• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Aktivisme Medsos dan Runtuhnya Skenario Kejahatan

fusilat by fusilat
August 25, 2022
in Feature
1
Jejak Hitam Kasus Ferdy Sambo, Diincar KPK dan PPATK

Ferdy Sambo | Dok Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Agil Mahasin

Sanjungan jelas pantas kita berikan kepada Kepolisian Republik Indonesia. Prahara kasus “polisi tembak polisi” telah menemui titik terang setelah sekelumit drama menyelimuti kasus tersebut. Aktor intelektual kasus pembunuhan telah diungkap dengan lugas, meski tersangka tak lain merupakan jenderal mereka sendiri. Rasanya di sinilah kinerja Polri layak diberi apresiasi tinggi.
Namun bicara pihak yang berjasa, Polri tentunya bukan satu-satunya. Geliat ‘aktivisme’ di jagat media sosial rasanya tidak kalah besar jasanya dalam pengungkapan kasus ini. Hal ini erat kaitannya dengan kronologi peristiwa di mana situasi awal ketika kasus ini mulai terungkap begitu sumir. Narasi yang muncul di permukaan semua seragam. Bahwa telah terjadi adu tembakan antara polisi, yang diduga terjadi karena adanya tindakan pelecehan seksual.

Bukan hanya Polri yang bersuara. Beberapa instansi lain yang bersuara ke publik juga menyampaikan kronologi serupa. Tetapi, kronologi tersebut tidak sejalan dengan logika yang berkembang dalam aktivitas medsos. Para netizen melancarkan kontra opini dengan menyerang ketidaklogisan kronologi yang muncul. Beragam cuitan, hashtag, analisis, dan berbagai model posting-an muncul menyuarakan ketidakjelasan kasus. Dan, sejak itulah kasus ini jadi atensi seluruh masyarakat Indonesia.

Hari ini kita mengetahui bahwa kronologi itu hanya skenario. Tetapi, jauh sebelum polisi menyatakan itu, para ‘aktivis’ medsos sudah sejak awal menyatakan kronologi tidak ‘nyambung’. Ketika seluruh institusi kelembagaan negara nyaris termakan dengan skenario, publik dalam aktivisme medsosnya tampil menghakimi analisis lembaga resmi negara. Dari sana kita memahami bahwa perkembangan kasus ini jelas tidak bisa dilepaskan dari derasnya atensi dari para pegiat medsos.

Dampak Konten Viral

Satu di antara kalkulasi yang mungkin luput dari perhitungan Irjen Ferdy Sambo (FS) adalah betapa skenarionya jadi konsumsi ratusan juta warga negara Indonesia. Skenario yang ia buat dinilai dan diadili oleh berjuta-juta orang. Secara jabatan, FS merupakan orang berpengaruh. Dan, jelas dengan pengaruhnya tersebut ia dapat mengkondisikan berbagai keterangan yang dikeluarkan oleh instansi berwenang di republik ini. Namun, sejauh apa pengaruh dia pada aktivitas medsos yang berlangsung? Jelas, inilah ruang yang tidak bisa dijangkau pangkatnya.

Saya mengatakan bahwa aktivisme medsos sangat krusial dalam pengembangan kasus ini. Sebab dalam kasus ini kita menyaksikan, wacana resmi yang dikeluarkan oleh negara bisa diimbangi dengan wacana organik yang tumbuh dari aktivitas medsos. Meskipun analisis yang tumbuh dalam ruang medsos jauh dari prinsip ilmiah yang berbasis evidence atau scientific crime investigation, tetapi frekuensi wacana yang berkembang memiliki kekuatan yang cukup untuk mengimbangi kronologi yang dinilai tidak logis.

Sejujurnya dampak dari konten viral begitu signifikan hari ini. Diungkapkan oleh Auditya Firza Saputra dalam Jurnal Jentera bahwa fenomena viral telah menjadi kendali sosial di era media yang baru. Aktivitas ini menghubungkan antara ketidaklaziman peristiwa dengan pendapat bebas dari setiap orang. Sebuah ruang yang dulu tidak dimiliki ketika komunikasi publik hanya dikendalikan oleh otoritas yang berwenang.

Otoritas yang kini berpindah di gawai masing-masing telah berubah menjadi alat kendali sosial yang sangat masif. Dalam banyak peristiwa, konten-konten viral-lah yang justru menjadi dasar penindakan berbagai peristiwa hukum. Utamanya dalam kasus-kasus pelecehan seksual, di mana para korban lebih nyaman menggunakan ruang ini untuk berkeluh kesah. Keluh kesah ini kemudian diamplifikasi melalui aktivisme viral sehingga dapat ditindaklanjuti dengan layanan resmi pemerintahan.
 
