• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Afghanistan dan Kematian Kemanusiaan: Anak Dijual Untuk Bertahan Hidup

fusilat by fusilat
May 26, 2026
in Economy, Feature
0
Afghanistan dan Kematian Kemanusiaan: Anak Dijual Untuk Bertahan Hidup
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Di belahan dunia yang lain, ada seorang ayah yang memandangi anaknya bukan dengan pertanyaan, “Akan jadi apa dia ketika besar nanti?” melainkan dengan pertanyaan yang jauh lebih menyakitkan: “Berapa lama keluarga ini bisa bertahan hidup jika aku melepaskannya?”

Kalimat itu mungkin terdengar seperti adegan dalam novel tragedi. Tetapi bagi sebagian keluarga di Afghanistan, itu adalah kenyataan yang harus dihadapi. Di tengah kelaparan, kemiskinan, dan runtuhnya sumber penghidupan, sejumlah keluarga dikabarkan mempertimbangkan bahkan menjual anak-anak mereka demi memperoleh uang untuk membeli makanan, pengobatan, atau mempertahankan hidup anggota keluarga lainnya.

Mendengar berita seperti itu, reaksi pertama kebanyakan orang adalah marah. Bagaimana mungkin seorang ayah tega menjual darah dagingnya sendiri? Bagaimana hati seorang manusia bisa sedingin itu?

Tetapi mungkin pertanyaan yang lebih penting bukanlah mengapa seorang ayah melakukan hal itu. Pertanyaannya adalah: dunia seperti apa yang mampu mendorong seorang ayah sampai berada pada titik paling gelap dalam hidupnya?

Tidak ada ayah yang sejak awal bercita-cita menjual anaknya. Seorang ayah pada dasarnya ingin melihat anaknya tumbuh, bersekolah, tertawa, berlari, dan kelak hidup lebih baik daripada dirinya. Seorang ayah rela menahan lapar agar anaknya makan lebih dulu. Ia rela bekerja di bawah terik matahari agar anaknya memiliki masa depan.

Namun kelaparan adalah musuh yang perlahan menggerogoti batas-batas kemanusiaan. Ketika hari demi hari berlalu tanpa makanan yang cukup, ketika pekerjaan tak kunjung ada, ketika anak-anak menangis karena lapar sementara tidak ada lagi yang bisa dimasak di dapur, pilihan hidup berubah menjadi sesuatu yang sangat kejam.

Di titik itu, pilihan bukan lagi antara benar atau salah. Pilihannya berubah menjadi: siapa yang harus bertahan hidup lebih dulu.

Yang paling menyayat hati, korban pertama dari setiap krisis hampir selalu anak-anak. Mereka tidak pernah memilih lahir di negeri yang dilanda konflik. Mereka tidak pernah memilih hidup dalam kemiskinan. Mereka tidak pernah meminta menjadi bagian dari statistik penderitaan dunia.

Tetapi merekalah yang kehilangan paling banyak.

Mereka kehilangan makanan, kehilangan pendidikan, kehilangan rasa aman, kehilangan masa kecil, dan pada akhirnya kehilangan hak paling mendasar sebagai manusia: hak untuk diperlakukan sebagai manusia.

Di zaman ketika manusia mampu menciptakan kecerdasan buatan, mengirim misi ke luar angkasa, membangun gedung-gedung yang menembus langit, dan menghabiskan triliunan uang untuk perlombaan teknologi, ironisnya masih ada anak-anak yang nasibnya dipertukarkan demi beberapa karung tepung atau beberapa lembar uang.

Ini bukan hanya tragedi satu negara. Ini bukan sekadar berita asing yang lewat di layar ponsel lalu hilang digantikan kabar lain. Ini adalah cermin besar yang dipasang di depan wajah dunia.

Sebab ukuran kemajuan manusia sesungguhnya tidak ditentukan oleh seberapa tinggi gedung yang dibangun atau seberapa canggih teknologi yang diciptakan. Ukurannya adalah apakah masih ada manusia yang dipaksa memilih antara membiarkan keluarganya mati kelaparan atau kehilangan anaknya.

Ketika seorang ayah mulai menghitung nilai anaknya dengan uang demi membeli roti, sesungguhnya yang sedang dijual bukan hanya seorang anak.

Yang sedang dilelang adalah martabat kemanusiaan kita bersama.

Catatan lain :

Dalam potongan laporan BBC yang beredar luas, nilai uangnya tidak disebutkan secara rinci dalam artikel Detik/BBC tersebut. Yang dikutip adalah pengakuan seorang ayah bahwa jika ia menjual satu anak perempuannya, uang itu diperkirakan dapat membuat keluarganya bertahan hidup selama beberapa tahun. (The Sun)

Namun dalam berbagai laporan terdahulu mengenai praktik serupa di Afghanistan, nilai transaksi yang pernah dilaporkan berada di kisaran US$850–US$2.000 (sekitar Rp14–33 juta, tergantung kurs). Nilainya bervariasi tergantung kesepakatan keluarga, kondisi ekonomi, usia anak, dan konteks seperti pernikahan paksa atau utang keluarga. (Wikipedia)

Penting dicatat bahwa angka tersebut bukan “harga pasar” yang baku, melainkan angka yang muncul dalam kasus-kasus individual yang dilaporkan media dan organisasi kemanusiaan. Menggunakan istilah “harga jual anak” juga berisiko menyederhanakan tragedi kemanusiaan ini menjadi sekadar transaksi ekonomi, padahal konteksnya adalah krisis kelaparan dan kehancuran ekonomi yang sangat parah. (Wikipedia)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bahkan Donald Trump Tidak Tahu ke Mana Arah Perang Amerika–Iran

Next Post

Hari Raya Idul Adha di Dunia Islam dan di Tengah Komunitas Muslim Negara-Negara Maju

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima
Feature

Raja Juli dan Raja Jawa

July 17, 2026
Feature

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026
Next Post
Hari Raya Idul Adha di Dunia Islam dan di Tengah Komunitas Muslim Negara-Negara Maju

Hari Raya Idul Adha di Dunia Islam dan di Tengah Komunitas Muslim Negara-Negara Maju

Jika Tempat Wisata Tidak Mendukung Disabilitas, Maka Rekreasi Hanya Dinikmati Segelintir Orang

Jika Tempat Wisata Tidak Mendukung Disabilitas, Maka Rekreasi Hanya Dinikmati Segelintir Orang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026
Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

Habib Umar Alhamid: Presiden Prabowo Tak Pernah Lelah Bangun Indonesia, Justru Terus Dorong Reformasi

July 17, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Raja Juli dan Raja Jawa

July 17, 2026
Ancaman Trump ke Iran Dinilai Berpotensi Langgar Hukum Perang, Efektivitasnya Dipertanyakan

Trump Menawarkan Damai, Iran Menolak: Ambisi Strategis Dinilai Lebih Berharga daripada Ratusan Miliar Dolar

July 17, 2026

CARA PRABOWO MEMUTUS DI TENGAH KRISIS KEPERCAYAAN

July 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng Pemerintah Kelurahan Bangun Budaya Literasi di Monro-Monro

July 17, 2026

MALING TERIAK MALING

July 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist