• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Yang Urgen bagi Prabowo: Memerdekakan Petani dari Kemiskinan

Ali Syarief by Ali Syarief
November 7, 2025
in Economy, Feature
0
Pemerintah Mulai Beli Gabah Petani dengan HPP Rp6.500 per Kg pada 15 Januari
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Negeri ini dikaruniai tanah yang subur, air yang melimpah, dan langit yang bersahabat. Tapi di bawah hamparan hijau itu, hidup jutaan petani yang kering harapan. Mereka bekerja sejak fajar, membanting tulang demi memberi makan bangsa, namun ironinya: yang menanam padi justru tak sanggup membeli beras.

Di republik yang mengaku makmur, petani masih menjadi kasta terendah dalam rantai ekonomi. Pemerintah datang silih berganti, visi berganti jargon, tapi nasib petani tetap serupa: terhimpit, terlupakan, dan terpinggirkan dari narasi besar pembangunan.

Hasil Sensus Pertanian 2023 menegaskan kenyataan getir itu. Dalam satu dekade terakhir, jumlah rumah tangga petani gurem — mereka yang memiliki lahan rata-rata hanya 0,25 hektar — melonjak lebih dari 2,6 juta keluarga. Itu artinya, semakin banyak rakyat yang menggantungkan hidup di tanah sempit yang tak lagi mampu menumbuhkan kesejahteraan.

Negara menutupinya dengan bansos. Sepuluh kilogram beras per bulan menjadi penopang hidup bagi 22 juta rumah tangga miskin — sebagian besar di antaranya adalah petani. Bantuan ini mungkin menyelamatkan perut, tapi membunuh martabat. Bansos bukan jawaban jangka panjang, melainkan bukti bahwa negara gagal menyejahterakan mereka yang menjadi soko guru perekonomian bangsa.

Lebih ironis lagi, ketika petani berjuang mencari pupuk dan bibit, seorang menteri pertanian justru tertangkap KPK karena korupsi, pemerasan, dan pencucian uang. Sebuah tamparan keras bagi akal sehat bangsa ini. Bagaimana mungkin kesejahteraan tumbuh jika anggaran untuk memuliakan petani justru dikorup pejabat yang seharusnya menjadi pelindung mereka?

Kini, bola tanggung itu ada di tangan Prabowo Subianto. Ia mewarisi negara dengan tanah subur tapi masyarakatnya lapar. Dan yang paling urgen untuk ia lakukan saat ini bukanlah membangun proyek prestisius seperti IKN atau membeli alutsista canggih, melainkan mengurus petani — tulang punggung bangsa yang sesungguhnya.

Membalik Paradigma Lama

Pemerintah selama ini salah kaprah: pembangunan pertanian diukur dari peningkatan produksi, bukan kesejahteraan petani. Padahal, persoalan utama bukan di sawah, melainkan di pasar. Setiap panen raya, harga anjlok, tengkulak berpesta, petani merana. Negara hanya hadir sebagai penonton yang sibuk berpidato tentang swasembada.

Prabowo harus berani membalik paradigma itu. Pembangunan petani bukan sekadar meningkatkan produksi, tapi menjamin harga jual yang adil. Sebab yang menentukan hidup mati petani bukan berapa ton mereka panen, tapi berapa rupiah yang mereka dapat dari hasil panen itu.

Negara lain sudah melakukannya. Jepang, Korea Selatan, dan Thailand menetapkan harga dasar nasional bagi komoditas pangan strategis. Bila harga pasar jatuh, pemerintah membeli hasil panen dengan harga wajar. Skema itu tak hanya melindungi petani, tapi juga menjaga stabilitas pangan nasional. Indonesia seharusnya bisa melakukan hal yang sama — bila kemauan politiknya ada.

Langkah Konkret untuk Prabowo

Pertama, tetapkan harga dasar nasional untuk komoditas pangan utama. Negara wajib membeli hasil panen petani ketika harga pasar jatuh. Kebijakan ini akan memberi kepastian pendapatan dan mendorong regenerasi petani muda yang kini enggan ke sawah.

Kedua, reformasi total sistem pupuk dan benih. Pupuk subsidi yang bocor ke tangan mafia harus diputus dengan digitalisasi dan sistem berbasis database tunggal petani. Tak boleh lagi ada petani yang antre di kios pupuk sementara pejabatnya berpesta di hotel mewah.

Ketiga, bangun koperasi modern berbasis digital agar petani tak lagi tergantung pada tengkulak. Koperasi dan BUMDes harus menjadi pelindung ekonomi rakyat desa, bukan alat politik menjelang pemilu.

Keempat, sinkronkan kebijakan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Jangan lagi ada situasi absurd di mana petani sedang panen, sementara pemerintah membuka keran impor. Itu bukan kebijakan pangan, itu sabotase terhadap petani negeri sendiri.

Kelima, perkuat peran petani sebagai subjek pembangunan. Pemerintah harus melibatkan organisasi petani dalam perumusan kebijakan. Jangan biarkan mereka hanya menjadi objek statistik yang disodori janji-janji manis setiap musim pemilu.

Dan yang paling penting: berantas korupsi di sektor pangan. Tak ada kebijakan sehebat apa pun yang akan berhasil jika moral pejabatnya busuk. Setiap rupiah yang dikorup di Kementerian Pertanian sejatinya adalah nasi yang dirampas dari piring petani.

Kedaulatan Dimulai dari Sawah

Prabowo sering bicara tentang kedaulatan bangsa dan kemandirian ekonomi. Tapi semua itu omong kosong bila petani masih miskin di tanah sendiri. Sebab kedaulatan tidak bisa ditegakkan dari atas menara kekuasaan — ia tumbuh dari sawah dan ladang tempat rakyat menggantungkan hidup.

Petani bukan sekadar pekerja tanah, mereka penjaga peradaban. Bila mereka masih terbelenggu, maka yang sesungguhnya miskin bukan hanya petani, tapi juga moral bangsa ini.

Yang urgen bagi Prabowo hari ini bukan proyek prestisius, bukan seremoni besar-besaran, tetapi memerdekakan petani dari kemiskinan. Karena bila petani makmur, Indonesia akan berdiri tegak; tapi bila petani terus lapar, maka negara ini sejatinya sedang runtuh — perlahan tapi pasti.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Karma Politik Jusuf Kalla: Dari Matutina hingga Lippo, Ketika Tanah dan Kuasa Saling Menyapa

Next Post

STRATEGI KOMUNIKASI JOKOWI: GLEMBUK SOLO DALAM BALUTAN SMOKE AND MIRRORS

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
STRATEGI KOMUNIKASI JOKOWI: GLEMBUK SOLO DALAM BALUTAN SMOKE AND MIRRORS

STRATEGI KOMUNIKASI JOKOWI: GLEMBUK SOLO DALAM BALUTAN SMOKE AND MIRRORS

BAKOMUBIN Audiensi dengan Menko Bidang KUMHAM IMPRAS Bahas Program Dakwah dan Konsolidasi Organisasi

BAKOMUBIN Audiensi dengan Menko Bidang KUMHAM IMPRAS Bahas Program Dakwah dan Konsolidasi Organisasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist