• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Wajah Kekuasaan, Kritik Lebih Berbahaya daripada Pelanggaran HAM

Ali Syarief by Ali Syarief
May 8, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Wajah Kekuasaan, Kritik Lebih Berbahaya daripada Pelanggaran HAM
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di sebuah negeri yang mengaku menjunjung hukum dan hak asasi manusia, terkadang yang paling menyakitkan bukan hanya kejahatan itu sendiri, melainkan cara negara memilih kemarahannya. Ketika penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus—yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum intelijen BAIS dan kini sedang diproses hukum—terjadi, publik semestinya mendengar suara lantang dari para pejabat HAM: kutukan keras, desakan pengungkapan aktor intelektual, serta jaminan perlindungan terhadap warga negara dari brutalitas aparatus negara.

Namun yang justru mengemuka adalah kecaman Menteri HAM, Natalius Pigai, kepada Pak Amis Rasi yang meminta Presiden Prabowo Subianto memecat Letkol Teddy.

Di titik inilah publik patut bertanya: mengapa kemarahan negara justru diarahkan kepada suara kritik, bukan kepada dugaan pelanggaran HAM itu sendiri?

Negara yang Cepat Tersinggung, Lambat Berempati

Penyiraman air keras bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ia adalah bentuk kekerasan yang kejam, sadistik, dan memiliki dimensi teror psikologis. Korban tidak hanya disakiti tubuhnya, tetapi juga dihancurkan martabat dan masa depannya. Ketika pelakunya diduga berasal dari unsur aparat intelijen negara, maka kasus ini naik derajat menjadi ancaman serius terhadap demokrasi dan supremasi sipil.

Sebab aparat negara memegang monopoli kekuasaan dan legitimasi. Ketika kekuasaan itu berubah menjadi instrumen intimidasi terhadap warga, maka yang runtuh bukan hanya rasa aman individu, tetapi kepercayaan publik kepada negara itu sendiri.

Ironisnya, di tengah situasi seperti itu, perhatian elite justru bergeser pada kritik politik terhadap Letkol Teddy. Seolah-olah menjaga citra lingkar kekuasaan lebih penting daripada memastikan korban mendapatkan keadilan.

Padahal dalam negara demokratis, kritik terhadap pejabat publik bukan dosa. Yang menjadi dosa konstitusional justru apabila negara membiarkan kekerasan dilakukan oleh aparatnya sendiri.

Mentalitas Feodal dalam Demokrasi Elektoral

Respons yang muncul memperlihatkan satu gejala lama yang belum pernah benar-benar mati dalam politik Indonesia: feodalisme kekuasaan. Dalam mentalitas ini, loyalitas kepada penguasa lebih utama dibanding loyalitas kepada prinsip hukum.

Akibatnya, kritik kepada orang dekat kekuasaan dianggap ancaman serius, sementara penderitaan rakyat sering diperlakukan sekadar gangguan administrasi.

Kita menyaksikan paradoks moral yang mengerikan. Ketika seorang warga diduga menjadi korban kekerasan brutal oleh unsur aparat, negara tidak menunjukkan ledakan empati yang sama besar. Tetapi ketika ada tuntutan politik terhadap pejabat tertentu, reaksi defensif segera bermunculan.

Ini bukan sekadar soal salah prioritas. Ini adalah krisis nurani kekuasaan.

HAM Tidak Boleh Menjadi Alat Selektif

Hak asasi manusia kehilangan makna ketika dipraktikkan secara selektif. HAM bukan alat politik untuk menyerang lawan dan melindungi kawan. Ia bukan kosmetik demokrasi yang dipakai saat konferensi pers lalu disimpan ketika menyentuh lingkar dalam kekuasaan.

Kalau penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus benar melibatkan aparat intelijen, maka yang dibutuhkan publik bukan kemarahan terhadap pengkritik kekuasaan, melainkan keberanian negara membersihkan institusinya sendiri.

Sebab negara yang sehat bukan negara yang anti-kritik. Negara yang sehat adalah negara yang berani menghukum aparatnya sendiri ketika bersalah.

Dan sejarah menunjukkan: bangsa-bangsa runtuh bukan karena terlalu banyak kritik, melainkan karena terlalu banyak pembenaran terhadap penyalahgunaan kekuasaan.

Bahaya Jika Aparat Merasa Kebal

Yang paling berbahaya dari kasus semacam ini bukan hanya tindak kekerasannya, tetapi kemungkinan lahirnya rasa kebal hukum di tubuh aparat. Ketika pelaku kekerasan berasal dari institusi negara lalu publik melihat respons elite yang ambigu, maka pesan yang muncul sangat mengerikan: kekuasaan bisa melukai tanpa takut konsekuensi.

Dalam situasi seperti itu, hukum kehilangan wibawa moralnya. Rakyat akan memandang keadilan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Dan ketika kepercayaan publik terhadap keadilan runtuh, yang tumbuh adalah sinisme sosial.

Demokrasi akhirnya tinggal prosedur elektoral tanpa ruh moral.

Negara Harus Memilih: Membela Korban atau Membela Lingkar Kekuasaan

Kasus Andrie Yunus seharusnya menjadi momentum bagi pemerintahan Prabowo Subianto untuk menunjukkan bahwa era baru tidak identik dengan impunitas lama. Bahwa aparat negara tidak boleh menjadi kelompok yang berada di atas hukum.

Karena pada akhirnya, ukuran sebuah pemerintahan bukan ditentukan oleh seberapa keras ia membela orang-orang dekat kekuasaan, melainkan seberapa berani ia melindungi rakyat kecil dari kesewenang-wenangan aparatnya sendiri.

Jika negara lebih sibuk tersinggung oleh kritik daripada berduka atas dugaan pelanggaran HAM, maka sesungguhnya yang sedang mengalami luka bukan hanya Andrie Yunus.

Melainkan wajah keadilan Indonesia itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Belajar dan Bekerja dalam Perspektif Islam

Next Post

Amien Rais vs Teddy Wijaya: David Lawan Goliath

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo
Birokrasi

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR
Birokrasi

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Feature

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026
Next Post
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi

Amien Rais vs Teddy Wijaya: David Lawan Goliath

AGAMA DIJADIKAN SELIMUT KEBOHONGAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

NEGARA, SEPIRING NASI, DAN RASA CURIGA

May 13, 2026

​Ketika Negara Membuka Hulu Kerusakan ​(Refleksi tentang Moral Bangsa, Kebijakan Publik, dan Arah Peradaban Indonesia)

May 13, 2026
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist