Mantan Wakil Presiden YUsuf Kalla merekomendasikan sejumlah nama untuk dipasangkan dengan Calon Presiden dari Koalisi Perubahan dan Persatuan Anis Baswedan.
Jakarta – Fusilatnews – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK merekomendasikan sejumlah nama calon wakil presiden bagi Anies Baswedan. rekomendasi yang diajukan JK sah-sah saja dilakukan.
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan JK memang menjadi salah satu orang yang diajak berdiskusi mengenai pendamping Anies. Diskusi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyeleksi nama cawapres.
Jadi ini dalam proses berbelanja nama, mengumpulkan nama. Belum ada finalisasi,” kata Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, ( 27/3).
Nama-nama yang direkomendasikan oleh JK kepada tim kecil Koalisi Perubahan tak hanya satu. namun Willy tak bersedia menerangkan secara eksplisit nama-nama yang diusulkan JK.
“Bukan hanya satu yang diusulkan Pak JK. Ada banyak pertimbangan ya. Jadi ada beberapa nama yang diusulkan oleh Pak JK,” kata dia.
Kelompok parpol pengusung Anies Baswedan telah resmi membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri atas Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tugas selanjutnya bagi koalisi ini adalah mencari dan menentukan sosok pendamping Anies.
Meski demikian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dua narasumber yang mengetahui lobi-lobi ke Khofifah bercerita, bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla berupaya menjalin komunikasi dengan Khofifah.
Tujuannya, kata narasumber tersebut, menjadikan Khofifah sebagai pendamping Anies. Menurut orang dekat Kalla, Khofifah memenuhi syarat sebagai kader NU yang maju jadi cawapres. Rekam jejaknya sebagai pemimpin Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur disebut-sebut diperhitungkan oleh Kalla.
Nama yang muncul Jadi Cawapres Anies
Koordinator dari tim Anies Baswedan, Sudirman Said menyatakan tim 8 alias tim kecil Koalisi Perubahan belum sampai pada penentuan calon wakil presiden bagi Anies. Tetapi sudah ada sejumlah nama yang muncul di meja perundingan
“Kita belum sampai ke sana. Tapi semua opsi kita pertimbangkan, kan kita juga mendengar masyarakat, pandangan tokoh-tokoh masyarakat,” kata Sudirman di Sekretariat Perubahan, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Maret 2023.
Sudirman menjelaskan, Partai Demokrat menyodorkan nama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY sebagai cawapres. Sementara PKS mengusulkan nama Wakil Ketua Majelis Syura Ahmad Heryawan alias Aher.
Selain itu, ada pula nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga bekas Panglima TNI Andika PErkasa.
“Nanti dari luar kita ihat-lihat juga siapa yang layak, dan nama itu ditinjau. Kita juga berkomunikasi dengan nama-nama itu,” kata dia.
Urusan cawapres dipilih sendiri oleh Anies, sedangkan tim 8 punya peran mengusulkan nama dan menyeleksi nama yang muncul. Tim 8 terdiri atas perwakilan tim Anies Baswedan, Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS. Dari Tim Anies perwakilannya adalah Sudirman Said dan Dadang Dirgantara.
Sementara dari Partai NasDem menunjuk Willy Aditya dan Sugeng Suparwoto, dari Partai Demokrat Teuku Riefky dan M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, serta dari PKS Sohibul Iman dan Al Muzammil Yusuf.
Sudirman menjelaskan, ada 5 kriteria cawapres yang sudah disepakati oleh tim 8. Cawapres Anies mesti punya elektabilitas yang cukup tinggi dan punya kerentanan politik yang rendah. Selain itu, sosok ini hendaknya bisa membantu menjalankan pemerintahan yang efektif.
Menurut Sudirman pendamping Anies, harus bisa menjaga keseimbangan koalisi, punya visi yang sama dengan Anies, serta bisa bekerja sebagai tim dwi tunggal.





















