• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ahmad Khoizinudin dan TPUA yang Dibekukan (Sepintas Sejarah dan Catatan Etik Perjuangan)

fusilat by fusilat
February 21, 2026
in Feature, Law, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis


Pendahuluan

Tulisan ini merupakan catatan historis dan reflektif atas dinamika internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), khususnya pasca menguatnya isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo dan berujung pada pembekuan sementara TPUA.
Catatan ini penting agar publik memperoleh gambaran utuh, bukan potongan narasi yang disederhanakan atau dipelintir demi kepentingan tertentu.


1. Ahmad Khoizinudin dan Awal Sikap Menjauh

Pada 15 April 2025, Ahmad Khoizinudin (AK) menyampaikan secara langsung kepada Penulis bahwa dirinya tidak lagi ingin terlibat dalam perkara dugaan ijazah Jokowi, dan memilih fokus pada isu lain, yakni PIK 2.
Pernyataan ini disampaikan bersamaan saat AK menyerahkan berkas perkara Gus Nur dan BTM untuk kepentingan pemeriksaan Eggi Sudjana di Bareskrim Polri.

Sikap tersebut secara faktual menunjukkan bahwa AK telah mengambil jarak dari isu utama yang sedang diperjuangkan TPUA saat itu.


2. Pertemuan 2 Mei 2025 dan Retaknya Etika Kolektif

Namun, pasca kepulangan TPUA dari agenda resmi ke UGM Yogyakarta dan Solo (15–16 April 2025), terjadi peristiwa yang menimbulkan tanda tanya serius.

Pada 2 Mei 2025, AK justru menginisiasi pertemuan di Gedung Joang bersama Kurnia, Azam, dan pihak lain—padahal:

  • AK dan Azam tidak ikut dalam agenda TPUA ke UGM dan Solo,
  • Azam saat itu sudah mundur sebagai Sekjen TPUA,
  • Seluruh konsep dan dokumen TPUA tetap disusun oleh Penulis (DHL).

Penulis hadir dalam pertemuan tersebut tanpa undangan resmi, hanya mengetahui acara dari media sosial. Dalam forum itu:

  • Sejumlah tokoh diberi ruang berbicara,
  • Penulis tidak diberi kesempatan, meskipun telah diminta secara tegas oleh Rustam dan Muslim Arbi,
  • Sikap Rizal Fadillah terlihat acuh.

Padahal Rizal Fadillah sebelumnya diangkat sebagai Wakil Ketua TPUA oleh Eggi Sudjana dan Penulis, dengan mandat khusus: menyusun buku perjuangan TPUA.


3. Kekacauan Pemberian Kuasa dan Indikasi Pelanggaran Etik

Dalam perkembangan berikutnya, muncul persoalan serius terkait pemberian kuasa hukum:

  • Roy Suryo, Rismon, Eggi Sudjana, dan Kurnia memberikan kuasa kepada TPUA (Penulis dan Azam sebagai kuasa hukum).
  • Namun secara bersamaan, mereka juga memberikan kuasa kepada TAKA (AK), bahkan ada yang menandatangani kuasa saat proses BAP berlangsung, tanpa sepengetahuan kuasa hukum sebelumnya.

Praktik semacam ini:

  • Menunjukkan ketidakjelasan loyalitas hukum,
  • Berpotensi melanggar Kode Etik Advokat,
  • Menciptakan konflik kepentingan yang nyata.

4. Posisi AK dalam TAKA dan Ketidaksesuaian Peran

AK secara formal berada pada fungsi non-litigasi, namun dalam praktik justru:

  • Aktif dalam panggung media,
  • Masuk ke wilayah analisis hukum pidana formil dan materiil,
  • Mengambil posisi strategis tanpa dasar kapasitas yang memadai.

Penulis menyatakan secara terbuka:
AK memiliki pemahaman syariah yang baik secara teoritis, namun lemah dalam penerapan praktis, termasuk dalam etika profesi dan konsistensi advokasi.


5. Siapa yang konsisten berjuang di TPUA?

Jika ditarik ke belakang secara objektif:

  • Penulis dan Eggi Sudjana terlibat sejak TPUA berdiri (2017),
  • Menempuh jalur litigasi dan non-litigasi: MK, KY, PN, MA, praperadilan, gugatan PMH, hingga aksi massa,
  • Menyusun gugatan dan laporan Dumas (9 Desember 2024) secara konseptual dan struktural.

Sementara:

  • AK, Kurnia, Azam, Rismon, dan Tifa adalah pendatang baru,
  • Sebagian bahkan tidak ikut dalam gugatan 2023–2024 maupun laporan Dumas,
  • Namun belakangan tampil dominan dan seolah menjadi representasi utama perjuangan TPUA.

6. Pembekuan TPUA dan Pertanyaan Logis

Ketika TPUA akhirnya dibekukan sementara, pertanyaan logisnya sederhana:

Siapa yang paling diuntungkan?

  • Penulis dan Eggi, yang kehilangan mandat?
  • Atau pihak-pihak yang sejak awal tidak patuh pada garis organisasi, namun ingin tampil sebagai wajah perjuangan?

Fakta menunjukkan:

  • Saat Eggi dan Penulis menjalani cooling down sebagai bentuk tanggung jawab hukum,
  • Pihak lain justru tampil semakin agresif di media,
  • Mengabaikan nasihat pembina,
  • Dan pada akhirnya melaporkan konflik internal kepada pihak pembina seolah sebagai korban.

Penutup

Pembekuan TPUA bukanlah akhir perjuangan.
Jika Ketua Dewan Pembina TPUA, DR. ILC HRS, MA, Ph.D, berkenan mengaktifkan kembali TPUA dengan struktur yang lebih segar dan bertanggung jawab, maka:

  • Perjuangan substantif tidak akan runtuh,
  • Yang tersingkir hanyalah oknum oportunis,
  • Bukan nilai, bukan tujuan, bukan sejarah TPUA.

Sejarah akan mencatat:
siapa yang konsisten berjuang,
dan siapa yang sekadar ikut-ikutan, menumpang panggung, lalu berteriak paling terluka.

Salam cerdas.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Runtuhnya Tembok Kesombongan di Tanah Suci

Next Post

Apa Benefit Pujian Trump kepada Prabowo bagi Rakyat Indonesia?

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026
Birokrasi

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum
Birokrasi

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
Next Post
Apa Benefit Pujian Trump kepada Prabowo bagi Rakyat Indonesia?

Apa Benefit Pujian Trump kepada Prabowo bagi Rakyat Indonesia?

Bahaya Fasik: Ketika Iman Tak Menjadi Perilaku

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026
KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

KPAI Desak Polisi Bongkar Tuntas Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari, Soroti Jaringan dan Perlindungan Korban

May 26, 2026
Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

Setoran Ke Bea-Cukai Hingga 5M Perbulan

May 26, 2026
Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

Lampu Padam Lagi, Bener Meriah Menunggu Negara Hadir

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...