• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

ANAK MUDA MENJAUHI SAWAH, SIAPA YANG AKAN MEMBERI MAKAN NEGERI?

Generasi yang Mencintai Pertanian

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
January 22, 2026
in Feature, Komunitas
0
Darurat Regenerasi Petani: Siapa yang Akan Menanam Pangan Kita?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kata generasi berasal dari bahasa Latin generatio yang berarti kelahiran atau proses melahirkan kehidupan baru. Dalam pengertian modern, generasi merujuk pada kelompok manusia yang lahir dan tumbuh dalam rentang waktu yang relatif sama, sehingga memiliki pengalaman, karakter, dan nilai yang mirip. Kita mengenal Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z, hingga kini Generasi Alpha.

Lalu, apa makna mencintai pertanian?

Mencintai pertanian bukan sekadar memilih profesi sebagai petani. Ia adalah rasa hormat kepada tanah, air, benih, dan proses panjang yang menghadirkan pangan ke meja makan kita. Ia adalah kesadaran bahwa kehidupan manusia bertumpu pada kerja sunyi para pengolah bumi. Ia juga berarti kepedulian pada keberlanjutan lingkungan, penghargaan atas kerja keras petani, serta kecintaan pada siklus alam yang memberi kehidupan.

Dengan kata lain: mencintai pertanian adalah mencintai kehidupan itu sendiri.

Sepanjang sejarah, beberapa generasi dikenal dekat dengan dunia pertanian. Baby Boomer tumbuh di masa pertanian tradisional masih menjadi tulang punggung desa. Generasi X banyak yang masih mewarisi kultur agraris keluarga. Milenial mulai mengenal pertanian modern, urban farming, dan konsep organik. Generasi Z bahkan mulai akrab dengan pertanian digital, sensor tanah, drone, dan precision farming.

Namun cinta pada pertanian tidak otomatis diwariskan oleh waktu. Ia harus ditumbuhkan oleh kesadaran. Pertanyaannya kini menjadi krusial:

Apakah generasi masa depan masih mau mencintai sawah, atau hanya mencintai layar gawai?

Generasi Alpha yang lahir di tengah revolusi digital memiliki peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, teknologi dapat membuat pertanian lebih modern, efisien, dan menarik. Di sisi lain, jika pertanian terus dipersepsikan sebagai pekerjaan berat, kotor, dan tidak menjanjikan, maka sawah akan makin sepi, sementara negeri tetap lapar.

Faktanya, ada beberapa alasan mengapa banyak anak muda menjauh dari pertanian:

Pertama, citra pertanian yang dianggap tidak bergengsi.
Kedua, kerja keras dengan penghasilan yang tidak pasti, tergantung cuaca dan fluktuasi harga.
Ketiga, akses terbatas pada modal dan teknologi modern.
Keempat, daya tarik pekerjaan kota yang dianggap lebih stabil dan prestisius.

Namun di balik itu, mulai tumbuh kesadaran baru. Ketahanan pangan, krisis iklim, dan pandemi telah membuka mata banyak anak muda bahwa pangan adalah urusan strategis bangsa. Pertanian bukan sektor sisa — ia adalah sektor penentu masa depan.

Karena itu, negara tidak boleh tinggal diam. Pemerintah perlu membuka jalan agar generasi muda mau kembali menjejak tanah. Beberapa langkah strategis dapat dilakukan:

  1. Memberikan insentif dan subsidi bagi petani muda pemula.
  2. Memperluas akses teknologi pertanian modern.
  3. Menyediakan pendidikan dan pelatihan agribisnis.
  4. Membangun citra pertanian sebagai karier masa depan.
  5. Memperkuat akses pasar, baik digital maupun konvensional.

Jika langkah-langkah ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka pertanian tidak lagi dipandang sebagai masa lalu, melainkan sebagai masa depan yang menjanjikan.

Sebab pada akhirnya, pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama adalah:

Jika anak muda tidak lagi mau bertani, siapa yang akan memberi makan republik ini?

Ke arah sanalah seharusnya kita melangkah.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Buku End Game: Testimoni Gibran Tak Layak Menjadi Wali Kota Sekalipun

Next Post

Peringatan MALARI 2026, Indemo dan Universitas Paramadina Gaungkan Perlawanan terhadap Korupsi

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME
Economy

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

May 27, 2026
Feature

Idul Adha dan Kualitas Bangsa: Kritik Teologis untuk Elite Pemimpin

May 27, 2026
Sejarah Melempar Jumrah Saat Haji dan Umroh
Feature

Ka’bah, Tradisi Pagan, dan Cara Agama Mengubah Makna Sejarah

May 27, 2026
Next Post
Peringatan MALARI 2026, Indemo dan Universitas Paramadina Gaungkan Perlawanan terhadap Korupsi

Peringatan MALARI 2026, Indemo dan Universitas Paramadina Gaungkan Perlawanan terhadap Korupsi

TRUMP, INDONESIA DAN TITIK NOL BARU

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

May 27, 2026

Idul Adha dan Kualitas Bangsa: Kritik Teologis untuk Elite Pemimpin

May 27, 2026
Sejarah Melempar Jumrah Saat Haji dan Umroh

Ka’bah, Tradisi Pagan, dan Cara Agama Mengubah Makna Sejarah

May 27, 2026

Dari Sexy Killer ke Pesta Babi

May 26, 2026

Ekosistem Hukum yang Bolong (Ketika Pengawasan Internal Tidak Akan Pernah Cukup Jika Lingkungan Hukumnya Masih Memelihara Celah)

May 26, 2026
KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

KPK Memble Hadapi Dirjen Bea Cukai? Publik Menunggu Nyali Penegakan Hukum

May 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

PRABOWO MEMERINTAH KAPITALISME

May 27, 2026

Idul Adha dan Kualitas Bangsa: Kritik Teologis untuk Elite Pemimpin

May 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...