• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Alarm Dini dari Istana: Draf Perpres TNI dan Bayang-Bayang Rezim Keamanan

Ali Syarief by Ali Syarief
January 12, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Rekrutmen Tamtama untuk Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan Merusak Profesionalisme dan Roadmap Reformasi TNI
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Ada tanda-tanda yang tak boleh diabaikan. Di tengah transisi kekuasaan menuju pemerintahan Prabowo Subianto, publik dikejutkan oleh beredarnya Draf Peraturan Presiden tentang Tugas Tentara Nasional Indonesia dalam Mengatasi Aksi Terorisme. Draf itu memuat ketentuan yang memberi ruang bagi personel TNI untuk terlibat langsung dalam penangkalan, penindakan, hingga pemulihan aksi terorisme.

Sekilas, kebijakan ini terdengar wajar. Terorisme adalah ancaman serius. Namun, sejarah politik Indonesia mengajarkan satu hal penting: setiap perluasan peran militer di ruang sipil selalu membawa konsekuensi besar bagi demokrasi.

Lebih menarik lagi, pemerintah buru-buru meredam kekhawatiran publik. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah tidak bermaksud memperluas peran TNI. “Peran TNI hanya dalam kondisi tertentu,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. Ia juga menegaskan bahwa draf tersebut masih dalam pembahasan internal.

Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan lebih mendasar:
Jika tidak ada niat memperluas peran TNI, mengapa draf regulasi ini disusun?


Dari Reformasi ke Re-militerisasi?

Sejak Reformasi 1998, Indonesia berupaya keras memisahkan peran militer dari ranah sipil. Dwifungsi ABRI dikubur demi membangun tatanan demokrasi modern: polisi menangani keamanan internal, militer fokus pada pertahanan negara.

Namun, dua dekade terakhir menunjukkan tren sebaliknya. Pelibatan TNI dalam penanganan pandemi, proyek infrastruktur, hingga operasi keamanan domestik terus meluas. Kini, lewat draf Perpres antiterorisme, gerbang baru kembali dibuka.

Dalihnya klasik: ancaman luar biasa butuh langkah luar biasa. Tetapi definisi “ancaman terorisme” dalam praktik sering kali elastis. Dalam rezim yang memiliki kecenderungan kuat pada pendekatan keamanan, elastisitas definisi ini berpotensi menjadi pintu masuk represi.


Isyarat Awal Karakter Rezim Prabowo

Tidak bisa dipungkiri, Prabowo Subianto adalah figur dengan latar belakang militer kuat. Publik memilihnya dengan harapan stabilitas dan ketegasan. Namun stabilitas yang bertumpu pada pendekatan keamanan berlebihan dapat berubah menjadi negara yang mudah menempatkan kritik sebagai ancaman.

Draf Perpres ini, meski masih “pembahasan internal”, memberi sinyal arah kebijakan:
negara semakin nyaman memanggil militer untuk urusan domestik.

Di sinilah alarm demokrasi berbunyi.


Siapa yang Mengawasi?

Masalah utama bukan sekadar pelibatan TNI, melainkan mekanisme kontrol dan akuntabilitas. Polisi tunduk pada sistem peradilan pidana. Operasi militer tunduk pada logika komando perang. Ketika dua logika ini bercampur dalam penanganan warga sipil, ruang abu-abu hukum terbuka lebar.

Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi salah tangkap?
Siapa yang mengawasi operasi?
Siapa yang menjamin hak warga tetap terlindungi?

Pertanyaan-pertanyaan ini belum dijawab dalam draf yang beredar.


Waspada, Bukan Paranoia

Kewaspadaan publik bukan bentuk ketakutan berlebihan. Ia lahir dari pengalaman sejarah. Demokrasi Indonesia masih muda. Ia mudah tergelincir jika masyarakat lengah pada perubahan kecil yang tampak administratif, tetapi berdampak struktural.

Draf Perpres ini mungkin belum final. Namun justru pada tahap awal inilah kontrol publik harus bekerja.

Sebab, ketika regulasi sudah sah, penyesalan selalu datang terlambat.


Penutup

Pemerintah boleh berkata “tidak ada perluasan peran”. Namun draf yang beredar berkata sebaliknya: negara sedang menyiapkan perangkat hukum untuk memberi TNI ruang lebih luas di ranah keamanan internal.

Ini bukan soal setuju atau tidak setuju pada perang melawan terorisme.
Ini soal menjaga agar demokrasi tidak perlahan berubah menjadi negara keamanan.

Alarm sudah berbunyi.
Publik sebaiknya tidak mematikannya.


Fusilatnews — Menjaga Nalar Publik Tetap Merdeka

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tamparan di Lengan Badak: Sindiran Prabowo, OTT Pajak, dan Amarah Rakyat

Next Post

Tentara Itu Menumpas Musuh, Polisi Itu Menegakkan Hukum

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
MENYELAMI “MENS REA” POLISI

Tentara Itu Menumpas Musuh, Polisi Itu Menegakkan Hukum

Menuju Sosial Demokrat Islam: Jalan Keluar dari Jebakan Populisme dan Utopia

Menuju Sosial Demokrat Islam: Jalan Keluar dari Jebakan Populisme dan Utopia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...