• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Absurditas Tupoksi Kepolisian dalam Study Kasus “SBY dan Benny Rhamdani”

Ali Syarief by Ali Syarief
August 9, 2024
in Feature, Law, Layanan Publik
0
Isu Kekaisaran Sambo dan Konsorsium 303, Kapolri : Tidak Ada Toleransi, Saya Copot

Share on FacebookShare on Twitter

Dua kasus yang melibatkan lembaga kepolisian di Indonesia, yakni pengaduan SBY terhadap Zaenal Maarif  Tahun 2007 dan tuduhan terhadap Benny Rhamdani terkait sosok Mister T, mencerminkan absurditas dalam tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kepolisian sebagai penegak hukum. Kasus-kasus ini bukan hanya memperlihatkan kesenjangan antara harapan masyarakat terhadap keadilan dan kenyataan yang terjadi, tetapi juga mempertanyakan konsistensi serta integritas dalam penegakan hukum di negara ini.

Kasus pertama menunjukkan bagaimana seorang presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merasa perlu untuk datang sendiri ke Polda Metro Jaya guna melaporkan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Zaenal Maarif. SBY, yang mengaku datang sebagai warga negara biasa, menunjukkan niatnya untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku tanpa menggunakan kekuasaannya sebagai mantan kepala negara. Ini adalah sebuah contoh bagaimana seorang warga negara, meskipun berstatus tinggi, harus berjuang untuk mendapatkan keadilan. Ironisnya, seorang Presiden pun merasa perlu menegaskan bahwa ia tidak menggunakan perangkat negara untuk membela dirinya. Ini bisa diartikan sebagai sinyal bahwa ia sadar akan potensi ketidakadilan yang bisa menimpa dirinya, meskipun berada di posisi yang seharusnya mendapat perlindungan hukum maksimal.

Di sisi lain, kasus kedua menunjukkan situasi yang lebih rumit dan absurd. Benny Rhamdani, Kepala BP2MI, yang awalnya berani mengungkap sosok Mister T sebagai pengendali jaringan judi online, kini justru harus menghadapi tuduhan sebagai penyebar hoaks. Alih-alih polisi mendalami dan mengusut tuntas klaim yang diajukan Benny, mereka justru berbalik menuduhnya menyebarkan berita bohong. Ini menjadi sebuah antiklimaks yang menyakitkan bagi upaya pemberantasan kejahatan besar seperti judi online. Apalagi, Benny kemudian menarik ucapannya dan meminta maaf, dengan alasan bahwa ia tidak mengetahui identitas asli Mister T. Perubahan sikap ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai integritas proses penegakan hukum serta adanya kemungkinan tekanan atau intervensi yang membuat Benny terpaksa meralat pernyataannya.

Dua kasus ini menggambarkan dua sisi absurditas yang terjadi dalam tupoksi kepolisian. Di satu sisi, ada presiden yang harus “berjuang” melawan pencemaran nama baiknya melalui jalur hukum seperti warga negara biasa, sementara di sisi lain, upaya pemberantasan kejahatan besar seperti judi online terhenti di tengah jalan karena ketidakkonsistenan aparat hukum dalam menjalankan tugas mereka.

Sejatinya, ketika seorang presiden dicemarkan nama baiknya, penegakan hukum harus tegas dan jelas, menangkap serta memproses oknum yang terlibat. Begitu juga dalam kasus penyebaran hoaks, seharusnya aparat hukum dapat memisahkan antara fakta dan kebohongan melalui investigasi yang mendalam dan transparan, bukan sekadar menuduh tanpa bukti yang kuat. Sayangnya, kedua kasus ini memperlihatkan bahwa seringkali penegakan hukum di Indonesia justru terjebak dalam dinamika politik dan kekuasaan, sehingga melupakan esensi dari keadilan itu sendiri.

Dalam konteks ini, absurditas tupoksi kepolisian terlihat jelas: bukan karena mereka tidak melakukan tugasnya, tetapi bagaimana mereka memilih untuk menjalankannya. Pada akhirnya, kasus-kasus seperti ini menegaskan perlunya reformasi mendalam dalam institusi penegakan hukum di Indonesia, agar fungsi kepolisian sebagai alat negara benar-benar beroperasi dalam koridor hukum yang adil dan tidak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan lain.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penyidik Polda Banten Diduga Rekayasa Alat Bukti untuk Kejari Pandeglang Kriminalisasi Liem Hoo Kwan Willy

Next Post

Kishida Batalkan Kunjungan ke Asia Tengah Setelah Peringatan Risiko Gempa Bumi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
PM Kishida Dilevakuasi Tanpa Cedera Setelah Ledakan Saat Berpidato Di Tempat Terbuka

Kishida Batalkan Kunjungan ke Asia Tengah Setelah Peringatan Risiko Gempa Bumi

Tamu Asing Pertama di Ryokan Jepang Menghilang Tanpa Membayar: “Kami Merasa Sangat Dikhianati”

Tamu Asing Pertama di Ryokan Jepang Menghilang Tanpa Membayar: "Kami Merasa Sangat Dikhianati"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist