• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Apa Ujung dari Sholat dan Ujung dari Beragama?

Ali Syarief by Ali Syarief
January 18, 2026
in Feature, Spiritual
0
Ketika Intelektualitas Dipaksa Tunduk Atas Nama Al-Qur’an dan Hadis
Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak orang yang rajin beribadah, tetapi hidupnya masih gemar melukai. Ada yang fasih melafalkan doa, tetapi lisannya tetap tajam menusuk. Ada pula yang tekun menjalankan ritual, namun tangannya masih ringan mengambil hak orang lain. Di titik inilah pertanyaan mendasar muncul. Untuk apa sholat, jika ia tidak mengubah perilaku. Untuk apa beragama, jika ia tidak menghadirkan manfaat bagi sesama.

Al Quran memberi jawaban yang tegas. Ujung dari sholat adalah tanha anil fahsya wal munkar, mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya sholat bukan sekadar gerakan tubuh dan bacaan hafalan. Ia adalah latihan kesadaran. Ia adalah disiplin moral. Ia adalah mekanisme ilahi untuk menundukkan ego, meredam nafsu, dan membentuk karakter. Jika seseorang rajin sholat namun tetap gemar berbuat mungkar, maka yang gagal bukan sholatnya, melainkan jiwanya yang tidak menghadirkan sholat ke dalam hidup.

Sholat sejatinya adalah jeda dari keserakahan. Ia mengajarkan keteraturan di tengah kekacauan dunia. Ia memaksa manusia berhenti sejenak, menengadahkan diri, dan mengakui bahwa ada kekuasaan yang lebih tinggi dari ambisi pribadi. Dari sini seharusnya lahir kerendahan hati. Dari sini seharusnya tumbuh kesantunan sosial. Jika itu tidak terjadi, maka sholat hanya tinggal formalitas kosong.

Lalu ujung dari beragama lebih luas lagi. Nabi bersabda, khairunnas anfa’uhum linnas. Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Ini adalah puncak spiritualitas. Di titik ini agama tidak lagi berhenti pada hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi menjelma menjadi hubungan horizontal dengan sesama. Tidak ada kesalehan sejati tanpa keberpihakan pada kemanusiaan.

Beragama bukan tentang simbol di tubuh, bukan tentang jargon di lisan, bukan tentang identitas di kartu. Beragama adalah ketika kehadiran seseorang membuat hidup orang lain lebih ringan. Ketika ilmunya memberi terang. Ketika hartanya memberi harapan. Ketika ucapannya menenangkan. Ketika sikapnya memberi rasa aman.

Maka sholat yang benar akan melahirkan pribadi yang tidak tega berbuat curang. Beragama yang benar akan melahirkan manusia yang tidak sanggup hidup hanya untuk dirinya sendiri. Inilah jembatan antara ritual dan realitas. Inilah pertemuan langit dan bumi dalam diri manusia.

Pada akhirnya, Tuhan tidak membutuhkan sujud kita. Yang membutuhkan sujud itu adalah hati kita sendiri. Tuhan tidak membutuhkan pujian kita. Yang membutuhkan pujian itu adalah ego kita agar luruh. Dan manusia lainlah yang menjadi bukti apakah sholat dan agama kita sungguh hidup, atau hanya menjadi bayangan kosong dari kesalehan semu.

Jika sholat berakhir pada akhlak, dan agama berakhir pada manfaat bagi sesama, maka di situlah manusia menemukan makna sejatinya. Menjadi hamba bagi Tuhan, sekaligus rahmat bagi dunia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Beragama dengan Akal: Cara Paling Jujur Mencegah Tafsir Manusia

Next Post

BERAS SUDAH, PANGAN BELUM: JALAN TERJAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Swasembada Pangan: Jalan Kedaulatan yang Kian Terjal

BERAS SUDAH, PANGAN BELUM: JALAN TERJAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Indonesia Impor BBM dari Singapura Menteri Bahlil Heran, “Geleng-geleng Kepala”,

Golkar: Dapur Besar Politik dan Seni Menjadi Licin

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...