• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Analisis Damai Hari Lubis: Jokowi dalam Kondisi “Ringkih” di Tengah Tekanan Fisik, Psikologis, dan Moral

fusilat by fusilat
October 8, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi di Ujung Senja: Ketika Kekuasaan Tak Lagi Menjadi Tameng
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kondisi Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan, terutama setelah munculnya berbagai tanda yang menunjukkan menurunnya vitalitas dan stabilitas dirinya, baik secara fisik maupun psikologis. Pengamat KUHP, Damai Hari Lubis, menilai bahwa Jokowi kini berada dalam fase yang dapat disebut “ringkih” — sebuah istilah yang tak hanya menggambarkan kondisi jasmaninya, tetapi juga refleksi dari tekanan moral, politik, dan hukum yang kian menghimpitnya.

Kesehatan dan Dampaknya terhadap Psikologis

Sejak kepulangannya dari Vatikan, publik memperhatikan perubahan mencolok pada penampilan dan ekspresi Jokowi. Tubuhnya tampak lebih kurus, langkahnya tak lagi setegap dulu, dan wajahnya memperlihatkan gurat kelelahan yang mendalam. Dalam pandangan Damai Hari Lubis, hal ini menandakan penurunan kesehatan yang cukup serius. Ia menautkan keadaan itu pada pepatah klasik “mens sana in corpore sano” — jiwa yang sehat hanya mungkin tumbuh dalam tubuh yang sehat.

Kesehatan fisik yang menurun, lanjut Damai, dapat memengaruhi kestabilan mental dan ketajaman pengambilan keputusan. Dalam konteks kepemimpinan, apalagi di tengah tekanan politik dan moral yang intens, kondisi tersebut dapat berimplikasi serius terhadap kapasitas seseorang untuk bersikap objektif dan rasional.

Tekanan Psikologis dan Moral

Selain faktor fisik, Jokowi disebut tengah bergulat dengan tekanan psikologis dan moral yang luar biasa. Salah satunya terkait laporan hukum tentang dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Kasus ini bukan hanya mengguncang keabsahan personal Jokowi sebagai pemimpin, tetapi juga menimbulkan beban moral dan sosial yang sulit diabaikan.

Bagi Damai Hari Lubis, persoalan ini bukan semata soal legalitas administratif, tetapi juga menyentuh fondasi etika seorang pemimpin negara. Ketika tuduhan semacam itu muncul di tengah masa jabatan, apalagi menjelang akhir kekuasaan, beban psikologis tentu akan menekan dengan berat — apalagi jika belum ada kejelasan penyelesaiannya di ranah hukum.

Isu Gibran dan Tekanan Politik

Kondisi ini diperparah oleh situasi politik yang menimpa putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Ia kini menghadapi gugatan hukum terkait keabsahan ijazahnya serta status pencalonannya sebagai wakil presiden yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai “anak haram konstitusi”. Ungkapan itu muncul karena pencalonan Gibran dinilai menabrak batas konstitusional yang diubah melalui putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi — lembaga yang kala itu diketuai oleh ipar Jokowi sendiri.

Bagi Damai Hari Lubis, beban moral Jokowi dalam kasus ini bukan main. Di satu sisi, ia seorang ayah yang tentu ingin melihat anaknya sukses; di sisi lain, publik melihatnya sebagai pemimpin yang memanfaatkan kekuasaan untuk mengatur jalan politik keluarganya. Ketegangan moral semacam ini dapat menciptakan tekanan batin yang luar biasa bagi siapapun, terlebih seorang kepala negara yang sedang berada di puncak pusaran sorotan publik.

Kritik terhadap Pemerintahan Jokowi

Lebih jauh, Damai Hari Lubis menilai bahwa kerentanan Jokowi juga tercermin dari berbagai kebijakan dan sikapnya yang dianggap permisif terhadap ketidakadilan. Ia menyebut Jokowi melakukan pembiaran terhadap kriminalisasi ulama dan aktivis, mendustai rakyat dengan janji-janji yang tak ditepati, serta gagal menunjukkan ketegasan dalam menegakkan hukum terhadap para koruptor.

Menurut Damai, kebijakan-kebijakan yang terkesan tidak konsisten dan sikap abai terhadap suara rakyat telah merusak legitimasi moral Jokowi di mata publik. “Ketika seorang pemimpin kehilangan daya moralnya, ia bukan hanya kehilangan wibawa, tetapi juga arah kepemimpinannya,” ungkapnya.

Nasehat Spiritual dan Dimensi Keagamaan

Dalam konteks spiritual, Damai menyinggung pesan Ustad Abu Bakar Baasyir yang menasihati Jokowi agar berbuat kebaikan sebagai seorang muslim. Nasehat itu, menurutnya, adalah panggilan moral untuk kembali pada fitrah kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai rahman~rahim — bukan kekuasaan yang menindas.

Bagi Damai, pesan tersebut seharusnya menjadi renungan mendalam bagi Jokowi di penghujung masa jabatannya. Ketika jabatan telah usai, yang tersisa bukan lagi kuasa, melainkan pertanggungjawaban moral dan spiritual atas semua keputusan yang telah diambil selama memimpin bangsa ini.

Penutup

Analisis Damai Hari Lubis menggambarkan Jokowi sebagai sosok yang tengah berada di persimpangan antara kelemahan fisik, tekanan moral, dan guncangan politik keluarga. Kondisi “ringkih” ini bukan sekadar masalah pribadi seorang presiden, tetapi juga refleksi dari rapuhnya sistem kekuasaan yang dibangun di atas ambisi politik dan kompromi moral.

Meski demikian, analisis ini perlu dilihat dalam kerangka yang lebih luas — bahwa tuduhan dan gugatan hukum masih harus dibuktikan melalui proses yuridis yang sah. Namun, terlepas dari itu, pandangan Damai Hari Lubis menyoroti satu hal penting: di balik gemerlap kekuasaan, ada sisi kemanusiaan yang mungkin tengah runtuh, diam-diam menandai senjakala seorang pemimpin.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Keliru: Politisasi TNI Jadi Sebab Masalah Mutasi dan Promosi bukan Soal Senior-Junior

Next Post

PERANG NON-MILITER DI SEKTOR ENERGI INDONESIA: ANALISIS POLA IMPOR BBM DAN KETERLIBATAN AKTOR ASING

fusilat

fusilat

Related Posts

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan
Birokrasi

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi
Bencana

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026
Next Post

PERANG NON-MILITER DI SEKTOR ENERGI INDONESIA: ANALISIS POLA IMPOR BBM DAN KETERLIBATAN AKTOR ASING

Wilson Lalengke Guncang New York: Suara Kemanusiaan Indonesia Siap Menggema di PBB

Wilson Lalengke Guncang New York: Suara Kemanusiaan Indonesia Siap Menggema di PBB

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

SURAT TERBUKA UNTUK NANIK S. DEYANG Membangun Generasi, Memperkuat Negara

June 12, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...