Bogor–Fusilatnews — Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai sumber minyak Venezuela, disertai isu penculikan Presiden Nicolas Maduro, dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Venezuela yang selama ini dikenal berpihak pada Palestina disebut berpotensi menjadi pemicu ketegangan global yang lebih luas.
Situasi tersebut dikhawatirkan membawa dunia memasuki fase siaga perang. Ungkapan Si vis pacem, para bellum — bila ingin damai, bersiaplah untuk perang — disebut relevan dengan kondisi geopolitik saat ini, di mana negara-negara mulai memperkuat pertahanan menghadapi apa yang disebut sebagai “hukum rimba” politik global.
Pandangan itu disampaikan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Ahmad Riza Patria, saat menjadi keynote speaker dalam Silaturahmi dan Diskusi Barisan Penggerak Supremasi Sipil (Bapersipil) di Cafe Bento, Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (12/1/2026) sore.
Acara bertema “Sinergi Barisan Penggerak Supremasi Sipil Mengawal Supremasi Hukum dan Mengapresiasi Pengabdian Polri untuk Negeri” ini menghadirkan panelis Fuad Abdullah (praktisi hukum), Syam Tomagola, Rusdi Ali (Waketum KNPI), dengan moderator Sandi M Ilham. Panitia pelaksana diketuai Mustafa Chaidir.
Ahmad Riza Patria menyebut kondisi global tersebut juga dipahami Presiden Prabowo Subianto yang berlatar belakang militer. Karena itu, menurutnya, kewaspadaan nasional menjadi keharusan.
Dalam sambutannya, Riza menyinggung sistem demokrasi Indonesia. Ia menyatakan Indonesia telah menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia, meski demokrasi memiliki konsekuensi biaya politik tinggi dan proses panjang yang tidak selalu menghasilkan pemimpin terbaik.
“Demokrasi harus tetap memprioritaskan kepentingan bangsa. Sinergi TNI, Polri, dan masyarakat terbukti menjadi solusi mandiri menghadapi berbagai bencana nasional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo untuk memberantas mafia pajak dan bea cukai serta meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program makan bergizi gratis, penguatan sumber daya manusia, pembangunan madrasah, pembentukan koperasi pangan, hingga kemandirian energi.
Sementara itu, Ketua Bapersipil Ade — yang akrab disapa Abah — menyebut Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam namun masih minim warga yang peduli terhadap politik kebangsaan.
“Karena itu saya membangun gerakan ini,” ujarnya.
Ade juga menyoroti stagnasi reformasi sipil dan reformasi Polri. Ia mengaku khawatir Presiden Prabowo terjebak dalam narasi reformasi semu. Ia bahkan mengaku telah membuat lagu dan menghadiahkan kitab untuk Kapolres Bogor, namun menyayangkan ketidakhadiran Kapolres dalam acara tersebut.
Di akhir diskusi, Ade mengumumkan bahwa usai Idul Fitri 1448 H, Bapersipil akan menggelar Kemah Kebangsaan Wartawan sebagai agenda konsolidasi gerakan sipil nasional.
Mahdi





