Uniknya, skenario Sambo pun terdeteksi dengan pola yang sama. Ketika instansi resmi negara terpaku pada bukti-bukti fisik lapangan (yang besar kemungkinan telah diutak-atik), keterangan sepihak dan otoritas FS yang membelenggu kemajuan penyidikan, ruang aktivisme medsos tumbuh dengan kekhasannya; melakukan cibiran, kritik, dan analisis yang sedikit hiperbola demi untuk membantah kronologi yang dinilai sangat tidak masuk akal.

Pada akhirnya, aktivisme viral dapat panggung kembali. Para petinggi negara menyerukan analisis ulang. Menguji setiap perspektif ‘terbalik’ dari skenario awal yang sudah diumumkan. Sebab keanehan memang tidak bisa ditutupi dengan kebohongan. Hanya saja otoritas selalu punya cara untuk membungkus kebohongan dengan cara yang seolah-olah tampak benar. Meskipun demikian, aktivisme medsos dalam kasus ini pun tampil sebagai polisi virtual yang siap menghakimi ketidaklogisan dengan caranya yang unik.

Momentum Perbaikan Integritas

Kasus ini rasanya juga merupakan momentum perbaikan integritas. Terutama bagi seluruh pejabat negara dan aparatur sipil negara yang menyandang status sebagai pejabat publik. Kata ‘integritas’ yang selalu didengung-dengungkan, saat ini sudah termonitor secara real time oleh aktivisme medsos yang menyaksikan seluruh gerak-gerik pejabat publik. Dengan masifnya pergerakan dalam aktivisme medsos, integritas tidak lagi sekadar jargon untuk pejabat publik.

Dengan adanya instrumen medsos, publik bisa menyaksikan sendiri kiprah para tokohnya. Seperti halnya dalam kasus FS ini. Bisa kita saksikan bahwa secara simultan publik segera bisa menemukan jejak FS di masa lampau. Bagaimana dulu ketika memimpin kasus kebakaran kantor Kejaksaan Agung dan bagaimana kontroversi kasus KM 50 menyeruak kembali. Riwayat digital adalah aset dari aktivisme medsos. Sekali pejabat terbukti menyimpang, mudah sekali aktivisme medsos untuk menelusuri track record seseorang.

Di samping itu, aktivisme medsos sangat erat berkait dengan kritik sosial. Dengan itu, ruang ini bisa menjadi sangat menyakitkan bagi seorang pejabat publik yang tersiar tingkah buruknya. Terlebih jika tingkah dimaksud merupakan perbuatan kriminal. Sekali nama tercemar, sulit sekali memulihkan nama dalam ruang digital.

Hal-hal tersebut meskipun cukup ekstrem, rasanya baik untuk menstimulus setiap pejabat publik untuk segera berbenah. Dengan adanya aktivisme medsos yang tumbuh sebagai polisi virtual, tidak bisa lagi seorang pejabat publik berlaku sembrono. Sisi ini sangat baik untuk mendorong kualitas etik dari pejabat publik, dimana salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menumbuhkan kualitas pemantauan dari masyarakat umum. Sebab masyarakat adalah pihak yang tidak berada dalam pusaran psiko hierarkhis dan psiko politis sebagaimana dikatakan oleh Menko Polhukam.

Harapannya perbaikan integritas ini mendorong lahirnya kualitas pemerintahan yang optimal. Spirit ini tentunya penting ketika memahami bahwa pejabat merupakan sentral dari instrumen pemerintahan. Sebaik apapun sistem yang digunakan, akan sia-sia jika mental penyelenggara pemerintahan termasuk mental korup. Karena itu, sebagai representasi masyarakat sipil, para aktivis medsos perlu memainkan peran penting. Bertumbuh sebagai alat kontrol sosial untuk mengontrol setiap pejabat publik yang terbukti melakukan abuse of power dan abuse of ethic.

Agil Mahasin ASN

Dikutip detik.com Rabu, 24 Agustus 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polda Gerebek Polsek!!! Kapolsek Positif Narkoba

Next Post

Pikiran dan Perilaku Bid’ah KomNas HAM

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026
Birokrasi

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer
Feature

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026
Next Post
Biadab!!! Kakek Tewas setelah Dianiyaya 6 Polisi di Depan Istri

Pikiran dan Perilaku Bid’ah KomNas HAM

Iran Gelar Latihan Perang Libatkan Ratusan Drone Bertekhnologi Tinggi

Iran Gelar Latihan Perang Libatkan Ratusan Drone Bertekhnologi Tinggi

Comments 1

  1. Sugi Kawulo Alit says:
    4 years ago

    Sungguh, aku terpuruk dalam lamunan. 🙄

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Jokowi: Intervensi Politik Kepada Lembaga Kerier Militer

Bila Menggunakan Metode ZOPP, Menyelesaikan Masalah Bangsa Ini Hanya Memakzulkan Prabowo

June 12, 2026

MONEY, POWER & BLIND FAITH ADALAH RESEP BENCANA

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist