• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Virus Dusta Jokowi Masih Mengalir Dalam Darah Aparat

Ali Syarief by Ali Syarief
January 11, 2025
in Crime, Feature
0
Virus Dusta Jokowi Masih Mengalir Dalam Darah Aparat

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Kasus pemagaran laut di Kabupaten Tangerang menjadi bukti nyata bagaimana model ahlak Jokowi masih bergelimang dalam lingkaran dusta dan ketidaktransparan. Sebuah fenomena aneh terjadi: sepanjang 30,16 kilometer lepas pantai di wilayah Kabupaten Tangerang, jajaran bambu berdiri kokoh, seolah mengklaim wilayah perairan tersebut. Ironisnya, baik pemerintah maupun pihak swasta seperti Agung Sedayu Group mengaku tidak tahu menahu tentang siapa yang bertanggung jawab atas pemagaran tersebut.

Kisah ini menjadi lebih mencengangkan ketika keluhan dari para nelayan yang merasa terganggu mulai muncul ke permukaan. Para nelayan kehilangan akses ke wilayah tangkapan mereka, yang merupakan sumber penghidupan utama. Dalam situasi ini, pemerintah seharusnya sigap memberikan jawaban dan solusi, namun yang terjadi justru sebaliknya – kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.

Pada Kamis, 9 Januari 2025, tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono, turun ke lokasi dengan Kapal Pengawas Hiu Biru 03 dan 06. Mereka memasang spanduk berwarna merah bertuliskan “Penghentian Kegiatan Pemagaran Laut Tanpa Izin”, menandakan bahwa aktivitas tersebut ilegal. Hal ini sekaligus menguatkan dugaan bahwa pemagaran laut ini melanggar Pasal 18 angka 12 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Namun, langkah ini lebih terasa seperti tambal sulam ketimbang upaya nyata menyelesaikan akar permasalahan. Pemerintah tidak mampu menjelaskan siapa dalang di balik aksi pemagaran ini. Bahkan, investigasi awal menyebut adanya keterlibatan sosok berinisial “T”, yang hingga kini tetap menjadi misteri. Keengganan untuk transparan dan memberikan kejelasan ini mencerminkan budaya dusta yang telah menjadi karakteristik pemerintahan Jokowi selama bertahun-tahun.

Mengapa Kasus Ini Penting?

Kasus pemagaran laut di Kabupaten Tangerang bukan sekadar soal pelanggaran hukum. Ini adalah cerminan bagaimana kebijakan dan implementasi di era Jokowi sering kali terjebak dalam retorika kosong tanpa aksi nyata. Pemerintahan yang berjanji akan memberantas mafia tanah dan laut kini justru membiarkan persoalan sebesar ini terjadi tanpa penyelesaian jelas.

Nelayan, sebagai pihak yang paling terdampak, adalah korban nyata dari absennya tanggung jawab pemerintah. Pemagaran laut menghilangkan akses mereka terhadap wilayah tangkapan yang seharusnya dilindungi oleh negara. Dalam konteks ini, pemerintahan Jokowi gagal memenuhi salah satu tugas fundamentalnya: melindungi hak rakyat kecil.

Virus Dusta yang Menyebar

Budaya dusta dalam pemerintahan Jokowi tidak hanya tercermin dalam kasus ini. Ketidakmampuan untuk memberikan jawaban, kurangnya transparansi, dan pengabaian terhadap dampak kebijakan telah menjadi pola yang berulang. Virus dusta ini terus mengalir dalam darah pemerintahan, memperlihatkan betapa lemahnya komitmen terhadap keadilan dan kebenaran.

Dalam kasus pemagaran laut, pemerintah seharusnya mampu segera mengidentifikasi pelaku, menghentikan aktivitas ilegal tersebut, dan memastikan bahwa hak nelayan terlindungi. Sebaliknya, yang muncul adalah retorika tanpa aksi, membiarkan rakyat bertanya-tanya siapa yang sebenarnya berkuasa.

Penutup

Kasus ini adalah pengingat bahwa pemerintahan yang tidak transparan dan tidak bertanggung jawab akan selalu membawa dampak buruk bagi rakyatnya. Jika budaya dusta ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin tergerus. Pemerintah Jokowi harus segera bertindak untuk menghentikan virus dusta ini sebelum seluruh sendi pemerintahan terjangkit dan runtuh oleh kebohongan yang mereka ciptakan sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fraksi PKS Desak Pemerintah Hentikan Proyek PSN PIK 2 di Tangerang

Next Post

Kronologi Kebakaran Dahsyat Melanda Los Angeles, Ribuan Hektar Hangus dan Korban Jiwa Terus Bertambah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan
Feature

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Next Post
Kronologi Kebakaran Dahsyat Melanda Los Angeles, Ribuan Hektar Hangus dan Korban Jiwa Terus Bertambah

Kronologi Kebakaran Dahsyat Melanda Los Angeles, Ribuan Hektar Hangus dan Korban Jiwa Terus Bertambah

Kasus Penembakan Bos Rental Mobil Memasuki Tahap Rekonstruksi

Kasus Penembakan Bos Rental Mobil Memasuki Tahap Rekonstruksi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...