• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Antara Rukyah dan Hisab: Tafsir Tekstual Versus Tafsir Kontekstual

fusilat by fusilat
February 17, 2026
in Feature, Science & Cultural, Spiritual
0
Antara Rukyah dan Hisab: Tafsir Tekstual Versus Tafsir Kontekstual
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Dalam diskursus penetapan kalender Islam di Indonesia, kita kerap terjebak dalam dikotomi yang melelahkan dan berulang: rukyatul hilal versus hisab. Seolah-olah perdebatan ini adalah pertarungan antara kesalehan beragama dan kecanggihan sains. Padahal, jika dibedah lebih dalam, persoalan ini sejatinya adalah ujian bagi akal budi umat dalam membaca hadis Nabi di tengah peradaban yang telah berubah secara radikal.

Hadis sebagai Instrumen, Bukan Tujuan

Argumen utama pendukung rukyah bertumpu pada ketaatan tekstual terhadap hadis Nabi: “Berpuasalah karena melihat hilal…”. Namun, pendekatan ini kerap berhenti pada bunyi teks, tanpa bertanya pada maksud dan konteksnya.

Pada abad ke-7, rukyah—melihat hilal dengan mata telanjang—adalah satu-satunya instrumen yang tersedia bagi umat yang belum mengenal astronomi posisi. Masyarakat Arab saat itu disebut ummiyyun, bukan dalam makna peyoratif, melainkan dalam arti belum memiliki tradisi ilmu falak matematis.

Pertanyaan mendasarnya adalah: apakah perintah Nabi terletak pada “melihat” sebagai kewajiban ritual, atau pada “mengetahui masuknya bulan” sebagai tujuan syariat? Jika tujuan syariat adalah kepastian waktu ibadah, maka rukyah hanyalah alat. Mengganti alat yang bersifat probabilistik—bergantung pada cuaca dan keterbatasan mata manusia—dengan alat yang bersifat presisi—astronomi modern—tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran agama. Sebaliknya, ia justru penyempurnaan dari tujuan ibadah itu sendiri.

Anomali Logika: Tiga Bulan Versus Sembilan Bulan

Di sinilah benturan akal paling telanjang terlihat. Jika negara bersikeras bahwa rukyah adalah mandat hadis yang tak boleh ditinggalkan, mengapa praktik tersebut hanya diberlakukan pada penentuan Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah?

Secara ilmiah dan sistem kalender, tahun Hijriah adalah satu kesatuan 12 bulan. Jika diyakini bahwa akurasi tanggal hanya bisa dicapai melalui pengamatan fisik, maka mengabaikan rukyah pada sembilan bulan lainnya adalah kecerobohan sistemik. Bagaimana mungkin kita merasa yakin akan keabsahan awal Ramadhan, jika bulan-bulan sebelumnya—Rajab dan Sya’ban misalnya—ditetapkan semata-mata melalui perhitungan di atas kertas tanpa Sidang Isbat?

Ini adalah disorientasi logika. Kita menggunakan standar sains (hisab) untuk mayoritas umur kalender kita, namun mendadak kembali ke pendekatan pra-sains hanya untuk tiga bulan tertentu, demi alasan keyakinan yang tidak konsisten.

Melawan Ketakutan terhadap Perubahan

Sebagian pihak khawatir, jika rukyah ditinggalkan, maka spiritualitas dan ketaatan umat akan luntur. Kekhawatiran ini berangkat dari asumsi keliru. Islam sejak awal adalah agama yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Hisab bukan produk sekularisme, melainkan hasil kerja akal yang juga merupakan anugerah Tuhan.

Menggunakan hisab secara konsisten selama 12 bulan bukan berarti meremehkan hadis, melainkan menempatkannya secara kontekstual. Hadis rukyah hadir untuk mempermudah umat di zamannya agar tidak terjebak dalam kebingungan. Hari ini, memaksakan rukyah di tengah polusi cahaya, cuaca ekstrem, dan keterbatasan visual justru mempersulit umat.

Lebih jauh, memaksa negara menggelar Sidang Isbat yang mahal, melelahkan, dan berulang—hanya untuk mengonfirmasi hasil yang secara astronomis sudah dapat dipastikan—adalah bentuk pemborosan. Padahal, efisiensi dan penghindaran dari israf adalah prinsip etis dalam Islam itu sendiri.

Konsistensi adalah Marwah

Jika kita memilih patuh pada teks hadis secara harfiah, maka lakukanlah rukyah secara penuh selama 12 bulan, lengkap dengan seluruh konsekuensi birokrasinya. Namun, jika kita memilih menggunakan akal dan sains, maka terimalah hisab sebagai sistem kalender yang konsisten, stabil, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Berhenti di persimpangan jalan. Standar ganda yang selama ini dijalankan—mengagungkan rukyah saat ada “proyek” Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, namun mengandalkan hisab pada bulan-bulan lainnya—hanya menunjukkan kegagalan kita mendamaikan teks masa lalu dengan realitas masa depan.

Marwah agama tidak terletak pada seremoni isbat yang bersifat musiman, melainkan pada konsistensi berpikir, kejujuran ilmiah, dan keberanian menafsirkan ajaran secara bertanggung jawab.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jelang Ramadan 1447 H, Loyalis Anies Baswedan Gelar Pengajian Bulan Enam di Jakarta

Next Post

Ketika Negara Mengintervensi, Umat Terpecah Belah – Catatan Kritis atas Penetapan Awal Bulan Puasa

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1443 H Jatuh pada 2 April 2022

Ketika Negara Mengintervensi, Umat Terpecah Belah - Catatan Kritis atas Penetapan Awal Bulan Puasa

Hemat Devisa, Dongkrak Ekonomi melalui Sektor Riil – Ekosistem Koperasi Digital Produktif: Berdagang Kambing untuk Jamaah Haji Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...