• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ada Apa dengan Kapolri?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 5, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Ada Apa dengan Kapolri?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kita tak tahu apa yang sedang terjadi di dalam hati seorang jenderal. Tapi kadang, dalam terang cahaya blencong wayang kulit, sesuatu yang tersembunyi mencuat ke permukaan. Bukan karena tokoh Pandawa berkata, bukan karena dalang menuding, tapi karena bayang-bayang itu sendiri bicara.

Pada malam perayaan Hari Bhayangkara ke-79, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, bicara bukan dalam nada komando, melainkan seperti seseorang yang sedang berusaha memahami tubuhnya sendiri—tubuh besar bernama Kepolisian Republik Indonesia. Ia berkata, “Kami selalu minta dan membuka ruang untuk dikoreksi dan dievaluasi.” Pernyataan ini keluar tidak lama setelah aroma perubahan—bahkan pergantian—Kapolri berembus dari lorong-lorong istana kekuasaan.

Di negeri ini, pernyataan seorang pejabat tinggi tidak pernah hanya tentang makna katanya, tapi juga tentang momen ketika ia mengatakannya. Kata-kata sang jenderal hadir di tengah riuh rendah suara publik tentang buruknya citra Polri: kasus penyiksaan, pemerasan, penyalahgunaan wewenang, hingga aparat yang tak segan jadi centeng bagi para penguasa. Dan di tengah segala itu, ada bisik-bisik yang makin nyaring: “Kapolri akan diganti.”

Lalu, mengapa tiba-tiba bicara tentang evaluasi? Apakah ini penyesalan, peringatan, atau permintaan maaf yang disampaikan dalam bahasa simbolik? Atau sekadar strategi bertahan? Ataukah, justru, ini yang paling menyakitkan: bahwa ia sendiri tahu ada yang tak bisa lagi dikendalikan, bahkan dari balik pangkat bintang empat dan segala protokoler institusinya?

Goenawan Mohamad pernah menulis bahwa kekuasaan seringkali tak memiliki wajah, hanya bayangannya yang tampak. Maka pernyataan Kapolri, dalam suasana yang seremonial, bisa jadi adalah bentuk keputusasaan yang dibungkus dengan kesantunan. Seperti dalang yang tahu bahwa lakon yang dimainkannya tak lagi miliknya. Lakon itu sudah dikuasai oleh penonton yang mendesak, oleh pemilik hajatan, oleh “istana” yang tak selalu tampak tapi mengatur segala.

Sungguh ironis. Ketika seorang jenderal tertinggi meminta masyarakat untuk memberi kritik, justru karena kritik telah datang tanpa diminta. Ia datang dalam bentuk kemarahan di media sosial, dalam laporan-laporan jurnalis, dalam obrolan warung kopi, bahkan dalam ketakutan yang diam-diam di kampung-kampung. Ia datang karena masyarakat tahu: Polri adalah lembaga yang paling dekat dengan kekuasaan—dan kadang, menjadi wajah kekuasaan itu sendiri.

Maka, ketika Jenderal Listyo Sigit menyebut bahwa kritik adalah tanda cinta, itu terdengar seperti doa seorang ayah yang tahu anak-anaknya mulai muak, tapi ia masih ingin diyakini bahwa cinta mereka belum mati.

Tapi cinta, seperti juga kepercayaan, bukan soal doa atau kata-kata. Ia lahir dari laku. Dan jika ada yang bisa menjelaskan bagaimana cinta pada institusi bisa pulih, maka ia bukan datang dari pidato, tapi dari keberanian: membersihkan tubuh sendiri, meski itu berarti menanggalkan atribut, melepas kebanggaan palsu, dan mengakui luka yang tak bisa lagi ditutup oleh seragam.

Ada apa dengan Kapolri? Mungkin ia sedang bicara pada dirinya sendiri. Dan pada malam yang sunyi, di bawah bayang tokoh-tokoh wayang yang diam namun bercerita, seorang jenderal mungkin tahu: bahwa ia memimpin sebuah institusi yang tengah kehilangan makna.

Dan dalam dunia yang terus berubah—kadang yang paling menakutkan bukanlah ketika rakyat tak mencintai lagi, tapi ketika mereka sudah tidak peduli.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mantan Dirut Bulog: Kepemimpinan Jenderal Helmy: Disiplin, Cepat, dan Selesai

Next Post

Kapolri Minta Dievaluasi? Tapi Siapa yang Berani Evaluasi Jokowi?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bencana

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Next Post
Kapolri Minta Dievaluasi? Tapi Siapa yang Berani Evaluasi Jokowi?

Kapolri Minta Dievaluasi? Tapi Siapa yang Berani Evaluasi Jokowi?

Tina Astari: Dari Sinetron ke “Sinetronisasi Negara”

Tina Astari: Dari Sinetron ke “Sinetronisasi Negara”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist