Jakarta, FusilatNews 20 Februari 2025 – Sekelompok perempuan yang menamakan diri Aliansi Emak-Emak Indonesia turut serta dalam aksi unjuk rasa bertajuk ‘Indonesia Gelap’ di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/2). Dalam aksi tersebut, salah satu orator mereka, Raden Roro Neno, menyampaikan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Di mana kamu, Prabowo? Di mana ndasmu, Prabowo? Kalian itu sebenarnya presiden atau main-main presidenan?” seru Roro melalui pengeras suara dari atas mobil komando. Pernyataan itu langsung disambut sorakan dari ratusan massa yang hadir dalam aksi tersebut.
Selain mengkritik kepemimpinan Prabowo, Roro juga mengajak para mahasiswa yang tergabung dalam aksi ‘Indonesia Gelap’ untuk terus menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
“Mahasiswa, aku ibu kandungmu. Jangan pernah takut melawan ketidakadilan. Kita bersama dalam perjuangan ini!” ujarnya lantang.
Latar Belakang Aksi ‘Indonesia Gelap’
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang telah berlangsung sejak 17 Februari 2025, diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Demonstran menyoroti berbagai persoalan sosial dan kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat.
Sejumlah tuntutan yang disuarakan dalam aksi ini antara lain:
- Penolakan terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai tidak pro-rakyat
- Kritik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang dianggap tidak transparan
- Desakan untuk memperbaiki kondisi demokrasi yang dinilai semakin memburuk
Situasi Aksi dan Respons Aparat
Aksi unjuk rasa ini diwarnai dengan pembakaran ban oleh mahasiswa sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap kontroversial. Pihak kepolisian telah menutup akses Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara dengan menggunakan beton pembatas dan water barrier untuk mengantisipasi eskalasi massa.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dalam kondisi yang relatif kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Peserta aksi diimbau untuk tetap menjaga ketertiban selama unjuk rasa berlangsung.






















