusakan fundamental ekonomi dalam negeri,” tegas Hendra.

Ia pun mengingatkan bagi investor jangka panjang, kondisi ini justru bisa menjadi peluang untuk mengakumulasi saham-saham berfundamental kuat yang saat ini harganya tertekan t

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belum Semua Pemudik Kembali ke Jakarta, Meski WfA Sudah Memasuki Hari Terakhir

Next Post

Ditengah Berlanjutnya pembantaian Israel di Gaza, Trump Kembali Lontarkan Gagasan Pencaplokan Gaza

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Next Post
Israel Bon Gaza Saat Kemarahan Meningkat  Menyusul  Pembunuhan 15 Petugas Medis

Ditengah Berlanjutnya pembantaian Israel di Gaza, Trump Kembali Lontarkan Gagasan Pencaplokan Gaza

Iran dan AS  Berencana  Menggelar  ‘Pembicaraan Tingkat Tinggi Tidak langsung’ Pada Hari Sabtu  Mendatang di Oman

Iran dan AS Berencana Menggelar ‘Pembicaraan Tingkat Tinggi Tidak langsung’ Pada Hari Sabtu Mendatang di Oman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist