Gielbran mengatakan Jokowi dinilai tidak mencerminkan nilai UGM. Ia menjabarkan setidaknya ada tiga indikator Jokowi layak menyandang nominasi tersebut. Pertama, anjloknya demokrasi selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi. Kedua, di akhir jabatannya Jokowi menghendaki perpanjangan kekuasaan. Ketiga, terpampang jelasnya dinasti politik.
Jakarta – Fusilatnews – Menanggapi pernyataan Presiden BEM UGM Gielbran M Nur yang melabeli Presiden Jokowi Raja culas licik Politikus PSI Ade Armando lewat unggahan video di akun X (Twitter), kemarind Ade mengatakan prestasi Gielbran adalah melecehkan Presiden Jokowi.
“Ia (Gielbran) melontarkan hinaan bahwa Jokowi adalah raja culas yang licik,” ujar Ade Armando
Menurut Ade, Gielbran sering diundang dalam acara yang membicarakan kemunduran Indonesia. Namun ia memandang Presiden BEM itu bukan sebagai sosok intelektual yang berpikiran tajam.
“Ia (Gielbran) misalnya ngawur bilang Jokowi adalah contoh khas pemimpin Jawa, karena menurutnya dalam konsep kekuasaan budaya Jawa, etika tidaklah penting,” ujar Ade.
Menurut Ade Gielbran bukanlah pejuang demokrasi yang tulus memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Gielbran sekedar mencari sensasi dan mewakili kepentingan kekuatan politik tertentu di luar kampus.
Ade mengungkapkan, Gielbran diorbitkan oleh lembaga Rumah Kepemimpinan (RK) dikenal dengan singkatan RK. Ia penerima RK sejak 2020.
RK dikenal pusat kaderasi PKS di berbagai universitas negeri terkemuka. “Para penerima beasiswa lazim hidup bersama di asrama kader yang menjadi tempat mereka setiap hari menjalani indoktrinasi,” kata Ade.
Salah satu gagasan kader RK, menurut Ade, adalah soal arti penting memperjuangan syariat Islam. Ade mengungkapkan di berbagai media memberitakan presiden UI 2021 Leonal Alvina Putra yang memberi gelar ‘the King of lip service’ kepada Jokowi juga adalah alumnus RK.
Kemudian di UI, Ketua BEM 2020 Fajar Adi Nugroho yang menilai Jokowi arogan karena bubarkan UI juga sama. Lantas ada pula Zaaditaqwa yang melayangkan kartu kuning ke jokowi saat disnatalis UI.
Namun akun Leon Alvinda Putra membantah tudingan tersebut. “Yahh ini orang udah substansinya ngaco terus contohnya juga makin ngaco. Sejak kapan saya alumni RK bang? Kurang-kurangin lah ad hominemnya, malu sama gelar @adearmando61,” jawabnya.
Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sindiran tersebut merupakan bagian dari demokrasi di Indonesia. Meski demikian, ia mengingatkan adanya etika sopan santun dan budaya ketimuran yang juga perlu dilakukan.
“Ya itu proses demokrasi boleh-boleh saja. Tetapi perlu saya juga mengingatkan, kita ada etika sopan santun ketimuran,” kata Jokowi di Stasiun Pompa Ancol Sentiong, Jakarta, Senin (11/12/2023).
BEM KM UGM menobatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus UGM paling memalukan. Ketua BEM KM, Gielbran Muhammad Noor, mengatakan langkah tersebut merupakan wujud kekecewaan mahasiswa UGM.
“Ini wujud kekecewaan kita sebagai mahasiswa UGM juga bahwa sudah hampir dua periode Pak Jokowi memimpin, tapi pada kenyataannya masih banyak permasalahan fundamental yang sampai sekarang belum tuntas terselesaikan,” kata Gielbran di UGM, Jumat (8/12/).
Gielbran mengatakan Jokowi dinilai tidak mencerminkan nilai UGM. Ia menjabarkan setidaknya ada tiga indikator Jokowi layak menyandang nominasi tersebut. Pertama, anjloknya demokrasi selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi. Kedua, di akhir jabatannya Jokowi menghendaki perpanjangan kekuasaan. Ketiga, terpampang jelasnya dinasti politik.


























